Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Kehangatan di Mansion Dave Enderson


__ADS_3

1 Bulan Kemudian


Sepasang suami istri terlihat masih sama-sama tertidur pulas di sebuah ranjang berukuran king size.


Tangan sang istri begitu posesif memeluk tubuh sang suami. Dan sang suami pun terlihat posesif mendekap erat tubuh sang istri.


Dave dan Valerie nampak masih tertidur pulas dan belum ada tanda-tanda untuk bangun di pagi itu. Meskipun hari sudah menunjukan pukul 7:30 pagi.


Ketika Vale masih ingin bermalas malasan di atas tempat tidur bersama sang suami. Karena hari itu adalah hari Minggu.


Rasa mual tiba-tiba menyeruak dari dalam perutnya. Dan seketika membuat Vale bangkit dari tidurnya.


Sejenak Vale terduduk di atas tempat tidur sambil memegangi mulutnya.


Dan Vale mencoba untuk menghilangkan mual itu dengan meminum air putih yang sudah disediakan di nakas.


Bukannya membaik, rasa mual itu justru semakin menjadi-jadi.


Sampai pada akhirnya, Vale tidak tahan dan langsung berlari ke kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi Vale langsung membuka closet dan memuntahkan semua isi perutnya di sana.


Valerie nampak lemas sesaat telah ia memuntahkan semua isi perutnya. Setelah itu, ia berkumur dan kembali ke kamar.


"Sayang aku dengar tadi kamu muntah-muntah?" tanya Dave yang langsung menghampiri sang istri dan kemudian membimbingnya untuk kembali duduk di sisi ranjang.


"Kamu sakit?" tanya Dave kawatir, sambil meletakkan telapak tangannya di kening Valerie.


"Entahlah, tiba-tiba perut ku tadi terasa mual dan aku tidak tahan lagi untuk tidak memuntahkan isi perutku." tutur Vale, sambil memijat-mijat pelipisnya.


"Apa kau salah makan tadi malam?" tanya Dave lagi.


"Aku rasa aku tidak salah makan. Mana mungkin aku salah makan Dave. Jika aku selalu dihidangkan makanan terbaik di rumah ini." ujar Vale sambil mengulas sedikit senyuman.


"Kita ke dokter ya. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu."


"Jangan terlalu khawatir seperti itu sayang. Mungkin aku hanya masuk angin. Sekarang juga aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah tidak lagi merasakan mual."


"Ya sudah kalau begitu. Ayo kita turun ke bawah untuk sarapan. Kau harus isi lagi perut mu." ucap Dave dengan begitu perhatian.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku akan panggil Elenor."


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Valerie kemudian keluar dari kamarnya dengan masih mengenakan baju piyamanya.


Ketika ia mengetuk pintu di kamar Elenor dan tidak ada jawaban.


Vale kemudian langsung membuka pintu kamar sang putri. Namun, sang putri sudah tidak ada di kamarnya.


Vale lalu menanyakan keberadaan Elenor pada salah seorang pelayan di rumah. Dan mereka memberi tau jika Elenor sedang berada di kebun bunga yang ada di pekarangan Mansion.


Dave sengaja membuatkan sebuah kebun bunga kecil spesial untuk Elenor.


Ceritanya, pada suatu hari, saat Dave, Vale dan Elle sedang berjalan-jalan bertiga. Elle nampak begitu mengagumi sebuah kebun bunga yang terhampar luar di sebuah tempat.


Karena Elle begitu mengagumi kebun bunga tersebut. Akhirnya Dave punya ide untuk membuatkan Elle kebun bunga di pekarangan yang ada di Mansion.


Dan kini kebun bunga itu menjadi tempat favorit Elle bersantai jika sedang berada di Mansion di rumah Dave.


Di taman itu tumbuh subur bunga matahari dan beberapa jenis tanaman bunga yang lainnya.


"Elle, sedang apa?" tanya Vale pada sang putri.


"Mom." sapa Elle, saat melihat Valerie kini telah berdiri di sampingnya.


"Aku sedang mengamati bunga matahari itu Mom. Sangat cantik dan sangat indah." ungkap Elenor, yang nampak mengagumi bunga matahari yang sedang mekar tersebut.


"Sejak kapan seorang Elenor suka bunga." selidik Vale pada putri kecilnya. Sambil merangkul bahu Elenor.


"Sejak Uncle Dave membuat kan aku kebun bunga ini." jawab Elle sambil mengulas senyum manisnya.


"Tadi aku melihat bunga ini mekar dari kamarku. Terlihat indah dan seolah-olah bunga ini mengangguk angguk. Seperti sedang memangil ku. Setelah aku mendekati bunga ini. Benar saja, dia sangat cantik." puji Elle terhadap bunga matahari yang ia maksudkan.


"Secantik Elenor ku." imbuh Valerie, sambil melabuhkan satu kecupan di pipi putih Elenor.


"Mommy sangat mencintai mu Elenor."


"I Love You Too Mom."

__ADS_1


Ibu dan anak itu pun saling berpelukan.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di meja makan, Valerie, Dave dan juga Elenor menikmati sarapan pagi pada hari itu dengan suasana yang berbeda.


Ada suatu kehangatan dan ke keakraban terjalin di sana.


Sekarang Dave sudah sedikit bisa menyelami kepribadian Elenor.


Dave pun kini nampak lebih akrab dengan Elenor. Mereka sudah banyak saling bicara dan berinteraksi.


Itu semua tidak lepas dari usaha Dave dalam menenangkan hati Elenor.


Bahkan pernah pada suatu ketika, saat keluarga kecil itu sedang bersantai di kolam renang. Dave dan Elle berlomba berenang. Dan Dave sengaja mengalah dan Elle yang menenangkan lomba tersebut.


Usaha Dave membuat Elenor bisa merasa nyaman berada di Mansion nya tidak sia sia.


Dave berhasil dan tentu saja itu membuat Valerie turut senang.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Kelihatannya Elle sekarang sudah mulai bisa dekat dengan mu. Suatu hal yang membuat aku senang." ucap Vale pada malam itu, saat ia baru saja naik ke atas tempat tidur.


"Aku tulus menyayangi Elenor. Dia anak yang baik. Sejak awal aku sudah angap dia sebagai anak ku sendiri. Jika aku sayang dengan Mommy nya. Maka aku harus juga sayang dengan anak nya kan." ucap Dave yang kemudian ia merebahkan tubuhnya di sisi Vale yang saat itu masih duduk bersandar pada headbord tempat tidur.


"Elle itu sedikit pendiam. Tapi dia orang yang hangat dan ramah sebenarnya."


"Seperti Mommy nya. Terlihat pendiam tapi sebenarnya! Dave kemudian tidak melanjutkan kata kata nya.


"Memangnya aku kenapa?" tanya Vale.


"Tidak, kau baik." ucap Dave sambil tersenyum tipis.


"Sudah malam, ayo kita istirahat sayang" ajak Dave.


Vale dan Dave pun kemudian sama sama rebahan dengan saling berpelukan satu sama lain.


"Aku tidak bisa tidur jika tidak memeluk mu Dave."

__ADS_1


"Aku pun sama. Kau bagaikan selimut bagi ku Vale. Terimakasih sudah menerima ku untuk menjadi suami mu. Aku merasa sangat beruntung bisa menikahi mu." ucap Dave yang kemudian melabuhkan ciuman ke kening Valerie.


__ADS_2