Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Eleanor : Titip Elle


__ADS_3

"Hai, lihatlah dirimu mu. Kau cantik sekali." puji Elenor, ketika ia melakukan panggilan video call bersama Mommy nya Valerie.


"Hai Kakak Elle, sekarang kakak Elle punya adik perempuan." ucap Vale dengan nada suara penuh kebahagiaan.


Vale memperlihatkan bayi nya yang berjenis kelamin perempuan itu kepada Elenor melalui kamera di ponselnya.


Saat itu Valerie baru saja melahirkan anak ke tiganya dengan proses cesar.


"Maaf Mommy, aku tidak bisa pulang ke Indonesia. Karena aku baru masuk dan memulai kuliah ku di Harvard." ucap Elle pada Mommy nya. Yang tidak bisa pulang saat adik ke tiganya lahir.


"Tidak apa apa Elle. Kau fokus saja untuk berkuliah. Toh setiap hari kita selalu melakukan Vidio call kan. Dan selamat untuk mu. Kau telah menjadi seorang kakak dari ke tiga adik mu." Elenor pun nampak terkekeh dalam video call tersebut.


"Yeah, beban berat Mom jadi kakak dari tiga adik ku. Louis, Kendrick dan, sekarang dia. Namanya siapa Mommy?" tanya Elenor pada Vale.


"Mommy dan Dave masih bigung memberi nama siapa untuk Baby-nya. Sebenarnya Mommy dan Uncle sudah punya beberapa pilihan nama. Apa Elle ada saran nama untuk adik Elenor yang baru lahir ini?" tanya Velerie, Elle pun nampak berfikir sekarang.


"Bagaimana kalau Audrey. Aku suka nama itu Mommy." ujar Elle.


"Audrey, nama yang bagus. Nanti Mommy akan diskusikan dengan Dave untuk memberikan nama Audrey. Jaga dirimu baik baik Elle. Kalau Mommy sudah bisa menjenguk mu ke sana. Mommy akan terbang ke Amerika. Mungkin harus menunggu beberapa bulan lagi "


"Tidak apa apa Mommy. Aku sudah bisa bersosialisasi dengan baik di lingkungan kampus dan juga di lingkungan tempat aku tingal. Salam untuk Uncle Dave."


"Iya Elle. Nanti akan Mommy salamkan salam mu untuk Dave. Jaga diri baik baik ya Elle."


"Iya Mom, Mommy juga." Percakapan ibu dan anak itu pun berakhir.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


6 Bulan Kemudian


"Non, sepertinya saya harus kembali ke Indonesia." Tutur Ratih, seseorang yang ditugaskan oleh Julian untuk mengurusi Elenor selama berada di Amerika.

__ADS_1


"Memangnya kenapa Bik?" tanya Elenor penasaran.


"Tadi pagi saya dapat telepon dari keluarga saya yang ada di Indonesia. Ibu saya sakit keras Non. Dan mengharuskan saya untuk segera pulang ke Indonesia." ujar Ratih dengan suara cemas.


"Apa harus Bik?"


"Sepertinya begitu Non. Ibu saya soalnya sakit keras. Dia menanyakan saya. Saya takut Non, kalau ibu saya sudah tidak berumur panjang lagi. Tapi saya harap, ibu saya baik baik saja." Tutur lagi Ratih dengan nada suara yang sudah penuh kekawatiran sekarang.


"Baiklah Bik, nanti aku akan menghubungi Daddy ku. Aku akan coba memberi tau soal ini pada Daddy."


"Terimakasih Non Elle. Saya janji jika ibu saya sudah sehat, nanti saya akan kembali ke sini lagi. Tapi untuk saat ini sepertinya saya harus pulang."


"Ya, aku tau Bik. Nanti aku akan bicara sama Daddy."


Elenor pun kemudian menceritakan hal yang berkaitan dengan Ratih pada Julian.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Indonesia


"Ada apa Julian?" tanya Reyhan pada Julian. Yang kala itu mereka bertemu untuk membahas perihal kerjasama baru antara perusahaan mereka.


"Bibik yang aku tugaskan untuk menjaga putriku di Amerika. Minta untuk pulang dulu ke Indonesia untuk sementara. Katanya ibu nya sakit. Jadi dia minta pulang." jelas Julian.


"Lalu bagaimana dengan putri mu? Memang putri mu berkuliah di mana?" tanya Reyhan


"Elenor baru 6 bulan berkuliah di Havard. Dia kan masih 17 tahun. Aku masih belum bisa melepaskan dia begitu saja."


"Kenapa kamu tidak pernah cerita kalau anak mu sekolah di Havard. Putra ku juga berkuliah di Havard."


"Oya, Alden?" tebak Julian.

__ADS_1


"Iya, Alden, dia masih menyelesaikan Progam studi S2 di sana. Sedangkan Isabella sudah lulus dan sekarang sedang magang bekerja di sebuah perusahaan di sana."


"Oya, Alden dan Isabella ada di Amerika?"


"Sudah lama." Tutur Reyhan.


"Di mana mereka tinggal?"


"Tak jauh dari lokasi kampus. Jika Bibik yang menjaga putri mu ingin balik ke Indonesia. Putrimu bisa tinggal bersama anak anak ku untuk sementara. Aku telah membelikan sebuah rumah yang cukup besar untuk tempat tinggal Alden dan Isabella di sana." jelas Reyhan pada Julian.


"Ide yang bagus. Aku akan berkomunikasi dulu dengan Mommy nya Elenor."


"Beritahu aku jika Elenor akan tingal bersama anak anak ku. Ku rasa itu yang terbaik untuk Elenor. Dia kan masih baru di Amerika. Memang harus ada yang menjaga."


"Berapa umur Alden sekarang?" tanya Julian.


"Mungkin 27 tahun. Hanya beda beberapa tahun dari Elenor. Kenapa? Mau menjodohkan putra ku Alden dengan putri mu Elenor?" celetuk Reyhan.


Julian nampak terkaget saat Reyhan bilang perjodohan.


"Tidak, aku bukan orang tua yang suka main jodoh jodoh an." Jawab Julian. Reyhan hanya terkekeh mendengar perkataan Julian.


"Kabari aku juga Elenor akan tinggal bersama anak anak ku. Jangan sungkan. Kita bukanlah orang asing."


"Thanks Bro." jawab Julian pada sahabat karibnya itu.


Kedekatan persahabatan antara Julian dan Reyhan bermula ketika mereka menjadi rekan bisnis.


Hubungan yang baik itu terbawa hingga kini.


Meskipun dulu Julian pernah menjadi kekasih Andrea. Tapi nyatanya mereka tetap bisa berhubungan baik.

__ADS_1


Dan kini anak anak mereka seperti nya juga akan menjadi teman.


Mereka sudah terlihat seperti sebuah keluarga.


__ADS_2