Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Kehamilan ke dua


__ADS_3

"Dave jangan pergi. Tetaplah di sini, aku belum puas memeluk mu." ucap Valerie bernada manja pada suaminya pagi itu. Di saat Dave hendak beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk ke kantor.


"Ini sudah satu jam sejak aku membuka mata dan kamu memeluk ku begini sayang." ucap Dave, yang hanya bisa pasrah saat sang istri tiba tiba bersikap begitu sangat manja dengannya.


"Tidak bisakah kau libur hari ini. Aku ingin kau di rumah." ucap Vale yang masih saja memeluk tubuh Dave di atas tempat tidur. Menguncinya dengan belitan dekapan posesif.


"Bisa saja jika kau mau aku tidak bekerja. Tapi izinkan aku mengecek ponsel ku sebentar. Aku perlu menghubungi sekertaris ku." ujar Dave. Barulah setelah itu Vale merenggangkan pelukannya.


Dave kemudian bangkit dan mengambil ponselnya yang ia taruh di atas nakas di samping tempat tidur.


Setelah Dave memegang ponselnya dan mengecek ponselnya sambil bersandar pada headbord tempat tidur. Vale lagi lagi sudah kembali menempel pada sang suami. Vale meletakkan kepalanya di dada Dave yang telanjang. Sambil ikut memperhatikan Dave yang sedang memeriksa ponselnya. Melihat sikap sang istri yang nempel terus seperti itu membuat Dave menggelengkan kepalanya.


Sambil membiarkan Valerie bersandar pada dirinya. Dave kembali mengecek ponselnya.


"Aku harus tanyakan dulu pada sekertaris ku. Apa jadwal ku hari ini padat atau tidak." ucap Dave sambil terus mengecek ponselnya. Dan satu tangannya yang lain memeluk tubuh Vale.


"Sepertinya aku tidak bisa bolos bekerja hari ini sayang. Ada rapat penting yang harus aku hadiri di kantor." ujar Dave memberi tau.


"Tapi aku ingin kamu hari ini di rumah." pinta Vale lagi dengan nada merengek.


Dave sejujurnya sangat senang dengan sikap manja Vale yang seperti itu. Dave merasa menjadi pria yang sangat di butuhkan dan keberadaannya terasa berarti.


Terlebih ia juga di cinta oleh wanita yang sangat ia gilai itu.


"Tapi aku harus ke kantor sayang. Aku janji, setelah rapat selesai ku akan segera pulang."


"Tapi aku tidak ingin kamu pergi." ucap Valerie, yang kemudian ia beralih dan duduk tepat di pangkuan Dave.


"Honey kamu mau ngapain?" tanya Dave kaget, karena tiba tiba Vale sudah duduk di pangkuannya.


"Kenapa kamu bereaksi seperti itu. Kamu tidak suka jika aku duduk di pangkuan mu." tanya Vale dengan nada sedikit ketus. Dan hal itu membuat Dave bigung.


Maksudnya Dave bukan tidak suka. Ia hanya kaget karena Vale tiba tiba duduk di pangkuan dan mencodongkan tubuhnya ka arahnya.


"Kau ingin bercinta dengan ku di pagi hari?" Tanya Dave menyelidik. Valerie tidak menjawab, ia kini makin merangsek kan dirinya pada tubuh sang suami.


Ketika Vale ingin menempelkan bibirnya ke bibir Dave. Tiba-tiba Vale malah menyingkirkan dirinya dari pangkuan Dave dan langsung menghambur diri ke kamar mandi.

__ADS_1


Dan, lagi lagi Valerie memuntahkan isi perutnya di sana. Dave langsung bergegas ikut ke kamar mandi begitu mendengar Valerie nampak muntah muntah.


"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Dave begitu kawatir.


"Entahlah, tiba tiba saja perut ku mual dan sekarang kepala ku pusing." keluh Valerie.


Dave dengan perhatian memegangi rambut panjang Vale dari belakang. Dan dengan sayang, Dave juga memijat leher belakang Valerie.


"Aku menyimpan Paracetamol. Minumlah untuk meredakan pusing mu." ucap Dave memberikan saran.


Melihat Vale yang biasanya enerjik dan jarang mengeluh sakit membuat Dave sedikit kawatir.


"Aku akan suruh pelayan untuk buatkan kamu minum hangat dulu ya." ucap Dave, yang kemudian langsung berlalu dari kamar.


Dave kemudian turun ke lantai bawah dan meminta pelayanan di rumahnya untuk membuat kan air lemon hangat untuk Valerie. Setelah menunggu beberapa saat. Dave kembali ke kamarnya dengan membawakan air lemon hangat untuk Valerie.


Sesampainya di kamar, Dave dengan penuh perhatian mengarah minuman yang ia bawakan tadi ke mulut Valerie. Dan satu tangan Dave yang lain membelai punggung Vale dari belakang dengan lembut.


"Bagaimana? Lebih baik?" tanya Dave.


"Minum lagi lebih banyak air lemon hangat nya. Ini bisa mengurangi rasa mual mu sayang." Ucap Dave, sambil mengecup dengan lembut pipi kiri Valerie. Vale hanya bisa tersenyum manis mendapati perlakuan sayang dari suaminya itu.


Vale pun menurut, dia meminum air lemon hangat yang sudah Dave bawakan untuk nya sampe habis.


"Berbaringlah!" ucap Dave, sambil membantu Valerie untuk berbaring di tempat tidur.


"Kalau sudah begini, seperti nya aku memang tidak akan ke kantor."


"Kenapa?"


"Tentu saja aku menghawatirkan mu sayang." ucap Dave.


"Aku tidak apa apa, pergilah ke kantor. Ada meeting penting kan tadi kata mu." ujar Vale dengan santai.


"Lah, bukanya tadi kamu menyuruh ku untuk tidak pergi ke kantor." sergah Dave bigung.


"Sekarang tidak lagi, sudah sana mandi. Dan bersiap ke kantor." ucap Vale yang kini justru memerintah dan juga mengusir Dave.

__ADS_1


Dave hanya bisa pasrah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Melihat perubahan mood sang istri yang menurutnya sangat aneh.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Atas perintah sang suami yang tidak mengizinkan Vale untuk keluar dari kamar. Membuat Vale hanya rebahan malas di tempat tidur sambil membuka buka sebuah majalah.


Ketika Vale sendang membaca baca artikel di sebuah majalah itu yang membahas seputar kehamilan. Membuat Vale teringat dengan proses kehamilan pertamanya.


Flashback on:


Begitu sampai di Penthouse, Valerie yang baru saja pulang dari kuliahnya, langsung naik ke atas menuju kamar.


Sesampainya Vale di kamar, dia langsung membuang asal tasnya ke atas ranjang.


Kemudian ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.


Bahkan, sepanjang perjalanan menuju Penthouse. Valerie merasakan kepalanya sangat pusing dan juga perutnya terasa sangat mual.


Satu jam berlalu setelah Valerie tertidur, Vale kemudian terbangun. Rasa pusing yang mendera kepalanya bahkan kini malah semakin terasa menyiksanya.


Sampai-sampai kepalanya terasa kunang-kunang. Rasa mual yang menyeruak dari di dalam tubuh Vale pun semakin menderanya.


Sambil terduduk di samping ranjang, Vale memegangi perutnya. Rasa mual itu kini semakin bergejolak.


Dan akhirnya, karena sudah tidak kuat menahannya, Vale langsung berlari ke kamar mandi sambil membekap mulutnya.


Sambil membungkukkan tubuhnya di Kloset, Vale memutahkan semua isi perutnya di sana.


Flashback off :


Seketika Valerie langsung beranjak dari tempat tidur. Dan ia kemudian mengambil sebuah alat tes kehamilan yang sudah ia beli jauh jauh hari.


Valerie kemudian membawa alat itu ke kamar mandi. Dan melakukan tes kehamilan pada alat tersebut.


Begitu ia melihat hasilnya, senyum sempurna Valerie terbit dari wajah cantiknya.


"Selamat Dave, kau berhasil. Aku hamil." ucap Vale penuh kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2