Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Elenor : Ke Amerika


__ADS_3

Sambil menyeret kopernya yang baru saja ia ambil dari bagasi airport.


Elenor kini berjalan di samping Daddy nya Julian yang juga tengah menyeret koper miliknya.


Julian dan Elenor baru saja landing dan tiba di airport di Amerika serikat.


Setibanya mereka di bandara, Julian langsung memesan sebuah taksi.


Setelah taksi yang ia pesan datang. Julian dan Elenor kemudian bergegas naik ke dalam taksi.


Taksi itu membawa mereka untuk menuju sebuah hotel.


Rencananya, Julian akan menginap dulu di sebuah hotel bersama dengan elenor. Untuk beristirahat dan melepaskan rasa lelah akibat jet lag melakukan penerbangan dari Indonesia ke Amerika.


Kemudian keesokan harinya, mereka telah merencanakan untuk mengunjungi Havard university.


Universitas itulah yang menjadi pilihan alternatif Elenor.


Selain Harvard, Elle juga memilih Stanford university sebagai pilihan alternatif lainnya.


Dan pada hari itu, Elenor mengunjungi Universitas Havard. Yang berada di wilayah Cambridge, Massachusetts Amerika serikat.





Elle melihat dan meninjau langsung tempat kuliah yang akan ia pilih itu.


Bersama dengan Daddy nya, Elle melihat lihat universitas yang menjadi tempat kuliah bergensi di dunia tersebut.


Setelah meninjau langsung universitas Harvard. Di hari berikutnya, Elle meninjau Stanford university.


Tempat kuliah itu juga menjadi tempat favorit Elenor.

__ADS_1





Jadi sebenarnya, Elle punya dua tempat universitas yang ingin Ia pilih. Antara Harvard dan Stanford.


"Bagaimana Elle, apakah kamu sudah menentukan tempat kuliah mana yang akan kamu pilih?" tanya Julian kepada sang putri.


Ketika mereka sedang menikmati makan siang di sebuah restoran.


"Aku sudah pilihan Dad, sepertinya aku memilih Harvard untuk menjadi tempat kuliahku. Bagaimana menurut Daddy?" tanya Elle pada Julian minta pendapat.


"Daddy akan ikut saja dengan pilihan Elenor. Menurut Daddy, Havard university sangat cocok untuk anak gadis Daddy yang cerdas ini." jawab Julian sambil mengelus puncak kepala Elenor.


"Daddy yakin, suatu saat Elle akan menjadi orang hebat dengan ilmu dan juga wawasan yang Elle dapat dari berkuliah di sini. Kau cerdas seperti Mommy mu." puji Julian pada sang putri.


"Apa itu artinya Daddy tidak lah secerdas Mommy." gurau Elenor.


Julian hanya terkekeh mendengar perkataan putrinya.


"Terima kasih sebelumnya Dad, telah mengurus ini semua saya ku. Thanks you." ucap Elenor sambil memegang tangan Julian yang saat itu ada di atas meja.


"Ini sudah menjadi tanggung jawab Daddy sayang. Daddy senang melakukannya."


"Dan untuk tempat tinggal mu, Daddy sudah menyiapkannya juga. Daddy sesudah membeli sebuah rumah yang lokasinya tak jauh dari tempat mu berkuliah. Mommy mu berpesan, jika Daddy tidak boleh menyediakan tempat tinggal yang lokasinya jauh dari tempat kuliah mu. Besok kita akan liat rumah itu."


"Aku tidak mau jika rumah itu besar Dad. Aku mau yang sederhana saja."


"Aku tau selera mu Elle, rumah itu cukup mungil. semungil penghuninya." kelakar Julian pada sang putri.


"Aku tidak suka hal hal yang berbau mewah Dad. Aku sudah bosan dengan kemewahan. Bukan berarti aku tidak bersyukur. Uang, menteri, kemewahan semua sudah dengan mudah aku dapatkan dari aku baru lahir. Aku menyukai hidup sederhana. Dompet ku bahkan terisi dengan berbagai kartu kredit card unlimited. Tidak hanya Daddy yang kasih aku kartu kredit card. Tapi juga Uncle Dave. Dia memberikan aku kartu kredit yang bisa dengan bebas aku gunakan. Bahkan pada suatu hari, Uncle sempat protes karena aku tidak menggunakannya" ujar Elenor.


Hidup dengan gaya mewah dan wah sangat mudah untuk bisa Elenor nikmati.

__ADS_1


Kekayaan dari Daddy nya dan juga dari Papa sambungannya yang juga memperlakukan Elle seperti anak sendiri. Membuat Elenor sudah hidup bergelimang harta dan ia lahir.


Bahkan harta yang di miliki Vale ketika ia masih bekerja juga telah di berikan untuk Elenor.


Bisa dibilang, jika untuk hidup bermewah-mewahan Elenor sangat mudah dan bisa melakukannya.


Tetapi sifat Elenor lebih mirip Valerie. Meski sudah punya pundi-pundi uang yang banyak dan beberapa aset yang sudah di atas namakan dirinya. Nyatanya Elenor lebih suka hidup sederhana.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸




"Bagaimana menurut mu Elle? Apa kau suka rumah ini?" tanya Julian pada putrinya, saat ia mengajak Elenor untuk melihat rumah yang akan Julian beli untuk tempat tinggal Elle.


"Wow, ini rumah yang bagus Dad, aku suka." ucap Elenor yang saat itu baru saja keluar dari mobil.


"Kau bisa jalan kaki untuk menuju tempat kuliah. Jadi seperti saran Mommy mu. Kau tidak perlu untuk mengunakan mobil untuk bisa sampai di tempat kuliah."


"Keren Dad, aku suka ini. Terimakasih Daddy." ucap Elenor yang kemudian langsung memeluk Daddy.


Elle dan Julian pun kemudian masuk ke dalam rumah tersebut.


Sesampainya di dalam rumah itu, Elenor kemudian langsung bergegas menuju kamar yang akan ia gunakan. Dan Elle pun menyukai kamarnya.


"Daddy akan mempekerjakan seseorang untuk bekerja di rumah ini. Dia yang akan mengurus mu. Mencucikan pakaian mu dan memasak untuk mu. Dia orang Indonesia. Jadi kau tidak akan sendirian berada di rumah ini. Bagaimana pun, kau juga butuh teman kan. Daddy masih mengurus visa orang itu dan mempersiapkan kelengkapan dokumen untuk bisa menemanimu di sini."


"Sempurna, semuanya sangat sempurna Dad. Thanks you."


"Daddy hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik untukmu Elle."


"Daddy sudah melakukan yang terbaik." jawab Elenor pada Daddy-nya.


"Meski nanti kita berjauhan, Daddy akan terus memantau mu. Mommy dan Daddy sangat mencintai mu Elenor. Jika saja Mommy mu tidak hamil besar. Mommy mu pasti juga akan mengantar mu kemari Elle."

__ADS_1


"Yeah, aku tau. Hemm, hidup terus berjalan kan Dad. Aku sudah bukan anak kecil lagi. Aku sekarang jauh dari Daddy dan Mommy. Tapi kita bisa selalu berkomunikasi Dad. Oya, bujuk Louis untuk mau berkuliah di sini juga." pesan Elle.


"Nanti Daddy akan bujuk Louis. Agar mau berkuliah di sini juga. Oke, kita kembali ke hotel. Kamu baru bisa menempati rumah ini dua atau tiga hari lagi." ujar Julian. Elle dan Julian pun kemudian kembali ke hotel tempat mereka menginap.


__ADS_2