
Elenor kini berusia 22 tahun. Meskipun usianya masih sangat muda. Tetapi Elenor punya potensi yang sangat besar dalam dirinya, dalam menguasai sebuah dunia baru yang ia akan geluti.
Saat ia kuliah, Elle mengambil jurusan bisnis. Dan dalam jurusannya saat itu. Elenor berhasil mendapatkan nilai terbaik ketika ia di wisuda.
Elenor mewarisi kecerdasan kedua orang tuanya. Ia begitu di disiplin seperti Julian. Dan cerdas seperti Valerie. Elle juga sangat mandiri dan tidak manja. Meskipun ia terlahir dari keluarga yang kaya raya.
Hari ini, adalah hari pertama Elenor akan memasuki dunia baru. Yaitu dunia bekerja.
Yang mana, dunia itu adalah sebuah dunia baru bagi Elenor. Yang sebelumnya ia belum pernah lakukan sebuah pekerjaan.
Elenor sudah memutuskan untuk belajar bekerja di perusahaan Daddy sendiri di Julian Corp.
Meskipun ia bekerja di perusahaan Daddy-nya sendiri. Elenor tetap menginginkan bekerja dan menjadi seorang karyawan biasa dulu. Elle menolak untuk langsung di beri jabatan penting.
Ia ingin merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi seorang karyawan biasa yang bekerja di sebuah perusahaan besar.
Ia ingin memulai bekerja dari bawah. Seperti para karyawannya yang bekerja di perusahaan Daddy-nya.
Sebelum menjabat dengan jabatan yang lebih tinggi.
Beberapa karyawan di perusahaan Daddy nya yang kini sudah naik jabatan. Awalnya juga memulai dengan menjadi seorang karyawan biasa.
Dan semua itu atas permintaan Elenor sendiri. Elenor lah yang meminta di pekerjakan sebagai karyawan biasa.
Elenor kala itu teringat dengan sang Mommy.
Bagaimana dulu Mommy nya bekerja dengan begitu giat dan penuh semangat.
Elle seolah olah ingin merasakan bagaimana rasanya bekerja seperti Mommy dulu.
Masih jelas bisa Elle gambarkan. Mommynya, Valerie dulu adalah seorang ibu pekerja yang selalu terlihat bersemangat dan enerjik.
Elenor masih ingat, bagaimana dulu Valerie setiap pagi Bagun awal. Memasak menyiapkan sarapan lalu bersiap dan mengenakan pakaian kantor khasnya. Bagi Elenor, Mommy nya dulu terlihat tambah cantik dan elegan ketika mengenakan pakaian kantor. Aura Mommynya dulu juga tampak terlihat sangat bersemangat untuk pergi bekerja.
Dan di sore harinya, Elenor juga masih ingat. Mommynya pulang dengan masih mengenakan pakaian kantornya dengan berletih letih serta dalam keadaan yang capek. Tapi mommy nya masih bisa menyambutnya dengan tersenyum dan memberikan pelukan hangat.
Bayangan itu lah yang Elenor bangga kan dari Mommynya di masa lalu.
__ADS_1
Gambaran menjadi wanita tangguh seperti Mommynya itulah yang menjadi motivasi terbesar elenor dalam membangun semangatnya untuk belajar bekerja.
Bagi Elenor, bekerja bukanlah semata-mata hanya untuk bisa mendapatkan uang.
Akan tetapi, bagi Elenor, bekerja adalah dedikasi terbesar untuk menyumbangkan ide-ide dan juga ilmu yang telah Ia pelajari ketika ia berkuliah di Amerika.
Elle ingin mengembangkan ilmu yang ia sudah pelajari dalam dunia pekerjaan yang akan ia lakukan saat ini.
Agar, semua ilmu yang ia dapat bisa bermanfaat untuk orang lain dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan.
Dan oleh sebab itu, di hari pertamanya ia bekerja. Pada hari ini, Elenor sangat bersemangat.
"Jangan lupa untuk menggaji ku seperti karyawan-karyawan yang lain Dad." ucap Elenor pada Julian.
"Tentu saja Daddy kan menggaji mu Elle." jawab Julian sambil terkekeh.
"Meskipun Daddy telah memberikan aku kartu kredit unlimited yang bisa aku gunakan sesuka hatiku. Dan Meskipun aku sudah punya kekayaan yang tidak perlu dipertanyakan berapa nilai besarnya. Tetapi aku tetap ingin menggunakan uangku sendiri untuk membeli keperluanku mulai sekarang. Aku harus bisa mandiri setelah aku bisa bekerja dan menghasilkan uang." ujar Elenor.
Mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut Elenor. Membuat Julian merasa begitu bangga terhadap putrinya itu.
"Daddy bangga dengan mu Elle." puji Julian dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Halo, bagaimana dengan diriku Dad. Aku tidak pernah mendengar kata pujian dari Daddy." ucapkan Louis.
"Aku memuji mu dalam hati Louis." jawab Julian yang kemudian menoleh ke arah anak laki-laki nya itu sambil tersenyum tipis.
"Kau sudah menjadi CEO sekarang. Sedangkan Kakakmu, dia baru akan menjadi karyawan. Oleh sebab itu, Daddy harus memberikan semangat kepada Kakakmu."
"Tapi Daddy tidak pernah memujiku seperti Daddy memuji Kak Elenor!" protes Louis lagi.
"Ayolah Louis. Jangan manja, kau seorang Bos sekarang." Elenor berucap sambil menatap wajah sang adik dengan tatapan sinis. Menatap sinis kearah Louis dalam arti yang tidak serius.
"Sehat selalu Dad, aku sangat menyayangimu" ucap Elle sambil memegang satu tangan Julian yang ada di atas meja.
"Aku juga menyayangimu Dad, jangan lupa itu." ucap Louis juga pada Julian. Yang juga menggenggam satu tangan Julian yang lain.
"Daddy juga sangat menyayangi kalian berdua. Kalian berdua membuat Daddy bangga." jawab Julian, sambil menoleh ke arah kedua anaknya bergantian sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kalian lanjutkan sarapan kalian. Daddy ke kamar dulu liat Mama." Julian kemudian berlalu dari hadapan kedua anaknya. Dan naik ke atas ke lantai dua untuk menemui Jenna.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"Jadi, apakah kau juga sudah punya pacar sekarang?" tanya Louis di sela sela mereka sedang menikmati sarapannya.
"Aku belum berfikir untuk pacaran. Lagipula tidak ada yang membuat aku tertarik." jawab Elle santai.
"Bagaimana dengan Alden. Kau keliatan akrab dengannya."
"Dia hanya teman, sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri."
"Apa tidak ada yang menaksir mu selama kau berkuliah di Amerika. Cowok cowok bule itu." ucap lagi Louis yang sepertinya sedang mengulik hal pribadi tentang kakaknya.
"Tidak ada yang membuat aku tertarik Louis." jawab Elle tegas.
"Payah sekali kamu. Masa tidak ada yang tertarik dengan mu. Kau kan cantik dan kaya lagi."
"Tapi entahlah, tidak ada yang membuat aku tertarik. Lagi pula aku tidak mau memikirkan hal itu dulu. Aku ingin konsentrasi dalam dunia yang baru. Dunia bekerja." pungkas Elenor.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"Jen, aku berangkat ke kantor dulu. Baik baik di rumah." ucap Julian saat ia berpamitan dengan sang istri Jenna Shamanta.
"Ia sayang, hati hati." jawab Jenna dengan suara lemah.
"Cuacanya sedang bagus, keluarlah dan berjemur lah. Agar tubuh mu hangat dan sehat. Aku selalu bersama mu sayang. Hari ni adalah hari pertama Elenor akan berkerja di perusahaan. Maka aku akan berangkat ke kantor lebih awal."
"Akhirnya Elenor mau bekerja di perusahaan Daddy-nya sendiri." sahut Jenna.
"Ia, aku bangga dengan kedua anak ku. Elenor dan Louis anak anak yang membuat aku bangga. Terimakasih sudah mendidih mereka dengan baik." ucap Julian pada sang istri.
"Bukan hanya aku yang mendidik mereka. Kau juga punya andil besar dalam membesarkan anak anak. Kau seorang ayah yang baik." puji Jenna pada Julian.
Julian kemudian melabuhkan kecupan manis ke kening Jenna.
"Kalau begitu aku berangkat ya Jen. Sampai ketemu nanti malam."
__ADS_1
Setelah selesai berpamitan dengan sang istri. Julian kemudian berjalan menuju pintu dan meninggal kamarnya.