
Flashback on
"Jeffrey," pangil Dave pada asisten pribadinya.
"Pak, Bapak masih hidup!" ucap Jeffry dengan tatapan penuh kekagetan.
"Jadi mau mu aku mati!" seru Dave dengan nada suara tinggi.
"Ti.. tidak Pak. Tapi bagaimana ceritanya Bapak bisa selamat?" tanya Jeffry.
"Ceritanya panjang." ucap Dave.
"Cerita singkatnya bagaimana Pak?"
"Sebelum helikopter meledak, pilot dan semua penumpangnya telah terjun terlebih dahulu ke laut dengan mengunakan pelampung." jawab Dave singkat.
"Aku tidak punya waktu untuk bercerita panjang lebar kepada mu. Aku menemui mu untuk mencari tau kabar istri ku. Dia pasti sangat cemas memikirkan aku." ucap Dave yang kini wajah nya berubah dan di penuhi dengan rasa cemas.
"Astaga!" pekik Jeffrey sambil menepuk keningnya.
"Ada apa Jeff?' tanya Dave penasaran.
"Apa istri ku menghubungi mu? Apa dia menanyakan aku?" tanya Dave, kini wajahnya berubah kawatir.
"Jeffrey!" seru Dave.
"Bu Valerie menelpon saya. Dan saya menceritakan semua kejadian yang menimpa Bapak." tutur Jeffry.
"Apa! Kau menceritakan semua kejadian yang menimpaku! Siapa yang menyuruh mu untuk memberi tau istri ku tentang kejadian yang menimpaku!" seru Dave pada asistennya tersebut dengan sedikit emosi.
"Saya tidak tau jika Bapak selamat. Maaf kan kelancangan saya Pak." ujar Jeffry menyesal.
"Istri ku sedang hamil tua. Dia pasti sudah kepikiran tentang aku sekarang. Aku akan buat perhitungan dengan mu jika terjadi sesuatu dengan istri ku. Sekarang juga kamu siapkan pesawat. Untuk bisa membawa ku segera pulang ke Indonesia." jelas Dave dengan perasaan hati yang bergemuruh.
"Istri anda sudah bersama Mr Julian di sebuah rumah sakit. Bu Valerie sepertinya sudah mau melahirkan juga."
Mendengar kabar itu justru semakin membuat Dave meradang.
Di satu sisi ia memikirkan Valerie yang hendak melahirkan.
Dan di satu sisi lainnya ia sudah terbakar api cemburu pada Julian.
"Siapkan pesawat untuk ku sekarang juga!" teriak Dave yang sudah tidak bisa di bantah.
Flashback off
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
"Selamat Nyonya, Pak, bayi kalian laki laki." ucap sang dokter.
Vale dan Dave pun saling tersenyum bahagia penuh haru.
Vale yang masih terengah-engah mencoba untuk menetralkan nafasnya.
"Syukurlah, akhirnya aku bisa melahirkan mu dengan normal sayang." Ujar Valerie sambil menciumi kening bayinya yang saat itu langsung di letakkan di dadanya.
Sedangkan sang dokter melakukan penjaitan di organ kewanitaan Vale. Karena tadi ada tindakan pengguntingan di jalan lahir.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Beberapa jam setelahnya
Valerie kini telah di pindahkan ke ruang pemulihan.
Wanita dua anak itu seperti nya sangat kelelahan.
Terlihat bagaimana ia tertidur dengan begitu nyenyak dan pulas saat ini.
Seperti tidak ada lagi beban yang ia pikirkan. Tidak seperti sebelumnya yang pikirannya di penuhi dengan rasa kegalauan memikirkan sang suami.
Sedangkan di sisi lain, Dave terlihat begitu sangat bahagia menimang nimang putranya di dalam dekapan gendongannya.
Sambil mengayun-ayunkan bayinya dengan gerakan pelan. Dave tidak henti hentinya mengagumi wajah sang putra yang begitu tampan dan putih bersih itu.
Kehadiran bayi itu membuat Dave telah melupakan seorang wanita yang masih tergolek lemah tak berdaya. Yang berada tak jauh dari ia saat ini berdiri sambil menggendong putranya.
Seorang wanita yang telah berjuang melahirkan putranya dengan bertaruh nyawa dan merasakan pedihnya rasa sakit melahirkan.
Dave terkini terlalu diliputi rasa bahagia bersama putranya yang belum di beri nama itu.
Ketika sang putra terlihat bergerak-gerak dan mulutnya kini terbuka seperti membentuk huruf O.
Pada saat itulah, Dave memahami jika anaknya saat ini sedang haus.
Dave kemudian menatap ke arah Valerie. Dan Valerie sepertinya masih tertidur dengan begitu lelapnya.
Dave pun kini di antara tega dan tidak tega untuk pembangunan sang istri.
Tetapi semakin lama, putranya terlihat semakin kehausan. Dan hal itu membuat Dave terpaksa membangunkan Valerie.
"Sayang, Valerie bangun! Putraku sepertinya sedang keharusan." seru Dave dengan suara lembut. Tapi Vale nampaknya tidak bergeming.
"Sayang, ayo bangun dulu. Setelah putraku minum nanti kamu bisa tidur lagi." ucap Dave lagi.
Valerie kemudian mengerjabkan kedua matanya. Dan melihat Dave yang sedang menggendong bayinya.
__ADS_1
Dalam hatinya, Valerie merasa sangat bangga terhadap pria yang ada di hadapannya.
Seorang pria yang kini telah dipanggil Daddy.
Pria sempurna yang sangat ia cintai dengan sepenuh hati dan jiwanya.
Saat Vale melihat Dave yang sedang menggendong putranya.
Entah kenapa ketampanan pria itu kini semakin bertambah di mata Valerie.
Tetapi rasa takjub itu tidak berlangsung lama. Karena tiba-tiba saja Valerie memasang wajah cemberut.
"Berikan anakku pada ku." ucap Vale dengan nada ketus pada Dave.
Dan sikap Valerie yang tiba-tiba berubah membuat Dave bigung.
Tetapi Dave tidak terlalu memikirkan itu. Dave kemudian memberikan putranya kepada Valerie.
"Sepertinya dia haus." ucap Dave, sambil meletakkan putranya ke gendongan Vale.
Setelah bayinya kini telah berada di gedongan Valerie. Vale kemudian membuka kancing baju depannya. Dan ia hendak memberikan ASI kepada putranya.
"Jangan melihat ke arah ku. Kau duduk saja di sana. Aku tidak ingin kamu melihat aku sedang menyusuinya." ucap Vale dengan nada ketus sambil menunjuk ke arah sofa.
Lagi lagi hal itu membuat Dave terperanjat kaget.
Tetapi Dave adalah seseorang yang sangat cerdas. Ia tau saat ini Vale sedang merajuk terhadapnya.
Dave tau Valerie pasti kesal terhadapnya gara gara membuatnya kepikiran.
Dave pun menuruti keinginan sang istri.
Tanpa ingin membantah dan berdebat, Dave kemudian berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu.
Ia pun duduk di sana dengan wajah yang tersenyum senyum. Sambil melihat dan memperhatikan wanita yang begitu ia cintai itu sedang menyusui.
Baru kali ini Dave melihat seorang wanita dengan sifat keibuan yang begitu sempurna. Dan ia bersyukur bisa menikahi wanita seperti Valerie.
Wanita seperti Vale lah yang selama ini Dave cari cari. Yang selalu menurut dengan dirinya. Tidak banyak membantah dan memprioritaskan keluarga.
Dave juga suka dengan sifat manja Vale. Sifat manjanya itu lah yang membuat Dave makin mencintai Valerie.
Berbeda dengan mantan istri nya dulu. Yang punya sifat bersebrangan dengan Vale.
Yang maunya di pahami tapi tidak mau memahami dirinya.
Yang ada Dave selalu mengalah dan mengalah. Dan puncaknya. Ketika dirinya di tuduh mandul. Dave yang selama ini sudah sabar tidak lagi bisa sabar untuk menghadapi wanita seperti Mia.
__ADS_1
Dan perpisahannya dengan Mia kini justru berbuah manis. Ia bertemu dengan Vale dan kini ia telah mempunyai anak dari wanita yang begitu ia kagumi itu.