
Elenor memang berbeda. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Dan entah apa juga yang menjadi keinginannya.
Ketika ia sudah siap untuk berangkat bekerja. Elenor menolak untuk diantarkan ke kantor.
Bahkan Elenor juga menolak untuk diajak sekalian berangkat bersama Julian. Padahal Elenor akan bekerja di gedung perkantoran yang sama dengan Daddy-nya itu.
Elle menolak untuk di ajak pergi bersama oleh Daddy nya. Bahkan Elle juga tidak mengunakan mobil nya sendiri. Hal aneh yang Elenor lakukan.
"Kau aneh sekali Elle!" seru Louis pada sang Kakak. Sesaat sebelum ia masuk kedalam mobilnya.
"Sudahlah Louis, jangan banyak ptotes. Sana, berangkat! Nanti kamu telat!" seru Elenor mengusir adiknya.
Dan Louis pun yang sudah ada di mobil hanya bisa terkekeh mendengar usiran Elenor.
"Bye, Kakak ku yang cantik. Semangat bekerja di hari pertama." imbuh Louis, setelah itu ia melenggang pergi dengan mobilnya.
"Memangnya kamu mau naik apa El ke kantor?" Tanya Julian yang saat itu masih berada di dekat Elenor.
"Aku mau naik taksi atau bus Dad. Ini bukan hal aneh. Aku hanya ingin benar-benar merasakan pengalamannya. Pergi ke tempat kerja untuk pertama kalinya dengan mengunakan kendaraan umum. Aku hanya ingin merasakan experience nya." ujar Elenor.
"Baiklah kalau mau mu seperti itu. Hati hati ya, Daddy tunggu di kantor." jawab Julian, yang kemudian ia masuk kedalam mobil. Ia pergi ke kantor dengan di antara oleh sopir nya.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Dan akhirnya, dengan menggunakan taksi. Elenor pergi ke gedung perkantoran Julian Corp. Di gedung itulah ia akan berkerja, sebagai karyawan di sana.
Seperti orang-orang pada umumnya yang pergi bekerja. Elenor mengenakan baju kantor dan membawa sebuah map yang ada di tangannya.
Ketika Elenor sedang berada di dalam taksi yang akan membawanya menuju tempat kerja. Valerie menghubunginya. Elle pun kemudian langsung mengangkat telepon dari Mommynya itu.
"Ya Mom," Sapa Elenor pada Valerie, ketika mereka telah tersambung.
"Kamu jadi bekerja hari ini di tempat Daddy mu?"
"Tentu saja jadi Mom, aku sekarang sedang menuju kantor Daddy. Doakan Elle, agar bisa berkerja dengan baik dan membuat perusahaan lebih maju." ucap Elenor pada Mommy nya.
"Tentu saja mommy akan doakan Elle. Ngomong-ngomong, Elle menjabat apa di perusahaan Daddy?" tanya Valerie.
"Apa? Tidak salah Elle!" seru Vale.
"Aku yang menginginkannya Mom. Nanti sepulang Elenor bekerja, Elle akan mampir ke rumah Mommy. Kita akan mengobrol banyak nanti. Elle sudah hampir sampai, kalau begitu sampai jumpa nanti Mom, bye." ucap Elenor mengakhiri percakapannya.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Setibanya di gedung perkantoran Julian Corp. pertama-tama yang Elenor lakukan adalah pergi ke ruang Daddy nya.
Julian kemudian menjelaskan kepada Elenor posisi apa yang akan Elenor isi di perusahaan.
__ADS_1
Julian menempatkan Eleanor sebagai marketing yang baru di perusahaan.
Karena posisi itulah yang saat ini sedang kosong. Karena posisi itu sebelum di isi oleh karyawan yang baru saja mengundurkan diri.
Dan mulai hari itu, Elenor resmi menjadi seorang marketing.
Dan Elenor pun tidak banyak melakukan protes.
Setelah paham dengan apa-apa yang menjadi tugasnya. Julian kemudian mengantarkan Elenor ke ruang kerjanya.
Di ruangan itulah Elenor akan beraktivitas menjalankan tugas-tugasnya sebagai seorang marketing perusahaan.
"Selamat memulai pekerjaan mu dengan semangat Elle. Daddy yakin kau akan semakin berkembang dan semakin paham bagaimana mengurus perusahaan. Daddy tingal dulu ya." ucap Julian pada Elenor.
"Terimakasih Dad,"
Di hari pertamanya ia bekerja. Elenor tidak mengalami kesulitan berarti.
Saat ia di berikan arahan pada salah seorang marketing yang lainnya. Elenor bisa dengan cepat beradaptasi.
Dan kini ia memulai berkutat dengan berbagai file dan dokumen yang harus ia pelajari.
Novel selanjutnya insyaallah untuk bulan Oktober ttg perjalanan cinta Elenor ππ₯°π€
__ADS_1