
Senyum Dave langsung merekah sempurna. Setiap kali ia pulang bekerja dan mendapati Valerie telah menunggunya di atas rajang.
Dimana ranjang itu telah menjadi tempat favorit mereka dalam memadu kasih. Dan menjadi tempat saling mengobrol asik jelang beristirahat di malam hari.
Valerie pun langsung tersenyum setiap kali mendapati sang suami yang telah kembali setelah seharian penuh bekerja.
"Malam sayang." sapa Dave pada Vale. yang kemudian langsung mencondongkan tubuhnya kearah Valerie dan memberikan kecupan bibir dengan lembut dan dalam.
Sejenak Valerie di buat hanyut oleh ciuman bibir memabukkan yang di ciptakan Dave. Sebelum dirinya benar-benar hanyut dan akhirnya menyerah. Vale sadar saat ini suaminya belum steril.
"Mandilah dulu sayang. Jika mau dekat dengan ku kamu harus bersih." ucap Vale sambil mendorong dada Dave dengan susah payah.
Dave pun terkekeh dan gemas melihat sikap Vale yang selalu membuat nya bahagia dan sempurna menjadi seorang pria.
"Baiklah aku mandi dulu. Tapi aku belum selesai ya, nanti kita teruskan lagi." imbuh Dave sambil menjauhkan dirinya dari Vale. Kemudian ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Kakak Elle, aku kangen sama Mama dan Papa!" seru Louis pada Elenor ketika mereka sama sama hendak tidur.
"Papa sedang temani Mama Jenna berobat. Louis sama Kakak di sini. Nanti Papa pasti akan segera pulang sama Mama." ucap Elle mencoba untuk menenangkan sang adik.
"Tapi aku ingin pulang kak Elle. Aku ingin pulang!" rengek Louis.
" Louis, ingat pesan Papa. Kamu tidak boleh nakal dan menangis!" seru Elenor pada sang adik yang mulai merasa tidak betah berada di tempat asing.
"Sini! Mendekat sama Kakak." Louis kemudian mendekatkan dirinya lebih dekat pada Elenor.
"Ada Kakak di sini. Tidurlah." ucap Elle, bernada lembut sambil memeluk Louis.
"Elle, Louis, kalian belum tidur?" sapa Valerie, ketika ia saat itu mengecek Elle dan Louis apakah sudah tidur atau belum.
"Mom," seru Elle memangil Mommy nya.
Vale kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat tidur di mana Elle dan Louis telah berada di sana.
__ADS_1
Vale kemudian duduk di tepi ranjang sambil mengusap wajah Elle dan Louis bergantian.
"Kamu sweet sekali Elle sama Louis. Mommy bangga dengan mu. Kau begitu sayang dengan Louis."
"Daddy selalu ajarkan Elle untuk menyayangi Louis. Nanti jika baby di perut Mommy sudah lahir. Elle juga akan sayang dia." ujar Elenor sambil tersenyum manis.
"Anak ku!" seru Vale yang merasa begitu takjub dengan sifat Elenor yang penyayang dan lembut. Vale kemudian melabuhkan ciuman di kening Elenor. Lalu Vale juga mencium pipi Louis.
"Kalian tidur ya, sudah malam." ucap Valerie, yang kemudian ia mematikan lampu utama dan menyalah lampu tidur yang ada di sisi tempat tidur mereka.
"Selamat malam anak anak pintar." seru Vale pada Elle dan Louis setelah ia kini telah berada di ambang pintu.
"Selamat malam Mommy." jawab Elle.
"Selamat malam Onty Valerie." jawab Louis.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Kamu dari mana sayang?" tanya Dave yang ketika itu sudah selesai mandi dan sudah berada di tempat tidur.
Melihat sang istri yang sedikit meringis menahan sakit di pinggangnya langsung di respon oleh Dave. Ia langsung beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Valerie.
"Pinggang mu kenapa sayang? Sakit!" tanya Dave nampak kawatir.
"Hal normal yang di rasakan oleh semua wanita hamil Dave." jawab Valerie. Yang kemudian ia beranjak naik ke tempat tidur. Dave dengan sigap dan siaga menyusukan beberapa bantal agar Vale bisa lebih nyaman bersandar.
"Terimakasih Dave" ucap Vale, merasa begitu diperhatikan oleh Dave.
"Jangan berterima kasih pada ku Valerie. Aku yang harus berterima kasih kepada mu. Kau mengandung anak ku saat ini. Kau yang merasakan semua rasa letih dan segala macam rasa sakit saat kau mengandung benih ku. Aku tidak merasakan sakit apapun. Jadi sudah seharusnya aku harus siaga untuk mu. Maafkan aku."
"Kenapa kau malah minta maaf?" tanya Vale bigung.
"Karena kau mau menanggung semua rasa sakit itu demi anak ku." jawab Dave sambil menatap iris mata Valerie dengan begitu dalam dan intens. Vale pun juga memandang dengan tatapan dalam netra Dave yang begitu teduh dan yang sangat ia cintai itu.
"Hanya kau seorang pria yang mencintai ku penuh dengan rasa pemujaan. Dan memperlakukan aku begitu baik. Bahkan kau tidak ada cela sama sekali di mata ku Dave. Sebaliknya aku hanya punya cinta untuk mu. Aku tidak punya apa apa selain cinta."
__ADS_1
"Kau bicara apa Vale. Kamu adalah wanita sempurna. Karena dirimu aku menjadi pria sempurna. Cinta mu itu segalanya bagi ku. Harta ku bahkan tidak akan mampu untuk menyaingi betapa aku bahagia memiliki sesuatu. Dan memiliki mu adalah harta terindah nomer satu dalam hidup ku. Aku belum pernah sebahagia ini dan sesempurna ini menjadi seorang laki-laki. Terimalah sayang." Dave kemudian melabuhkan kecupan ke kening Valerie.
"Bagaimana dengan pinggang mu? Masih sakit?"
"Sedikit." jawab Vale.
"Aku bantu hilangkan rasa sakit nya yang tingal sedikit itu ya." ujar Dave.
"Memangnya kamu bisa? Bagaimana cara nya?" tanya Vale dengan polosnya.
"Tentu saja ada caranya. Caranya alami. Kamu pasti suka." jawab Dave sambil menyeringai penuh arti. Vale pun kemudian berfikir. Ia mencoba untuk mengartikan tatapan menggoda yang Dave layangan padanya.
"Hemmm, aku tau maksud mu." jawab Valerie.
"Apa?" tantang Dave.
"Kau pasti ingin menengok baby yang ada di dalam." mendengar itu Dave langsung terkekeh-kekeh.
"Bagaimana kau bisa semengemaskan begini sayang. Aku jadi tidak sabar ingin menerkam mu sekarang." ancam Dave.
"Aku rasa kau tidak akan menerkam ku." ledek Vale.
"Kenapa tidak, dokter kan bilang boleh. Bahkan kita masih sering melakukannya. Kenapa kamu tiba tiba tidak mau. Jangan mencoba ingin menghindar Valerie." ucap Dave yang kemudian ia mencodongkan tubuhnya ke arah Valerie. Dan membuat Valerie makin dalam merebahkan tubuhnya di atas bantal.
"Kau cantik sekali, dan seksi." puji Dave ketika kini Valerie sudah berada da dalam kungkungannya.
"Kau juga tampan dan baik hati." puji balik Valerie sambil meletakkan satu tangannya ke pipi Dave.
"Jadi, boleh ya aku menengok baby kita di dalam." ucap Dave lagi dengan suara lembut dan menggoda. Valerie dengan mata bulat penuhnya memperhatikan wajah sang suami yang nampaknya begitu ingin itu.
Dan akhirnya, permintaan Dave di jawab dengan anggukan kepala oleh Valerie.
Hal itu sudah membuat Dave langsung merekahkan senyumnya. Tak mau buang waktu. Dave langsung mematikan lampu utama dan menggantikannya dengan lampu temaram.
Dan, sepasang suami istri itu kini sedang menjalani rutinitas mereka untuk berbagi kenikmatan bersama dalam indahnya penyatuan. 🥰
__ADS_1