Posesif Love Sang Billionaire

Posesif Love Sang Billionaire
Kejutan untuk Dave


__ADS_3

Begitu Vale melihat hasilnya, senyum sempurna terbit dari wajah cantik Valerie.


"Selamat Dave, kau berhasil. Aku hamil." ucap Vale penuh kebahagiaan.


Reflek Valerie memegang perutnya yang masih rata.


Seketika hatinya dilanda sebuah perasaan hangat dan penuh kebahagiaan.


Perasaan senang karena apa yang ditakutkan sang suami perihal kesuburannya ternyata sudah dipatahkan dengan positifnya dia hamil.


Kini di perut nya telah tumbuh janin hasil hubungannya dengan sang suami, Dave Enderson.


Kehamilannya saat ini pasti akan membuat Dave percaya diri dan senang. Dan dia tidak perlu lagi merasa dirinya tidak sempurna.


Valerie begitu larut dalam kebahagiaan. Sampai sampai ia bingung harus melakukan apa.


Tapi Vale tidak ingin terburu buru untuk memberitahu Dave.


Ia punya rencana untuk memberi kejutan pada sang suami perihal kehamilannya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Siang itu Vale tengah berada di meja makan untuk bersantap makan siang.


Sejak tau dirinya sedang berbadan dua. Valerie tidak ingin melewatkan jam makan siangnya.


Saat Valerie tengah menikmati makan siangnya sendirian di meja makan.


Elenor yang baru saja pulang dari sekolah datang dari ruang tamu dan berjalan ke arah Valerie begitu ia melihat Mommy nya ada di meja makan.


"Mom." sapa Elenor pada Mommy nya.


"Elle" pangil Vale, dengan nada suara penuh keringanan.


Vale kemudian berinsut dari kursinya dan langsung menghampiri sang putri. Vale langsung memeluk Elenor dengan erat ketika itu.


"Ada apa Mommy." seru Elenor bingung.


"Kemarilah Elle, duduk sini." ajak Vale pada Elenor.


Yang mengandeng tangan Elle untuk di ajak duduk di sebuah sofa di ruang tengah. Elle pun menuruti ajakan Mommy nya.


Setelah mereka kini sudah duduk. Vale yang duduk berhadapan dengan Elle nampak begitu tidak sabar ingin memberi tau kan sesuatu pada putrinya itu.

__ADS_1


"Elle, kamu adalah orang pertama yang tau ini. Karena Elenor bagi Mommy adalah orang yang sangat spesial untuk Mommy." ucap Vale berdebar debar.


"Ya, ada apa Mom. Jangan buat aku penasaran." ucap Elle, yang begitu terlihat penasaran.


Sambil menggenggam kedua tangan Elenor. Vale bersiap untuk memberi tau tentang kehamilannya pada sang putri.


"Elle, selamat ya, Elenor sebentar lagi akan jadi seorang Kakak. Mommy saat ini sedang mengandung. Elle akan punya adik." ucap Vale sambil tersenyum.


"Benarkah! Mommy hamil?"


Valerie kemudian meraih tangan Elle dan meletakkan tangan sang putri ke perutnya.


"Iya, Mommy sekarang sedang mengandung. Di perut ini, dulu Mommy juga mengandung Elenor. Dan sekarang di dalam sini ada calon adik Elle sedang tumbuh. Mommy hanya ingin bilang pada Elenor. Jika Mommy sangat mencintai Elenor. Elle bagi Mommy sangat spesial. Jadi, Elle senang kan, akan punya adik dari Mommy."


"Tentu saja Elenor senang Mom. Elle juga sudah punya adik dari Mama Jenna, Louis. Aku sekarang akan jadi kakak dari dua adik ku." jelas Elle sambil mengulas senyum tipis.


"Terimakasih Elle sudah menerima anak yang Mommy kandung sebagai adik Elle."


Valerie kemudian memeluk kembali Elenor dengan erat.


"Nanti sore Daddy akan menjemput Elle. Elle ke kamar dulu ya Mommy. Elle harus bersiap."


"Tidak bisakah Elle tetap bersama Mommy. Mommy masih ingin bersama Elle. Nanti Mommy akan menghubungi Daddy untuk memberi tau jika Elle masih ingin sama Mommy."


"Daddy pasti tidak akan marah jika Elle yang mau. Tapi Mommy tidak akan memaksa."


"Oke, Elle akan tingal sama Mommy dua hari lagi."


"Terimakasih Elenor." Vale pun memeluk kembali putri tercintanya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Malam itu Dave kembali ke Mansion agak larut malam.


Banyak urusan pekerjaan yang harus ia selesaikan kala itu. Ia juga telah memberi tau Vale jika ia akan pulang agak malam. Supaya Vale tidak perlu menunggunya.


Dengan wajah yang letih sesuai pulang dari kantor malam itu.


Dave yang saat ini telah berada di kamarnya mengembangkan senyum manis saat melihat wanita cantik yang kini telah menjadi teman tidurnya.


Sejenak Dave berdiri di sisi ranjang. Dan memperhatikan Valerie yang sudah tidur pulas itu.


"Tidur saja kau terlihat cantik sayang. Aku sungguh beruntung memperistri dirimu." Ucap Dave, yang kemudian menyisipkan beberapa helai rambut Vale ke sisi telinganya.

__ADS_1


Kemudian Dave membungkukkan badannya dan mencium pipi putih mulus Valerie.


"Dave." pangil Vale pada sang suami dengan suara serak.


"Tidurlah kembali Valerie, sudah malam. Maaf membangunkan mu. Aku baru saja pulang."


Bukannya tidur kembali, Vale justru malah terbangun.


"Mandilah air hangat agar badan mu segar." ucap Vale pada Dave sambil menyentuh pipi kiri Dave. Yang kini duduk di sisi ranjang tepat di sisinya.


"Baiklah, aku mandi dulu ya."


Dave kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa saat kemudian. Dave keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan celana panjang dan juga mengenakan kaos tipis untuk tidur.


Dave langsung bergabung dengan Valerie di ranjang hangat mereka.


Begitu Dave sudah berada di tempat tidur. Vale kemudian mengambil sesuatu dari dalam laci yang ada di sisi tempat tidur.


"Dave, aku ada kejutan untuk mu. Sebenarnya ini akan aku berikan untuk mu besok pagi. Tapi rasanya aku sudah tidak sabar untuk segera memberi tau mu."


"Memberi tau apa?" tanya Dave bigung dan juga penasaran.


"Sesuatu yang sangat penting untuk mu." ucap Vale, yang kemudian ia menyodorkan sebuah kotak kecil pada Dave.


"Bukalah." ucap Vale nampak bersemangat.


Dave pun kemudian membuka kotak itu.


"Ambil dan cek benda itu sayang." suruh Vale pada Dave yang terlihat bigung.


Dave kemudian mengambil benda pipih tersebut. Ia tau benda apa yang ia pegang saat itu. Dave pun kemudian langsung mengecek hasil yang tertera pada alat tersebut. Begitu ia telah membaca dan mengetahui hasilnya. Dave langsung mengarahkan pandangannya ke arah sang istri. Dan Vale pun tersenyum penuh arti.


"Apa itu artinya kau saat ini sedang hamil?" tanya Dave ragu ragu.


"Ya Dave, aku hamil. Aku sedang mengandung benih mu sekarang. Kita kan punya anak dan kau akan di panggil Daddy." ucap Valerie pada Dave menjelaskan.


Tidak lagi mampu untuk berkata kata. Dave langsung memeluk Valerie dengan erat.


Dan Dave juga menghujani Vale dengan ciuman serta kecupan bertubi-tubi.


Dave tidak menyangka dan tak percaya jika kini ia telah menjadi seorang calon ayah.

__ADS_1


__ADS_2