
Nirmala dan Raihan mengelilingi kota dengan bis, sesekali mereka turun berjalan-jalan di trotoar menikmani suasana kota di malam hari ataupun ikut bercengrama di ramainya taman kota.
Mereka banyak bercerita tentang masa lalu saat mereka masih sering bermain bersama di kampung juga sama-sama menceritakan persahabatan ibu mereka.
waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam setelah menghabiskan cukup banyak waktu akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
"Aku akan mengantarmu pulang" kata Raihan kekeuh meski Nirmala sudah menolak berkali-kali.
"baiklah" jawab Nirmala mengalah setelah lelah berdebat dengan Raihan.
Sampailah mereka di depan rumah Nirmala, seperti biasa Dirga selalu menunggu diluar saat jam 9 malam kakaknya belum pulang.
"Hei Dirgantara" Raihan menyapa Dirga yang berdiri mematung menyaksikan kedatangan mereka.
"Hai kak Raihan?" Dirgantara memasang sunyumnya pada Raihan dan melirik penuh tanda tanya pada kakaknya.
Semantara Nirmala hanya memberi kode melihat lirikan Dirgantara seakan mengatakan akan ku jelaskan nanti.
"Untunglah kau masih mengingatku" Raihan menepuk-nepuk bahu Dirgantara.
"Tentu saja aku mengingat kakak" Dirgantara tersenyum pada Raihan
"baiklah kalau begitu aku pulang dulu" pamit Raihan kemudian
"bagaimana kalau kakak mampir dulu seben..."
"Terimakasih sudah mengantarku..."
Dirgantara dan Nirmala berkata bersamaan kemudian saling menatap.
Nirmala mengerutkan keningnya pada Dirgantara tanda dia tak ingin Raihan mampir dirumahnya.
"ah tidak aku masih punya sesuatu yang harus ku urus" pamit Raihan menyadari Nirmala merasa tidak nyaman padanya.
__ADS_1
"ah iya iya terimakasih sudah mengantar kakak ku"
"hahaha bukan apa-apa, sampai jumpa Dirgantara. jalan-jalanlah ke kampung skali-skali" Raihan melambaikan tangannya dibalas Dirga dan Nirmala.
"kenapa dia mengantar kakak?" Tanya Dirgantara tak sabaran sambil mengikuti kakaknya dari belakang.
"aku sudah melarangnya tapi dia memaksa" jawab Nirmala acuh.
Dirgantara menghentikan langkahnya dan menarik nafas kasar.
"jadi maksudku kenapa dia bisa meminta untuk mengantar kakak pulang?"
"tentu saja karna kami bertemu" jawab Nirmala lagi kembali acuh.
Kini mereka sudah berdiri di depan kulkas. Nirmala membuka kulkas dan mengeluarkan air dingin lalu menuangkannya ke gelas dan meminumnya.
Dirgantara memutar matanya jengah melihat tungkah kakaknya.
"apa kakak sedang pura-pura bodoh sekarang?" tanya Dirgantara lagi kali ini dengan nada kesal.
"aku tidak akan bertanya kalau dia bukan kak Raihan" jawab Dirgantara kembali dengan nada kesalnya.
Sementara Nirmala hanya bisa tertawa melihat tingkah adiknya kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.
"apa menurut kakak sekarang adalah waktunya untuk tertawa" Dirgantara sudah benar-benar kesal sekarang dia berjalan menuju ruang keluarga dan duduk bersandar pada sofa.
"itu karna kau bertingkah seperti kakak laki-laki bukan seperti adik" jawab Nirmala masih belum bisa menyembunyikan senyumnya membuat Dirgantara semakin kesal. Nirmala kemudian duduk di samping adik tersayangnya itu.
...****************...
driiiittt....driiiittt....driiitttt
jam masih menunjukkan pukul 6.30 namun dering telfon Nirmala sudah mengganggu tidur nyenyaknya.
__ADS_1
"hmm siapa yang menelfon pagi-pagi begini" gumam Nirmala sambil meraba-raba meja di ujung ranjangnya mencari benda yang dari tadi mengganggunya.
"haloo" akhirnya Nirmala menemukan benda pipih itu
"hei pemalas bangunlah kau harus bekerja" suara disebrang telfon
Nirmala mengerutkan keningnya mendengar jawaban orang yang baru saja menelfonnya kemudian memandang ponselnya untuk mencari tahu siapa yang sedang menelfonnya sekarang.
"cepat kesini aku ingin sarapan roti" lagi-lagi orang yang di sebrang telfon bertingkah.
"tuan Angkasa?" Nirmala masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.
"hm kalau kau sudah tahu cepatlah kesini" perintah Angkasa lagi bertingkah seperti bos Nirmala
"maaf tuan tapi aku sedang libur hari ini" jawab Nirmala kemudian mematikan panggilan.
"ap-apaaa?...hei....halooo" Angkasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"wah gadis ini benar-benar yaa" Angkasa berbicara menatap ponselnya dengan kesal di dalam mobilnya.
Sementara Nirmala kembali melanjutkan tidur nyenyaknya yang sudah di ganggu oleh Angkasa.
Angkasa kemudian melajukan mobilnya menuju kantornya masih dengan perasaan kesal.
"aku kira kakak libur hari ini?" Dirgantara yang sudah akan berangkat ke sekolah terdiam menatap kakaknya sudah rapi juga.
"hm aku ingin berjalan-jalan ke taman"
"bukan menemui pria itu kan?" Dirgantara menyipitkan matanya menyelidik.
Smentara Nirmala membelalakan matanya mendengar perkataan adiknya.
"tentu saja bukan" jawab Nirmala cepat kemudian berlalu mendahului Dirgantara keluar rumah.
__ADS_1
"ck" Dirgantara kemudian menyusul kakaknya keluar.
.