Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Elenor : Berduan di rumah


__ADS_3

"Berapa lama kamu akan pergi ke Boston?" tanya Alden kepada kakaknya Isabella.


"Mungkin sekitar 2 mingguan. Aku pergi ke Boston untuk urusan pekerjaan. Perusahaan yang menyuruhku untuk pergi ke sana. Ada beberapa hal yang harus aku urus. Dan itu mengharuskan aku untuk tingal di sana sementara" ucap, Isabel. Sambil memasukkan beberapa potong baju ke dalam koper miliknya.


Saat itu Alden sedang menemui Isabel di kamar sang kakak.


"Dan kau, kau harus tetap tinggal di rumah. Jangan keluar tengah malam. Dan ingat, di sini sekarang ada Elenor. Tugasmu sekarang untuk menjaga Elenor juga." ucap Isabel, mengintimidasi sang Adik.


"Semenjak ada Elenor, aku sudah seperti seorang bodyguard saja. Tidak hanya kamu, Daddy dan juga Om Julian juga sama. Selalu mengingat kan aku untuk menjaga Elle."


"Maklum saja Alden, Elle itu masih sangat baru di sini. Dia belum begitu paham dengan lingkungan di sekitar sini. Lagi pula dia kan anaknya Om Julian."


"Sayangnya dia masih 17 tahun. Coba dia lebih dewasa sedikit. Pasti aku akan mengencaninya." kelakar Alden.


Isabelle kemudian mengambil sebuah map yang ada di sampingnya. Dan ia memukulkan map itu ke kepala sang Adik.


"Jaga sikapmu, jika kau berani macam-macam dengan Elenor. Kau pasti akan dibunuh oleh Om Julian. Elenor adalah anak kesayangan Om Julian. Jadi, jangan macam-macam dengannya." ancam Isabel.


"Ya aku tahu, aku hanya bercanda."


"Tapi jujur, dia itu sangat cantik sekali. Selain cantik, Elle juga sangat cerdas." puji Alden


"Dia itu lebih cocok menjadi adikmu. Jangan naksir dengannya. Kau sangat tidak cocok dengan Elle." imbuh Isabel lagi. Yang terlihat bawel menceramahi sang Adik.


"Tumben Elenor belum pulang?" ucap Isabel yang kemudian merasa kawatir.


"Dia ada tambahan jam kuliah." jawab Alden.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Ellen baru kembali pulang ke rumah ketika hari sudah malam. Saat ia baru saja masuk. Isabel sudah menyambut kedatangan Elenor.

__ADS_1


"Elle, baru pulang?"


"Hai Kak, iya. Tadi ada tambahan jam materi kuliah." jawab Elle sambil melepaskan sepatunya. Dan kemudian ia menaruh sepatunya di balik pintu.


"Sudah makan malam apa belum Elle?" tanya Isabel pada Elenor.


"Ya, tadi aku sudah makan di cafetaria di kampus. Apa Kak Isa akan pergi?" tanya Elenor ketika ia melihat sebuah koper berada di ruang tamu.


"Iya, aku akan pergi selama dua pekan kedepan. Jadi, kau hanya berdua saja dengan Alden. Kau tenang saja, adik ku tidak akan macam macam dengan mu. Jika dia macam macam telpon aku." ujar Isabel, Elenor hanya tersenyum tipis menanggapi gurauan Isabel.


"Jam berapa Kak Isa akan berangkat?"


"Sebenar lagi, ini aku sedang memesan taksi."


Dan tak lama kemudian, taksi yang di pesan oleh Isabel telah datang.


"Alden, ingat. Kalau pergi jangan pulang larut malam. Ada Elenor." pesan Isabel sebelum ia masuk kedalam mobil taksi.


"Iya aku tau Kak. Jangan bawel, seperti baru kali ini aj kamu pergi." keluh Alden.


"Bye Elle." ucap Isabel sambil melambaikan tangannya pada Elenor.


"Bye Kak Isa."


Setelah mobil taksi yang membawa Isabel sudah tidak terlihat lagi dari pandangan mereka. Alden dan Elenor pun kemudian masuk kembali ke dalam rumah.


"Kak Alden, aku naik ke kamar dulu. Ada tugas kuliah yang harus aku kerjakan." ucap Elenor yang ingin segera naik ke kamarnya.


"O, ya Elle, pergilah ke kamar mu."


Elenor pun langsung bergegas menaiki anak tangga dan langsung masuk ke kamar nya.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar. Elenor langsung mengunci kamarnya dari dalam.


Meskipun ia tau Alden tak akan berbuat hal yang macam-macam. Tetap saja, ia harus menjaga dirinya sendiri.


Kepribadian Elenor yang tertutup dan sebenarnya ia juga pribadi yang pendiam. Membuat Elenor lebih banyak sendirian berada di kampus. Meskipun ia sudah kenal dengan beberapa teman.


Elenor lebih suka melakukan sesuatu sendiri dari pada berkumpul dengan beberapa orang.


Meski begitu, Elenor bukanlah seseorang yang alergi untuk berinteraksi dengan orang lain.


Saat Elenor sedang fokus mengerjakan tugas kuliahnya. Ponselnya berdering. Elenor langsung meraih ponselnya dan kemudian mengangkat panggilan video call tersebut.


"Mom." Sapa Elenor pada Valerie.


"Hai Elle, rutinitas biasa sebelum tidur." ucap Vale sambil tersenyum ke arah kamera ponsel. Dan senyuman Vale biasa dengan sangat jelas Elenor liat.


Dan seperti biasa, ibu dan anak itu melakukan percakapan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hari demi hari di lewati begitu bersemangat oleh Elenor selama berada di Amerika.


Berada jauh dari kedua orang tuanya tidak membuat Elenor menjadi seseorang yang manja. Meskipun dirinya terlahir dari sebuah keluarga yang kaya. Elenor tidak lantas punya sifat manja


Ketika Elle penumpang untuk tinggal bersama Alden dan Andrea pun dia benar-benar hidup mandiri.


Elle melakukan segala aktivitas saya sendiri. Dan bahkan, ia sempat membersihkan rumah tinggal Alden di saat Alden sedang tidak ada di rumah.


Julian dan Vale selalu mengajarkan Elenor untuk mandiri dan tidak tergantung pada siapapun. Pernah hidup dalam kesulitan, membuat Vale mengajarkan kemandirian pada anak anak nya.


Kegiatan Elenor selama berada di Amerika hanyalah untuk berkuliah, pulang beristirahat, belajar dan melakukan beberapa kegiatan yang lainnya bisa membuat dirinya tidak merasa bosan.

__ADS_1


__ADS_2