Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Di tinggal


__ADS_3

Dave nampak menghela nafas panjang, sesaat setelah ia membaca email masuk yang ada di laptopnya.


Permasalah tentang perusahaan yang berkantor di Dubai sepertinya memang membutuhkan dirinya untuk cepat ia kendalikan dan selesaikan.


Setelah berfikir sejenak. Akhirnya Dave memutuskan untuk pergi ke Dubai dan mencoba untuk menangani permasalahan perusahaan yang ada di sana.


"Jeffrey, siapkan carteran pesawat untuk bisa pergi ke Dubai malam nanti. Jadwal kan pekerjaan ku untuk beberapa hari kedepan di Dubai. Dan siapkan juga Hely ku untuk bisa di gunakan untuk meninjau lokasi proyek di Dubai. Aku tidak mau membuang waktu ku di sana. Aku ingin masalah yang ada di sana cepat segera bisa di tangani. Agar aku bisa kembali ke Indonesia. Istri ku sedang hamil besar. Aku tidak mau meninggalkannya lama lama." perintah Dave pada asisten pribadinya.


"Siap Pak. Saya akan jadwal semuanya. Dan saya akan urus semua perintah Bapak." jawab Jeffry yang saat itu menghadap ke ruangan Dave.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Singapore


Jenna saat ini masih di rawat secara intensif di ruang pemulihan.


Operasi yang di lakukan kemarin telah berhasil.


Tetapi keadaan Jenna saat ini masih lemah dan masih butuh penanganan khusus tim dokter.


Julian dengan setia menemani Jenna di kamar pemulihan. Sambil menunggui sang istri. Di sana Julian juga di sambi mengurus pekerjanya melalui laptop.


"Julian!" panggil Jenna dengan nada suara lemah. Julian pun kemudian langsung bergegas ke arah Jenna yang kala itu memanggilnya.


"Ya Jen, ada apa? Bagaikan keadaan mu?" tanya Julian yang melihat sang istri kini telah terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Sudah lebih baik. Aku kangen Louis. Tidak bisakah kamu ajak Louis kemari. Mintalah izin pada gurunya untuk beberapa hari. Keadaan ku juga sudah jauh membaik. Mungkin jika ada Louis di sini aku akan semakin lebih baik. Aku sangat merindukannya." ujar Jenna dengan nada suara lemah.


"Apa tidak sebaiknya Louis tetapi bersama Elle di rumah Dave. Louis baik baik saja disana sayang. Jangan kawatir." ucap Julian mencoba untuk menenangkan Jenna.


"Iya aku tau Louis baik baik saja. Tapi aku rindu dengannya. Di sini kan sudah ada perawat yang menjaga ku. Kau bisa ke Indonesia dan jemput Louis. Ini kan kamar eksklusif. Ajak juga babysister Louis untuk bisa menjaga Louis selama berada di sini. Dengan begitu aku rasa, aku pasti akan cepat pulih. Karena ada Louis di dekat ku. Dan aku bisa kembali pulang ke Mansion."


"Ya sudah nanti aku pikirkan. Aku akan melakukan apa saja agar kau segera pulih." ucap Julian sambil menyentuh pipi Jenna.


"Terimakasih untuk selalu ada di sisi ku Julian."


"Sudah seharusnya aku ada di sisi mu Jen." jawab Julian dengan tersenyum manis.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Jakarta


"Mungkin kurang lebih satu Minggu. Tapi aku usahakan akan kembali sebelum satu Minggu. Jika tidak karena darurat, aku sebenarnya tidak ingin pergi. Aku sudah janji dengan mu kan. Akan menemanimu saat melahirkan. Aku juga tidak ingin kehilangan momentum berharga bisa menemani mu melahirkan." ucap Dave yang sebenarnya sangat berat hati untuk meninggalkan Vale di masa masa jelang melahirkan.


"Prediksi dokter masih dua Minggu lagi. Semoga saja dia akan lahir di saat kamu sudah kembali." jawab Vale dengan perasaan sedikit sedih. Entah kenapa perasaan nya tidak enak saat akan di tingalkan oleh Dave.


Dave yang menyadari jika sang istri sedang bersedih. Kemudian ia berjalan ke arah Vale.


Lalu Dave memeluk Valerie dari belakang. Ia memeluk Vale sambil meletakkan kedua telapak tangannya ke perut buncit wanita yang tengah hamil 9 bulan itu.


"Dia pasti akan lahir menunggu Daddy-nya." ucap Dave, kemudian ia mengecup pipi Vale dari samping.

__ADS_1


Valerie kemudian berputar dan kini ia menatap wajah Dave dengan jarak yang begitu dekat.


"I Love You Dave. My Lovely Husband."


"I Love You More My Lovely Wife."


Dave dan Vale kemudian saling mendekatkan wajah mereka. Kemudian mereka pun berciuman.


Vale dengan manja mengalungkan kedua tangannya ke leher Dave. Dan Dave pun dengan posesif merangkul pinggang Valerie.


Tapi karena perut Vale makin besar. Rangkulan itu seperti ada ganjalan di tengah-tengah.


"Perut mu yang besar ini menyadarkan aku jika aku tidak bisa mengeratkan diri ku ke tubuh mu lebih erat lagi." ujar Dave sambil terkekeh.


"Dia adalah bukti dari cinta kita berdua."


"Aku mencintaimu juga sayang." ucap Dave yang kemudian menurunkan kepalanya ke arah perut buncit Vale. Kemudian Dave mencium perut buncit Vale dengan ciuman penuh ketakjuban dan sayang.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Atas permintaan Jenna. Akhirnya Julian malam itu terbang ke Indonesia untuk menjemput Louis.


Rencana ia akan kembali ke Singapore ke keesokan harinya.


Setibanya di Jakarta. Julian langsung menuju Mansion. Dan menyuruh babysister Louis untuk bersiap-siap. Karena esok hari akan di ajak untuk ke Singapore bersama dengan Louis.

__ADS_1


Rencananya Julian akan menjemput Louis besok pagi. Sekalian mereka akan langsung terbang kembali ke Singapore.


__ADS_2