
Di sebuah restoran berbintang pada malam hari itu. Elle membuat reservasi meja khusus dan spesial untuk melakukan makan malam bersama dengan kedua orang tuanya.
Ia ingin mendedikasikan gaji pertamanya untuk mentraktir kedua orang tuanya, Julian dan Valerie.
Elenor terpikirkan sebuah ide, untuk melakukan perayaan kecil bersama dua orang yang sangat ia cintai, yaitu kedua orang tuanya.
Karena pada hari itu adalah hari pertamanya Ia mendapatkan gaji. Setelah sebulan lamanya ia bekerja di perusahaan Julian Corp.
Awalnya, baik Julian maupun Valerie, tidak tahu jika kedatangan mereka malam itu sudah direncanakan oleh putri mereka.
Elenor hanya memberitahu kepada Mommy nya untuk datang ke sebuah restoran yang sudah Ia berikan alamatnya.
Begitu pula dengan Julian, ia juga menyuruh Daddy-nya itu untuk datang ke restoran yang juga sudah ia berikan alamatnya.
Ketika kini mereka saling bertemu di restoran. Vale dan Julian pun terkejut.
"Valerie, sedang apa kau kesini?" tanya Julian pada mantan istri kontrak nya itu.
"Aku yang harus bertanya, sedang apa kau disini. Aku sedang ada janji bersama Elenor." tutur Valerie.
"Mom, Dad." seru Elenor dari belakang.
Vale dan Julian kemudian sama sama menoleh ke belakang. Dan di sana Elenor sudah berdiri tersenyum melihat kedua orang tuanya sudah datang.
"Kau sengaja mengundang kamu?" tanya Julian pada Elle.
"Iya, Elle sengaja mengundang kalian berdua. Karena aku ingin makan malam bersama kalian hari ini. Hari ini aku menerima gaji pertama. Dan aku senang mendapatkan uang dari jeripaya ku sendiri. Dan malam ini, aku berniat untuk berbagi dengan kalian. Aku tahu, ini bukan hal yang luar biasa. Dan bukan hal yang mewah atau berkesan. Tapi bagi ku, hal ini sangat berarti. Karena selama ini hidup begitu nyaman dan semuanya terpenuhi dengan baik karena perjuangan Mommy dan Daddy. Kalian membesarkan aku dengan sangat baik. Mendidikku dengan sangat luar biasa. Aku mendapatkan banyak pengalaman dari kalian berdua. Dan oleh sebab itu, aku ingin meluangkan waktuku pada malam ini untuk menikmati makan malam bersama kalian. Dengan mentraktir kalian makan malam dengan uang hasil keringat ku." ucap Elenor dengan senyum yang merekah.
__ADS_1
"Ayo kita menuju meja makannya." ajak Elenor.
Kemudian, Elle menggandeng tangan kedua orang tuanya untuk menuju meja yang telah ia pesan khusus.
Wajah bahagia Elenor terlihat jelas. Ia begitu senang karena ia bisa menikmati waktu bersama dengan kedua orang tuanya.
Meskipun kedua orang tuanya tidak bersama. Elenor tetap tidak merasa kehilangan kehangatan kasih sayang dari Mommy dan Daddy-nya.
"Mau makan apa Dad? Pesan lah makanan yang Daddy suka. Mommy juga pesanlah makanan termahal dan terbaik di restoran ini." ucap Elenor pada kedua orangtuanya yang kini telah berusia senja itu.
Beberapa saat kemudian, makanan yang mereka pesan telah datang. Sambil menikmati makanannya. Mereka berbincang-bincang ringan dan menceritakan hal hal yang menyenangkan.
Elenor yang paling banyak bercerita. Ia berbagai kesan tentang pengalaman pertamanya bekerja di perusahaan Julian Corp.
"Dari tadi Elle bercerita banyak hal. Tapi dari semua cerita mu. Elle tidak pernah bercerita tentang seorang Pria?" tanya Julian pada putrinya.
"Elle sejauh ini belum tertarik untuk dekat dengan seseorang Pria Dad."
"Kenapa? Mommy dulu menikah dengan Daddy saat usia Mommy mu masih 20 tahun. Bahkan dulu Mommy mu masih kuliah." ucap Julian berkisah tentang masa lalunya bersama Valerie.
"Nikmati saja waktu mu Elle. Jangan dengarkan Daddy mu. Enjoy saja dengan apa yang ingin kau kerjakan saat ini." sahut Vale.
"Yes, aku sependapat dengan Mommy. Aku ingin menikmati hidup ku dengan bebas Dad. Tenang saja, jika nanti sudah waktunya. Elle akan punya cerita dengan lawan jenis. Aku masih normal Dad!" seru Elenor pada Daddy-nya Julian.
"Ya, Daddy tau. Hanya saja sejak Elenor berkuliah di Amerika samping sekarang. Daddy belum pernah mendengar Elenor membahas tentang seorang Pria. Alden saja seperti nya tidak masuk dalam kriteria mu. Padahal Daddy setuju jika Elenor bersama Alden." tutur Julian.
"Aku tidak setuju dengan perjodohan." sahut Vale.
__ADS_1
"Aku tidak menjodohkan Putri dengan siapapun. Aku hanya bilang Alden anak yang baik." jawab Julian.
"Itu namanya sama saja Julian. Kau berusaha untuk menjodohkan Elenor."
Dan untuk beberapa saat, Julian dan Vale berdebat tentang calon pendamping hidup untuk putri mereka. Dan hal itu justru membuat Elenor tersenyum senyum. Karena baru kali ini dia melihat kedua orang tuanya berdebat di hadapannya.
"Mom, Dad, Elenor janji. Jika nanti Elenor sudah menemukan seseorang yang bisa membuat Elle jatuh cinta. Elenor pasti akan mengenalkannya pada kalian berdua. I love you Dad, Mom." ucap Elle. Sambil memegang tangan kedua orang tuanya yang berada di atas meja.
"Mommy sangat menyayangi mu Elenor." ucap Vale.
"Daddy juga sayang."
"Terimakasih, kalian adalah orang tua terbaik." ucap Elle dengan mata berkaca-kaca.
Elenor kemudian bangkit dari kursinya dan bergerak mendekati Julian serta Valerie. Lalu, ia memberikan pelukan hangat untuk kedua orang tuanya bergantian.
"Terimakasih telah menghadirkan aku ke dunia ini."
The end 🙏
coming soon
On going
__ADS_1