
7 Bulan Kemudian
"Kemana Dave? Lama sekali." gerutu Valerie, ketika ia sedang menunggu sang suami yang belum juga muncul.
Saat itu Vale tengah bersantai sambil mengelar sebuah tikar di halaman belakang di Mansion.
Pada hari Minggu itu, Vale mengajak Dave untuk bersantai di halaman belakang rumah mewah mereka.
Mansion milik Dave memang bukan Mansion biasa.
Tetapi Mansion itu sengaja di buat dan di rancang oleh Dave secara khusus dan spesial untuk dirinya.
Ia memimpikan punya hunian yang nyaman, tenang dan aman.
Bahkan Dave juga telah merancang membuat banyak kamar di Mansion nya itu.
Agar kelak ketika ia sudah menikah dan punya anak. Anak anak nya akan merasa betah tinggal di Mansionnya. Ia juga menyediakan halaman yang sangat luas.
Dan impian Dave rupanya hampir saja akan terwujud.
Karena kini Valerie tengah hamil benihnya. Dan Usia kandungan Valerie saat ini telah memasuki bulan ke tujuh.
"Maaf sayang, tadi ada telepon penting." ucap Dave yang kala itu tengah berjalan kearah Vale.
Vale kemudian menengok ke arah sumber suara yang sudah sangat ia kenali itu.
"Kamu sudah hampir membuat ku kesal. Aku baru saja mau balik kembali ke Mansion." ujar Valerie dengan nada sedikit ketus.
Saat itu Vale mengenakan dress hamil berwarna merah muda bermotif bunga yang sangat pas ia kenakan.
"Maaf sayang, maaf." ucap Dave, yang kemudian ia langsung menghampiri Vale dan mencium kening Valerie dengan begitu sayangnya.
__ADS_1
Valerie pun kemudian langsung bersandar dengan manja di dada Dave yang kokoh itu.
"Belakangan kamu sangat sibuk Dave. Bahkan kau sudah lupa dengan ku." protes Vale.
"Itu tidak benar sayang. Aku tidak lupa dengan mu. Tapi aku akui, aku memang sibuk belakangan ini."
"Yeah, aku tau. Kau punya tangung jawab yang besar untuk perusahaan mu. Aku saja mungkin yang manja." ucap Vale sambil menikmati nyamanan bersandar pada Dave.
Valerie nampak menikmati piknik berduaan bersama sang suami yang sangat ia cintai di taman belakang di Mansion.
Dave lah yang sebenarnya telah merencanakan acara piknik di belakang rumah saat itu.
Kesibukannya sebagai seorang CEO dan seorang miliarder membuat Dave terkadang merasa sibuk dan tidak ada habisnya untuk pengurus pekerjaan.
Sedangkan saat ini kandungan Valerie makin bertambah besar dan pastinya Vale butuh perhatian lebih darinya.
Oleh sebab itu, Dave membuat acara piknik kecil kecil an di pekarangan rumahnya. Ia ingin menciptakan moment kebersamaan antara dirinya dan Vale.
Moments kebersamaan mereka dengan baby yang masih ada di kandungan Valerie.
"Mau perempuan atau laki-laki bagi ku sama saja. Aku tidak mempermasalahkan jenin kelamin nya. Yang penting dia sehat dan lahir dengan selamat. Dan yang tak kalah penting adalah. Kamu juga baik baik saja."
"Aku baik baik saja Dave. Kehamilan kedua ini jauh lebih mudah bila di bandingkan dulu saat aku hamil Elenor. Dulu aku sering sakit pinggang. Tapi hamil anak mu ini aku hampir tidak mengalami keluhan." Tutur Valerie.
"Apakah dulu Julian juga begitu perhatian dengan mu?"
Deg............
Pertanyaan Dave tak pelak membuat Vale tidak suka.
"Kenapa kamu selalu membahas dia!" seru Valerie, yang sepertinya tidak suka jika Dave selalu membawa bawa Julian DDI saat mereka sedang diskusi.
"Maaf sayang, aku hanya bertanya. Bukankah dulu kamu pernah hidup dengan nya."
"Tapi aku tidak suka membahas masa lalu. Aku hanya ingin membahas masa depan. Masa depan ku bersama mu Dave."
__ADS_1
"Ya sudah aku minta maaf." Dave selalu saja mengalah dan selalu berucap maaf pada Vale.
Bagi Dave, mau sebenar ataupun salah. Dia lebih senang jika di salahkan dan minta maaf. Dan Dave selalu membenarkan Cake meskipun Vale kadang salah.
Sambil berbincang-bincang ringan tentang masa depan. Baik Dave dan Valerie begitu menikmati kebersamaan mereka kala itu.
Dave dengan begitu sayang dan perhatian mengelus elus perut Valerie yang kian bulat itu.
"Dia bergerak." ucap Dave, ketika ia merasakan pergerakan bayinya dari dalam perut Vale.
"Dia selalu bergerak. Dia bayi yang sangat aktif."
"Seaktif Mommy nya di ranjang." gurau Dave.
"Dave!" protes Vale.
"Benar kan kamu memang sangat aktif. Bahkan semenjak kamu hamil kamu malah semakin agresif." ledek Dave makin menjadi.
"Dave, bisakah kau tidak membahas tentang ke keintiman kita. Nanti ada yang dengar." protes Valerie.
Dave hanya terkekeh mendengar protessan sang istri yang sebenarnya sangat membuat ia gemas saat itu.
"Kau adalah anugrah bagi ku Valerie." ucap Dave sambil memandang wajah Vale dengan tatapan penuh arti.
"Dan kau adalah malaikat ku. Kau selalu melindungi ku dan selalu ingin membuat aku bahagia. Selama hidup dengan mu aku selalu merasakan kebahagiaan Dave. Dunia ku terasa sempurna. Kau begitu meng ratu kan aku. Bahkan aku tidak yakin jika aku sudah me raja kan diri mu. Yang ku punya untuk mu hanyalah cinta yang tulus."
"Dan itu sudah cukup Valerie. Hiduplah dengan bahagia dengan ku. Dengan bekal cinta tulus mu untuk ku. Karena aku hanya perlu itu dari mu."
Valerie kemudian bangkit dan langsung duduk di pangkuan Dave.
"I Love You My Husband." ucap Vale sambil melingkarkan tangannya ke leher Dave dan menatap wajah Dave dengan intens.
"I Love You More." balas Dave.
Mereka pun kemudian saling mendekatkan wajah mereka. Dan tanpa ada rasa malu jika di liat orang.
Dave dan Vale saling berciuman dengan penuh kehangatan, kelembutan dan penuh cinta di tikar.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸