
Empat Tahun kemudian
Elenor kini telah menyelesaikan studi kuliahnya. Dan ia lulus dari Universitas Harvard setelah 4 tahun lamanya ia berkuliah di sana.
Dan kini, ia pulang dengan membawa dua gelar sekaligus. Yaitu gelas S1 dan S2. Kecerdasan yang di miliki Elenor membuat ia bisa cepat menyelesaikan kuliahnya.
Elenor bener-bener serius dalam menjalani pendidikannya selama berada di Amerika.
Dan banyak hal yang sudah ia dapatkan selama ia berkuliah di negeri Paman Sam tersebut.
Tidak hanya pengalaman akademik tapi Elenor juga mendapat pengalaman spiritual.
Elenor kini tumbuh menjadi seorang wanita yang sangat mandiri, cerdas dan juga sangat terampil dalam bidangnya.
"Selamat datang kembali ke rumah Elle." ucap Julian, menyambut kedatangan Elenor yang saat itu baru saja pulang dari Amerika dan langsung menuju Mansion. Tempat tinggal Daddy nya Julian.
"Terima kasih Dad, aku sudah sangat rindu berada di rumah. Dan sudah sangat merindukan bisa kembali bersama Daddy dan Mommy." ucap Elenor sambil menatap wajah Julian yang kini telah berusia senja itu.
"Daddy memberikan kebebasan untukmu Elle. Sebelum nanti kau benar-benar harus meneruskan mengurus perusahaan. Daddy hanya punya kamu dan Louis. Sekarang Louis sudah belajar untuk bisa mengelola perusahaan.Tapi karena kau baru saja pulang. Daddy tidak ingin langsung memaksa mu. Daddy memberikan kamu kebebasan. Mungkin kamu ingin merasakan pengalaman bekerja di perusahaan lain. Itu juga tidak masalah." tutur Julian.
"Nanti Elle akan pikirkan Dad. Elle ingin santai dulu." jawab Elenor sambil tersenyum tipis pada Daddy-nya.
"Mama Jenna ada di kamarnya. Ayo temuin dia dulu. Kesehatannya dalam beberapa bulan ini menurun." ujar Julian.
Elenor pun kemudian langsung bergegas untuk menemui Mama Jenna di kamarnya.
"Ma!" seru Elenor pada Jenna. Begitu mereka kini saling bertatapan.
"Elle, kau sudah kembali." ucap Jenna yang kini duduk di sebuah kursi yang ada di kamar.
Elenor kemudian langsung bergegas ke arah Jenna dan memeluk wanita yang kini sedang tidak dalam kondisi baik tersebut.
__ADS_1
"Sehat selalu Ma. Jangan sakit, Mama harus menyaksikan aku dan Louis menikah suatu saat nanti." ucap Elle yang kini duduk di sisi tempat tidur sambil menatap ke arah Jenna.
"Mama selalu bersemangat Elle. Mama bangga dengan mu. Kau sudah lulus kuliah dengan dua gelar sekaligus. Seandainya Louis juga mau berkuliah di Amerika."
"Louis sangat sayang Mama. Dia tidak mau meninggalkam Mama. Makanya dia memilih untuk tetap kuliah di sini. Mau kuliah di mana saja itu sama saja Ma. Yang penting kan belajar. Oya, di mana Louis?"
"Mungkin dia sedang hangout bersama teman temannya. Jika hari libur m, dia selalu begitu. Jarang di rumah."
Setelah berbincang bincang ringan dengan Jenna. Elenor kemudian pergi ke kamarnya.
Sudah sangat lama ia tidak tidur di kamar sendiri. Dan kini, kamar itu juga telah di ubah. Seluruh ruangannya di desain khusus oleh Julian untuk menyambut kedatangan kembali sang putri tercintanya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"Wah yang baru pulang dari Amerika." ledek Louis, ketika ia melihat Elenor sedang berenang di kolam renang yang ada di Mansion.
"Hai Louis,." sapa Elenor, yang kemudian ia berenang ke tepian dan menghampiri sang adik yang baru saja pulang itu. Louis dan Elenor pun saling tos.
"Bos'. Kau yang akan jadi bos. Aku belum tertarik untuk bekerja. Aku ingin traveling berkeliling dunia dulu. Sebelum aku benar-benar memantapkan diri untuk bekerja di perusahaan Daddy." ucap Elenor yang saat itu telah keluar dari kolam renang dan ia mengenakan jubah handuk untuk menutupi tubuhnya.
Elle dan Louis kemudian melanjutkan obrolan mereka di kursi yang ada di sisi kolam renang.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Julian nampak tersenyum manis ketika ia melihat dua buah hatinya sedang mengobrol santai di tepian kolam renang. Ia bisa melihat dari tempat ia saat ini berdiri. Louis dan Elenor terlihat mengobrol santai dan sesekali mereka saling becanda.
Saat itu Julian tengah berada di ruang kerjanya.
Beberapa hari ini, ia telah memikirkan sesuatu untuk bisa ia berikan pada Elenor dan juga Louis.
Bahkan, Julian juga telah menulis sebuah wasiat untuk bisa di berikan pada kedua anaknya tersebut.
__ADS_1
Dalam surat wasiat itu. Julian telah membagikan seluruh kekayaannya untuk di berikan sama banyaknya untuk kedua anaknya.
Karena dirinya kini telah berusia senja dan sang istri juga telah sakit sakitan. Membuat Julian terpikir untuk menulis sebuah wasiat. Agar kedepannya kedua anaknya tidak saling mempertanyakan hak mereka.
Walau Julian tau, baik Louis dan Elenor tidak akan mempermasalahkan soal harta. Dari kecil hingga dewasa. Julian memperlakukan Elenor dan Louis sama. Meskipun mereka terlahir dari rahim yang berbeda.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"Dad, aku akan pergi ke rumah Mommy. Mungkin Elle tidak akan pulang untuk malam ini. Elle akan menginap di rumah Mommy." pamit Elenor pada Daddy-nya Julian.
"Hari hati Elle. Salam buat Mommy mu dan Dave." ucap Julian.
"Iya Dad, nanti aku salam kan." setelah pamitan pada Julian. Elenor kemudian menaiki mobilnya untuk pergi ke Mansion Mommy nya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"Elle." pangil Vale pada Elenor, ketika melihat Elenor sudah tiba di Mansion.
"Apa kabar Mom?" seru Elle sambil memberikan pelukan hangat untuk Mommy nya.
"Kabar Mommy baik sayang. Mommy sangat merindukan mu." ucap Vale dengan memeluk begitu erat tubuh sang putri.
"Maaf, kemarin aku langsung ke rumah Daddy. Dan baru hari ini aku kemari." ujar Elenor.
"Tidak apa apa sayang. Ayo kita ke ruang tengah. Kita bisa santai mengobrol di sana" ucap Vale, sambil menggandeng tangan Elenor untuk menuju ruang tengah.
"Di mana Audrey dan Kendrick?" tanya Elenor, menanyakan kedua adiknya yang lain.
"Mereka sedang keluar bersama Dave. Entah mereka pergi ke mana." ucap Vale sambil mengambil putri nya sebuah minuman softdrink.
Mereka kemudian melanjutkan obrolan di ruang tengah dengan santai.
__ADS_1