
Valerie dan Dave terlihat sama sama merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Setelah seharian penuh mereka menyambut kedatangan tamu yang mereka undang.
Rasa lelah dan letih sepertinya sedang menyerang mereka pada saat itu.
Mereka tidak menyangka jika kedatangan para tamu pada acara syukuran di hari itu menjadi sebuah pertemuan yang berlangsung menyenangkan.
"Apa kau lelah sayang." tanya Dave yang masih rebahan di atas tempat tidur.
"Sangat. Dan sepertinya aku butuh berendam air hangat. Mumpung Baby Ken masih bersama babysister." ujar Valerie yang juga masih rebahan di atas tempat tidur.
"Ide yang bagus. Kalau begitu ayo kita berendam bersama." ujar Dave yang seketika langsung bangkit dari rebahannya..
Ia begitu bersemangat saat Vale ingin berendam air hangat.
"Tidak ah, aku tidak jadi berendam air hangat kalau begitu."
"Kenapa?" tanya Dave bingung. Padahal ia sudah sangat antusias dan bersemangat.
"Aku belum siap melayani mu kembali. Bukan karena aku tidak mau. Tapi ada jahitan di kewanitaan ku. Aku takut kamu tidak terkendali nanti." ujar Valerie yang kemudian ia bangkit.
"Hemmm, padahal aku sudah puasa lama!" seru Dave, yang kini ia kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kamu harus bisa menunggu lagi untuk beberapa bulan kedepan." Ucap Valerie, yang kemudian ia bergegas menuju meja riasnya dan melepaskan aksesoris yang melekat pada kedua kupingnya.
"Aku mandi dulu, Kendrick pasti sudah haus." Valerie kemudian berlalu dari meja rias dan berlalu ke kamar mandi. Meningalkan sang suami yang sudah yang masih rebahan.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Dave! Apa yang kamu lakukan." seru Valerie, ketika ia sedang asik mandi tiba tiba Dave datang dan menyusul nya ke kamar mandi.
Bahkan ia sudah melepaskan semua pakaiannya dan ikut lemburkan dirinya bersama Valerie yang kala itu sedang berada di bawah guyuran air shower.
"Aku hanya mandi. Bandan ku juga lengket." ujar Dave yang begitu santai nya mengambil alih gagang shower nya dan mengarah kan padanya.
__ADS_1
"Memangnya kamu tidak bisa menunggu!" protes Valerie.
"Sudahlah sayang jangan banyak ptotes. Aku tidak akan apa apa kan kamu." jawab Dave.
Vale hanya bisa menghela nafas berat dan pasrah.
Tapi, ternyata, Dave tidak benar-benar bisa diam. Dave tiba tiba memeluk Vale dari belakang. Dan memainkan sumber ASI milik Baby Kendrick.
Dan, apa yang terjadi selanjutnya. Hanya Dave dan Valerie yang tau kejadian apa yang berlangsung di dalam kamar mandi.🤭
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Lain kali aku harus mengunci pintu kamar mandi kalau aku sedang mandi. Takut ada penyusup!" seru Vale sambil mengeringkan rambut nya yang basah dengan hairdryer.
Dave hanya terkekeh mendengar gerutuan sang istri.
"Aku hanya bermain dengan sumber ASI Kendrick. Aku tidak bermain dengan yang di bawah sana kan." ucap Dave bisa bisa nya membela diri.
"Dan tadi itu luar biasa. Ukurannya jauh lebih besar dari biasanya." ledek Dave.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Malam yang begitu tenang dan menenangkan.
Valerie malam itu tertidur pulas di samping Dave dengan posisi posesif seperti biasa.
Tiduran sambil memeluk tubuh Dave dengan begitu eratnya.
Seolah-olah Dave adalah guling hidup yang bisa membuat tidurnya jauh lebih nyaman dan nyenyak.
Belum lama Dave menikmati tidurnya. Dave nampak mengerjabkan kedua matanya saat mendengar rengekan Baby Ken.
Semenjak ia memiliki Baby. Dan bayinya juga tidur di dalam kamarnya. Dave sudah tidak bisa lagi menikmati tidurnya dengan tenang seperti biasa.
__ADS_1
Setiap malam, ia sudah terbiasa dengan suara rengekan dan tangisan baby Ken.
Dengan mata yang masih mengantuk. Dave terbangun dan ia melangkahkan kakinya menuju tempat tidur bayi yang berada tak jauh dari ranjangnya.
"Hai bos'. Apa kau haus?" celoteh Dave sambil mengangkat tubuh mungil baby Kendrick.
Sejenak, Dave menciumi wajah Baby Ken dengan begitu gemasnya.
"Vale, sayang. Bangun! Kendrick sepertinya haus." Dave dengan pelan membangunkan Valerie.
Valerie kemudian terbangun dan ia pun langsung duduk bersandar pada headbord tempat tidur.
"Hai Ken, anak Mommy haus ya." dengan segera Valerie mengeluarkan sumber ASI dari balik bajunya. Dan kemudian ia menyusuri putranya.
Dave yang berada di sisi Valerie pun nampak terpukau dengan sifat ke ibu an Valerie.
"Kau manis sekali sayang. Aku semakin mencintai mu."
"Kau selalu bilangan "semakin mencintai ku" setiap hari Dave ."
"Karena aku memang semakin mencintai mu sayang."
"Terimakasih untuk semua cinta dan ketulusan mu Dave. Aku tidak pernah menyangka jika kau adalah belahan jiwa ku. Aku merasa selalu terkoneksi dengan mu. Saat kamu mengalami kecelakaan helikopter waktu itu. Rasanya separuh jiwa ku pergi. Aku bigung dan tidak tau harus berbuat apa."
"Aku juga berterimakasih kepada mu Vale. Pernah hidup bersama dengan seseorang, aku tidak pernah merasakan sebahagia ini sebelumnya. Dan kini aku yakin. Kaulah belahan jiwa ku yang sesungguhnya. Tetaplah bersama ku sampai kita menua bersama. Dan sekarang kebahagiaan kita sudah lengkap dengan kehadiran Kendrick. Aku merasa telah menjadi Pria sempurna dan paling bahagia sekarang. Terimakasih istriku."
Vale kemudian meletakkan kepalanya pada bahu Dave. Dan Dave merangkul pundak Vale dari belakang yang kala itu masih menyusui Baby Ken.
Sepasang suami istri itu kini saling merasakan dan menikmati perasaan cinta mereka dengan sepenuh hati. Saling memiliki, saling menyayangi, serta membahagiakan.
Kisah tentang perjalanan Valerie dan Dave ending sampai di sini ya gaes, beberapa bab lagi akan aku tulis tentang kisah Elenor remaja. Terimakasih kasih sudah membaca kisah Valerie dan Dave.
Kenalin ni, Elenor Valencia Alexander remaja,
__ADS_1