Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Elenor : Seperti Keluarga


__ADS_3

"Selamat datang Elenor. Wow, kau cantik sekali. Kau terlihat cantik dan begitu berbeda dari saat kau masih kecil." Puji Isabella pada Elenor, sesaat setelah mereka saling bertemu dan saling berpelukkan.


"Hai Kak Bella," Sapa balik Elenor pada Isabella.


"Aku sudah bicara langsung dengan Om Julian kemarin. Aku sudah tau tentang kabar Bibik mu. Semoga Bibik mu bisa segera kembali ke Amerika dan bisa menemanimu kembali. Meskipun begitu, jangan sungkan di sini. Anggap saja rumah sendiri." ucap Bella begitu ramah pada Elle.


"Alden, tolong bawakan koper milik Elle ke kamarnya di lantai atas." perintah Isabel.


"Tapi,"


"Tidak ada bantahan Al, kita kedatangan tamu istimewa." ujar Bella, memerintahkan sang adik Alden untuk membawakan barang barang Elle untuk di taruh di kamarnya di lantai atas.


"Kau sudah makan siang Elle? Kemarilah, tadi aku masak pasta." ucap Bella, sambil menggandeng tangan Elenor untuk di ajak ke ruang makan.


"Duduklah, kita makan pasta sama sama." ujar Bella, yang kemudian ia mengambilkan satu piring kosong untuk Elenor.


"Tadi aku sudah makan siang Kak." ucap Elle. Merasa tidak enak begitu datang langsung di tawari makan.


"Jangan malu Elle. Aku sudah bilang, anggap saja di sini rumah mu sendiri. Jangan sungkan dan jangan malu malu. Anggap saja kita ini bersaudara." tutur Isabella.


Kemudian ia menuangkan pasta spaghetti ke piring kosong miliki Elenor.


"Sedikit saja Kak, jangan banyak-banyak." ujar Elle.


"Wah, apakah kamu menjaga pola makan mu. Panta tubuh mu sangat bagus." puji lagi Isabella.


"Kakak dari tadi memuji ku terus. Kakak juga cantik."


"Terimakasih pujiannya Elenor. Ayo makan."


Saat Elenor hendak menyuap kan makanan pasta ke mulutnya.

__ADS_1


Elenor tiba teringat dengan Mommy nya Valerie yang dulu saat ia masih kecil sering memasakkan dirinya pasta spaghetti.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Flashback on :


Mommy tadi memasak pasta spaghetti. Mommy harap Elenor akan suka. Elenor suka pasta?" tanya Vale pada putrinya.


"Iya, aku suka." jawab Elenor yang kini nampak tersenyum. Dan senyuman itu membuat Vale ikut tersenyum.


"Kalau begitu, kita makan siang dengan pasta ya. Ayo kita ke ruang makan." ajak Vale.


Julian, Elenor dan juga Vale pun kemudian berpindah ke ruang makan.


"Julian, bisa kau tolong aku ke dapur sebentar." ucap Vale minta tolong.


"Tentu saja." ucap Julian.


Julian kemudian berjalan di belakang Vale. Vale saat itu sedang merebus pasta. Dan Julian di minta tolong untuk menyiapkan peralatan makanannya.


Setelah semua kini siap, mereka bertiga kini duduk bersama sama di meja makan menikmati olahan spaghetti yang sudah vale buat.


"Bagaimana rasanya sayang?" tanya Vale pada Elenor yang saat itu duduk di di samping nya.


"Delicious Mommy." ujar Elenor.


"Spaghetti salah satu makanan favorit nya." imbuh Julian.


"Oya, Mommy akan ingat ini. Elenor harus banyak cerita sama Mommy, makanan apa saja yang Elenor sukai. Nanti Mommy akan buatkan untuk Elenor."


Setelah mereka selesai makan, Julian kemudian membantu Vale untuk membawa bekas makan mereka ke dapur.

__ADS_1


Flashback off


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Elle, ko malah melamun." tanya Isabel pada Elenor yang kala itu justru terlihat melamun.


"Maaf Kak, aku hanya teringat Mommy ku. Saat aku masih kecil dan saat aku tingal bersama Mommy. Mommy sering memasakkan aku pasta." ucap Elle, yang kala itu teringat kebersamaan nya menikmati spaghetti bersama Valerie.


"Mana spaghetti punya ku?" tanya Alden yang baru saja turun dari tangga. Dan langsung ikut bergabung di meja makan bersama Elenor serta Isabella.


Dan, di hari Sabtu siang kala itu. Mereka bertiga menikmati makan siang bersama sambil mengobrol ringan.


"Sebelumnya aku sangat berterimakasih pada kalian berdua yang sudah mau menampung ku. Kalian sudah sangat berbaik hati dan ramah pada ku. Aku masih baru di sini. Jadi aku belum begitu paham dengan kota kota yang ada di Amerika."


"Jika kau ingin berpergian, tenang Elle. Ada sopir nya dan ada pemandu wisata nya." ujar Isabel sambil mengerlingkan matanya ke arah Alden.


"Aku bukan Sopir Kak." protes Alden pada sang Kakak.


"Kasian Elenor Alden. Dia pasti belum kemana mana selama berada di sini. Tidak apalah sesekali ajak Elle pergi pergi." goda Isabel pada sang adik.


"Ya kalau Elenor mau?" sergah Alden.


"Aku sebenarnya suka berpergian. Tapi karena di sini aku masih sedikit asing. Aku belum berani untuk pergi jauh. Paling aku hanya pergi ke supermarket dengan mengendari taksi bersama Bibik Ratih. Tapi dengan berjalannya waktu aku pasti akan berani. Dan aku memang suka berpergian. Dan juga ingin mengexplore Amerika lebih jauh lagi."


"Hobi mu hampir sama dengan Alden tu Elle. Kalian cocok jadi partner traveler." celoteh Isabel.


"Jangan di gubris Elle. Kakak ku satu ini paling bisa menjadi kompor." celetuk Alden pad sang Kakak.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Selamat malam Elle. Semoga kau bisa tidur nyenyak di sini. Jika kau haus atau apa. Turun saja kelantai bawah untuk ambil minum. Dan di lemari pendingin banyak makanan. Ambil saja pokoknya. Jangan malu malu." ucap Isabella pada Elenor ketika ia mengantarkan Elenor ke kamarnya.

__ADS_1


"Terimakasih kasih sekali lagi Kak Isabella. Untuk semua kebaikan dan keterbukaan Kakak dan Kak Alden pada ku." ujar Elenor.


"Sama sama Elle, selamat malam dan selamat beristirahat." ucap Isabella yang kemudian menutup pintu kamar Elenor dan ia juga bergegas untuk pergi ke kamarnya.


__ADS_2