Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Isi hati Elenor


__ADS_3

"Dad, Mom." pangil Elle pada kedua orangtuanya.


Wajah Elenor yang tadinya murung pun kini menjadi bersemu merah.


Elenor tersenyum penuh arti, karena melihat kedua orang tuanya ada di harapannya saat ini.


Elenor berlari ke arah kedua orang tuanya yang saat itu tengah berdiri menyambutnya.


Elenor langsung memeluk Valerie begitu ia telah tiba di hadapan Vale.


"Apa ini kejutan untuk Elle, Mommy dan Daddy menjemput ku hari ini." ujar Elenor.


"Ia, Mommy dan Daddy sengaja memberikan kejutan untuk menjemput Elle hari ini."


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama." ucap Vale memberi saran.


"Ide nya bagus Mom, Elle mau."


"Kalau begitu kita cari restoran untuk makan siang." sahut Julian sama sama bersemangat.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Restoran


Di sebuah ruangan khusus, Julian membuat reservasi meja makan untuk dirinya, Elle dan juga Valerie.


"Mau makan apa Elle?" tanya Julian pada anak kesayangannya, sambil membuka buku menu.


"Daddy pilihkan minumannya dan Mommy pilihkan makanannya." jawab Elenor dengan mengembangkan senyum manis.


Julian dan Valerie pun menuruti keinginan Elenor.


Setelah semua pesanan makanan tiba. Mereka bertiga pun menikmati makan siang bersama dengan penuh suasana hangat.


Dan Valerie berusaha untuk menunjukan kesungguhan nya dalam meleburkan diri bertiga kala itu, Dami Elenor.


Agar Elle merasakan kehadiran kedua orang tuanya yang lengkap. Begitu pula dengan Julian. Dia juga terlihat akrab dengan Valerie.

__ADS_1


"Elle, boleh Mommy bertanya." ucap Vale di sela sela mereka masih menikmati acara makan siangnya.


"Iya Mommy." sahut Elle.


"Apa yang membuat Elle tempo hari sedih. Bahkan ingin tinggal bersama Grany di Athena?"


Elenor kemudian memandang wajah Valerie dan Julian bergantian.


"Katakan saja Elle, Daddy dan Mommy ingin tau. Daddy dan Mommy sangat menyayangi Elenor. Elle bisa bercerita apa saja sama Daddy dan Mommy. Jika ada masalah. Apapun itu, berbagilah dan cerita sama Daddy dan Mommy."


"Keinginan Elle tidak akan bisa terwujud. Elle tidak punya keluarga yang lengkap. Meski Daddy dan Mommy baik sama Elle. Di sekolah, teman teman Elle punya Daddy dan Mommy yang tingal bersama. Elle dari kecil tidak merasakan itu." ungkap Elenor.


"Tapi Elenor mendapat cinta dan kasih sayang dari Daddy dan Mommy sayang." imbuh Julian.


"Kenapa Daddy dan Mommy tidak saling memaafkan dulu. Kenapa kalian bermusuhan. Tidak bisakah dulu kalian berbaikan." ptotes Elenor polos. Seolah sedang meluapkan kekesalannya.


Protesan Elle membuat Julian dan Vale saling pandang sesaat.


"Bukankah Daddy sudah menjawab pertanyaan Elle yang itu. Dulu Mommy dan Daddy punya masalah yang tidak bisa Daddy dan Mommy selesaikan. Oleh sebab itu Daddy dan Mommy memutuskan untuk berpisah" jelas Julian pada putrinya.


"Apa kalian tidak saling sayang?"


"Kau ada karena kau sangat di inginkan Elenor. Jika sekarang Mommy dan Daddy tidak bersama lagi. Bukan berarti Elenor tidak kami sayang lagi. Kau malaikat Mommy dan Daddy." imbuh Julian.


"Aku tau Mommy dan Daddy sangat sayang dengan ku. Aku tau hal itu. Yang Elle rasakan saat ini Mom, Dad. Dan kalian saat ini sudah berpisah. Daddy sekarang bersama Mama Jenna dan Mommy bersama Uncle Dave. Elle tau itu, itulah sebabnya Elle sedih. Karena Elle tidak bisa melihat Mommy dan Daddy bersama. Kalian hanya akan bersama saat ada Elle dan demi Elle saja. Elle tau semua itu tanpa harus Mommy dan Daddy jelaskan. Kadang hal itu yang membuat Elle ingin sendiri. Tapi Elenor sudah terbiasa Mom, Dad. Dan Elle tetap sayang Mommy dan Daddy selamanya. Kalian orang tua terbaik yang pernah aku miliki. Meskipun kalian tidak bersama."


Mendengar perkataan Elenor yang seperti itu. Seolah olah telah membungkam mulut Julian dan Vale untuk tidak bisa lagi memprotes perkataan Elenor.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Sesuai pulang dari restoran. Elenor yang saat itu telah pulang ke Mansion. Dan ia sedang berada di kamarnya.


Elenor kemudian mengambil sebuah potret gambar dirinya, Vale dan juga Julian saat mereka berfoto bersama ketiga.


Elenor memandangi foto itu dengan seksama. Berbagai bayangan dan kisah masa lalu kini menggelayuti pikiran Elenor.


Elenor jadi teringat di saat ia makan bersama di rumah sederhana milik mommy.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Elenor memandangi wajah Vale dengan tatapan penuh arti. Saat itu Elenor sedang bergandengan tangan dengan sang Papa, Julian.


Dan di sisi tangannya yang lain bawa sebuah buket bunga trisan yang indah.


Perlahan, Valerie berjalan ke arah Elenor. Kemudian sambil berlutut, Vale dengan penuh kerinduan serta mata yang sudah berkaca-kaca langsung menarik tubuh Elenor dan memeluk sang putri dengan penuh rasa cinta dan rindu.


"Hai Elenor sayang, ini Mommy." ucap Vale sambil di iringi tangisan penuh haru saat ia sudah memeluk tubuh putrinya itu.


"Mommy, I Miss You." ucap Elenor yang juga membalas pelukan Vale.


Mendengar ia di pangil Mommy, oleh Elenor, membuat hati Vale bergetar.


Julian yang saat itu berdiri di samping mereka pun ikut merasakan keharuan pertemuan antara sang putri dengan Mommynya.


Setelah puas dengan acara peluk peluk kangen diambang pintu. Valerie kemudian mengajak mereka untuk masuk kedalam rumah.


Dan di sebuah ruang tamu, Vale mempersilahkan Julian untuk duduk.


Dan Valerie, sejak tadi tidak melepaskan genggaman tangannya pada Elenor. Ia mengajak Elenor untuk duduk satu sofa dengannya.


Dengan sambil masih memegangi kedua tangan Elenor, Vale mengajak sang putri berbincang bincang.


Elenor yang masih sedikit malu malu hanya menjawab sepatah dua kata pada Vale.


Valerie yang menyadari jika anak nya perlu waktu untuk menyesuaikan diri pun selalu menyungingkan senyum kepada sang putri.


"Mommy tadi memasak pasta spaghetti. Mommy harap Elenor akan suka. Elenor suka pasta?" tanya Vale pada putrinya.


"Iya, aku suka." jawab Elenor yang kini nampak tersenyum. Dan senyuman itu membuat Vale ikut tersenyum.


"Kalau begitu, kita makan siang dengan pasta ya. Ayo kita ke ruang makan." ajak Vale.


Jangan lupa mampir ke novel baru aku ya reader πŸ™πŸ₯°


__ADS_1



__ADS_2