
Kelahiran putra pertama Dave, membawa kebahagiaan tersendiri untuk seorang billionaire sekelas Dave Enderson. Yang kiprahnya dalam dunia bisnis sudah cukup familiar.
Berbagi cara Dave expresikan untuk menunjukan berapa ia sangat bersyukur dan sangat bersukacita atas kelahiran Baby Kendrick.
Maka dari itu, untuk kelahiran putra pertamanya. Dave membagikan bonus terhadap seluruh karyawan yang berkerja di perusahaannya. Dengan memberikan 2 kali lipat gaji pada seluruh karyawan.
Hal itu ia lakukan sebagai tanda syukur Dave atas kelahiran putra mereka yang pertama, yang di beri nama Kendrick Liam Anderson.
Dan tidak berhenti sampai di sana. Dave juga berniat untuk menggelar sebuah acara pesta tertutup di kediamannya di Mansion.
Sebuah rencana acara pesta khusus dan private untuk beberapa kolega bisnis terdekatnya dan juga untuk keluarga serta teman-teman dekat.
Dan pada hari itu, di pelataran halaman di Mansion nya. Dave menyewa beberapa koki handal untuk memasak kan para tamu tamu yang diundangnya. Dengan jamuan makanan yang lezat dan mewah.
Halaman rumah Dave kini telah di sulap menjadi tempat pesta garden party yang begitu indah.
Dengan mengenakan sebuah gaun yang sangat cantik dan pas melekat di tubuhnya, Valerie nampak terlihat begitu cantik dan memukau.
Valerie juga telah di makeover oleh seorang perias untuk membuat tampilan wajah Vale terlihat lebih menawan dan juga elegan.
Dave sendiri kini mengenakan setelan jas berwarna hitam dipadu dengan kemeja berwarna putih serta dasi kupu-kupu yang pas.
Sedangkan Baby Kendrick juga tidak kalah terlihat menggemaskan dengan pakaian khusus yang telah di siapkan oleh Valerie dan juga Dave.
Elenor pun juga mengenakan pakaian yang senada dengan pakaian yang Vale kenakan.
Tamu spesial yang di undang Dave pada acara pesta garden party di rumahnya saat itu adalah Reyhan Dimitri beserta istrinya Andrea Sahara.
Reyhan adalah partner bisnis Dave dalam bidang properti.
Tidak hanya bekerja sama dengan perusahaan milik Dimitri Crop. Dave juga bekerja sama dengan perusahaan Sahara Crop milik Andrea.
Tidak hanya Andrea dan juga Reyhan yang diundang.
Julian dan Jenna pun juga hadir bersama putra mereka Louis.
Acara garden party pada hari itu lebih tepatnya mirip sebuah acara reunian.
Kini semua tamu sudah datang. Mereka saling mengobrol, saling menyapa, dan sesekali berdiskusi tentang bisnis dan hal hal ringan lainnya.
"Hai Andrea," sapa Julian pada Andrea saat mereka bertemu.
"Hai, Julian. Apa kabar?" sapa Andrea balik dengan senyum yang mengembang.
"Kabar ku baik."
"Jen," sapa Andrea juga pada Jenna.
"Kau terlihat cantik Bu Andrea." sapa Jenna pada mantan bos nya dulu.
"Apaan sih kamu memangil ku Bu. Sekarang kamu sudah menjadi Nyonya Alexander." ujar Andrea yang sudah menganggap Jenna sebagai adik bahkan temannya sendiri.
"Dimana Reyhan?" tanya Julian menanyakan sahabat karibnya tersebut.
"Dia sedang mengobrol dengan Dave." papar Andrea.
"Kalau begitu aku akan gabung dengan para Bapak Bapak keren itu."
"Aku tingal dulu ya Jen." ucap Julian pada Jenna.
Kemudian Julian melangkah pergi dari hadapan mantan tunangannya tersebut.
Sedangkan di sisi lain. Valerie yang tidak begitu punya banyak teman akrab. Mengundang mantan bosnya Edward dan juga teman akrabnya David serta Indiana.
"Selamat untuk kelahiran putra pertama mu Valerie." ucap Edward memberikan selamat.
"Terimakasih Ed,"
"Tamu mu luar biasa. Mereka semua pembisnis." ujar Edward sambil mengedarkan pandangannya keseluruhan tamu yang datang.
__ADS_1
"Aku tidak kenal dengan mereka. Mereka tamu tamu suami ku." ujar Valerie.
"Amazing, selamat sekali lagi. Kalau begitu aku akan ambil minum dulu. Siapa tau bisa bertemu seseorang." seloroh Edward sambil berlalu dari hadapan Valerie.
Vale hanya tersenyum tipis menanggapi sikap arogan mantan bosnya.
"Hai, Indiana, David." sapa Vale, menyapa kedua teman akrabnya.
Kedua teman lama itu pun kemudian saling berpeluk.
"Lihatlah, bayi ini, sangat lucu sekali." ujar Indiana yang saat ini sedang meminjam Baby Ken untuk di gendongnya.
"Hati-hati Indiana."
"Jangan takut Vale, di rumah aku juga punya ponakan." timpal Indiana.
"Bagaimana dengan mu. Sudah dapat pacar?" tanya Valerie pada David.
Mendengar pertanyaan Valerie yang menanyakan pacar hanya di tanggapi dengan senyuman oleh David.
"Aku bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta Valerie. Aku sudah sangat mengagumi dirimu tapi ternyata kamu malah jodohnya orang lain. Tapi semua itu tidak lantas membuat ku membenci mu. Aku senang bisa mengenal mu dan aku cukup bahagia telah kau anggap teman." ucap David bijak.
"Maafkan aku David."
"Jangan minta maaf, kau tidak salah."
"Kau tampan, berbakat soal bisnis. Aku yakin akan banyak wanita yang akan mudah jatuh cinta dengan mu. Tapi aku sarankan, kau jangan terlalu kaku." ucap Vale sambil meledek David.
David hanya menanggapi dengan senyuman ledekan Valerie.
"Aku sungguh terkesan dengan perjalanan hidup mu Valerie. Kau benar-benar luar biasa. Seorang wanita tegar, tangguh dan kuat. Kau menjalani masa masa hidup yang tidak mudah. Kamu berhasil lalui semua itu sendiri. Dan sekarang lihatlah dirimu. Tuhan memihak mu sekarang. Kau di nikahin seorang Billionaire sekelas Dave Enderson. Siapa yang tidak kenal dengan suami mu!" seru David.
"Jangan terlalu memuji ku David, aku tidak suka pujian." ucap Vale sambil terkekeh kecil.
"Sayang!" seru Dave, memangil Valerie.
"Aku di sini Dave. Ada apa Dave?" tanya Vale yang kala itu sedang asik mengobrol dengan David.
"Aku ingin mengenalkan mu dengan rekan bisnis ku. Dia adalah pasangan suami istri yang sama sama hebat dan luar biasa. Sorry, aku harus ajak istri ku dulu." ujar Dave pada David.
"Oke, tidak masalah." balas David sambil tersenyum ramah.
"Back To Your Mom ya Baby Ken." ujar Indiana, yang kemudian ia memberikan Baby Ken ada Valerie.
Setelah Baby Ken kini sudah ada dalam gendongan Vale. Sambil merangkul bahu Vale, Dave mengajak Valerie untuk menjamu rekan bisnis pentingnya.
"Rey, Andrea, kenalkan. Ini istri ku Valerie." ucap Dave, memperkenalkan Vale pada rekan bisnisnya.
"Hai, senang bisa bertemu dengan mu Valerie, aku Andrea." ucap Andrea sambil mengulurkan tangannya.
"Hai, aku Valerie." jawab Vale yang kemudian menjabat tangan Andrea.
Andrea, namanya sepertinya tidak asing, Vale membatin.
"Selamat atas kelahiran putra pertama kalian. Ini adalah anak pertama kalian kan." ujar Andrea.
"Tidak, ini adalah anak kedua kami." jawab Dave.
"Oya, aku kira ini anak pertama mu."
Dave kemudian menatap wajah Vale dengan tatapan mata teduh.
"Anak pertama kami perempuan, Elenor namanya. Itu dia," ucap Dave sambil menunjuk ke arah Elenor yang sedang asih bergurau dengan Louis.
"Oh," Andrea pun nampak sedikit berfikir. Ia kemudian menoleh ke arah seseorang yang di tunjuk oleh Dave.
Andrea berfikir, ia sebelumnya seperti pernah melihat Elenor dan Louis datang ke rumahnya ketika ia mengundang Julian dan Jenna pada suatu perayaan ulang tahun putranya Alden.
"Valerie adalah mantan istri Julian. Elenor adalah anak Julian dengan Valerie. Dan Valerie sekarang adalah istri Dave Enderson." bisik Reyhan menjelaskan. Andrea pun menganggukkan kepalanya paham.
"Andrea itu adalah mantan tunangannya Julian, Valerie." kini gantian Dave yang berbisik pada Vale.
"Ya Tuhan. Dunia ternyata sempit ya." ujar Valerie dengan tersenyum pada Dave.
Ia tidak mengira, tamu tamunya yang datang pada hari itu adalah orang orang yang secara tidak langsung punya masa lalu yang saling berkaitan.
Julian nampak selalu ada di sisi Jenna. Karena sang istri baru saja sembuh dari sakit jantung yang ia derita.
"Jen, mau duduk. Ayo kita duduk di sana." ajak Julian pada Jenna.
Jenna pun menurut. Ia kemudian duduk bersama Julian di salah satu meja. Dan tidak lama kemudian, Andrea dan Reyhan pun juga duduk bergabung di meja yang sama.
__ADS_1
Mereka berempat kini berbincang-bincang santai bersama. Reyhan dan Julian diskusi sangat tentang bisnis.
Andrea dan Jenna juga nampak saling mengobrol santai.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Hai siapa nama mu? Kau terlihat cantik." tanya seorang gadis remaja pada Elenor.
"Aku Elenor, dan ini adik ku Louis." jawab Elenor.
"Hai, kenal kan, aku Isabella. Kita sepertinya sudah pernah bertemu di acara ulang tahun adik ku Alden."
"Ya, aku rasa begitu." jawab Elenor ramah.
"Dimana Mommy mu?" tanya Isabella (Isabella adalah anak Andrea dan Reyhan)
"Dia adalah Mommy ku." ucap Elenor sambil mengarahkan pandangannya ke arah Valerie yang saat itu sedang menggendong Baby Ken.
Dan di samping nya ada Dave yang sepertinya mereka masih nampak sibuk menyambut kedatangan para tamu.
"Oh, tapi dulu kau datang ke rumah ku bersama Uncle Julian. Aku sudah sangat kenal dengan Daddy mu." jelas Isabella.
"Oh ya, aku tidak tau."
Isabella yang saat itu datang bersamaan kedua orang tua nya dan juga Alden, kemudian mengobrol dengan Elenor, yang juga sedang duduk bersama Louis.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Boleh bergabung di sini." ucap Dave pada Julian, Reyhan, Andrea dan juga Jenna, yang kala itu tampak sedang mengobrol penuh kehangatan.
"Tentu saja, ini adalah pesta mu." timpal Reyhan.
Dave yang saat itu sedang mengedong Baby Ken kemudian memanggil seorang babysister untuk mengambil Baby Ken.
"Tolong jaga Baby Ken dulu." ucap Dave pada babysister Baby Ken.
"Baik Tuan." babysister itu pun kemudian meraih Baby Ken dari gendongan Dave.
Setelah itu, dengan begitu perhatian yang mungkin akan membuat semua orang cemburu. Dave duduk di sebuah kursi. Kemudian ia meraih perut Vale dan ia mendudukkan Valerie di salah satu pahanya.
Valerie yang tiba-tiba di dudukkan dengan paksa oleh Dave pun merasa malu.
"Dave apa apaan kau ini." gerutu Valerie. Yang begitu malu saat di perlakukan Dave seperti itu.
"Ini rumah ku sayang, dan ini pesta kita. Bersantai lah dan nikmati pestanya." ujar Dave.
"Tapi aku tidak perlu untuk duduk di paha mu seperti ini." keluh Vale, yang benar benar sangat malu.
Dan sekilas, Vale menatap kearah para tamu yang sudah duduk di meja yang sama ia duduk saat ini.
Dirinya dan juga Dave benar benar telah menjadi pusat perhatian sekarang. Bahkan Julian juga sempat melihatnya. Dan Julian nampak tersenyum sekilas.
Dave yang saat itu tidak bisa di bantah tetap memegangi tubuh Valerie untuk tetap duduk di pahanya.
Dan, malu tidak malu, Valerie hanya bisa pasrah dengan sikap posesif sang suami.
Mereka pun melanjutkan percakapan mereka. Membahas tentang hal hal ringan.
Dan, ketika Elenor memanggilnya. Vale nampak bergembira. Karena ia punya alasan untuk kabur dari pusat perhatian kala itu.
Karena Valerie bukan tipe orang yang suka berada di di tengah tengah kerumunan orang. Apalagi menjadi pusat perhatian.
Julian Alexander
Jenna Shamanta
Andrea
Reyhan
Yang penasaran dengan kisah Andrea dan juga Reyhan bisa baca Dua istri sang CEO
__ADS_1