Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 21 (Kaget)


__ADS_3

Nirmala terdiam setelah mendengar Angkasa memohon padanya. pria itu memohon bahkan menangis.


sebuah sudut di hatinya terluka. pria yang dia cintai memohon padanya tapi di sisi lain dia harus sadar karna pria ini sudah bertunangan.


pria ini adalah pria yang akan berubah fikiran kapanpun ia mau. pria ini pria yang mengabaikannya begitu saja setelah menyatakan cinta kemarin. mungkinkah Nirmala harus percaya padanya hari ini? tapi bagaimana kalau nanti dia kembali berubah fikiran. Nirmala akan kembali terluka.


Nirmala menarik tangannya keras kemudian berjalan meninggalkan Angkasa.


"ku mohon percaya padaku skali ini saja" gumam Angkasa.


Nirmala terus berjalan tanpa arah. kepalanya terasa pusing. seluruh tubuhnya terasa sangat lelah hingga kakinya hampir tak bisa menopangnya. jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. air matanya terus bejatuhan tanpa ia sendiri mengerti kenapa.


Taksiiiii....


diambang kesadarannya memahami kejadian yang baru saja ia alami, untunglah Nirmala masih bisa menghentikan taksi karna dia sudah hampir tak bisa berjalan.


"Toko Roti Cemara" perintah Nirmala pada sopir taksi tersebut.


Nirmala buru-buru masuk ke toko rotinya lalu kembali menguncinya dari dalam dan memberi tanda tutup kemudian Nirmala langsung menuju ruang istirahat dan merebahkan tubuhnya tak lama kemudian ia pun tertidur.


seperti biasa Nirmala selalu memilih tidur saat hal yang sulit ia hadapi terjadi.


Nirmala tidur meringkuk di atas ranjang tempat ia beristirahat di toko roti hingga tanpa ia sadari jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.


driiittt....driiittt...driittt....


tertera nama Dirgantara di ponsel Nirmala.


driiiitt...driiiitt...driiitttt....


"Hal...Halooo"


Akhirnya Nirmala terbangun dan mengangkat panggilan telfonnya.


"kakak dimana? kenapa belum pulang?"


Dirgantara sudah panik.


"o-oh Dirga...kakak...ketiduran di toko"


Nirmala baru 100 persen sadar setelah mendengar suara Dirgantara dan mengucek-ngucek matanya melihat sekeliling.

__ADS_1


kemudian ia melihat jam di ponselnya.


"maaf membuatmu khawatir...kakak akan segera pulang"


Nirmala memperbaiki perasaannya yang baru bangun tidur kemudian bergegas bangun menuju dapur membasuh wajahnya. kemudian Nirmala kembali ke ruang istirahat dan mengambil tasnya.


Nirmala kemudian membuka kunci pintu dan keluar.


Huhhhh....


begitu melihat Nirmala keluar Angkasa langsung berjalan kearahnya dan menyenderkan tubuhnya pada Nirmala. Nirmala tersungkur kebelakang hampir terjatuh karna menopang tubuh Angkasa yang cukup berat.


"T-Tuan Angkasa" Nirmala kaget.


"sebentar saja. biarkan aku seperti ini sebentar saja" gumam Angkasa namun dapat terdengar di telinga Nirmala.


namun Nirmala tatap memberontak hendak melepaskan pelukan Angkasa.


"Nirmala..." panggil Angkasa dengan suaranya yang terdengar lemah tak seperti biasanya.


mendengar itu Nirmala akhirnya diam membatu membiarkan dirinya dipeluk oleh Angkasa.


"kenapa dia basah kuyup begini" gumam Nirmala dalam hati.


"Tuaann Angkasa" Nirmala kaget untuk yang kedua kalinya.


Angkasa hampir saja terjatuh saat Nirmala mendorongnya dan kekagetan Nirmala yang ketiga adalah rupanya pria ini tidak sadarkan diri.


Akhirnya Nirmala mebopoh Angkasa masuk ke tokonya dan membawanya ke ruang istriahat diamana ia tertidur tadi.


"Tuan Angkasa...tuannn....heiii" panggil Nirmala panik sambil menggoyang-goyangkan tubuh Angkasa namun pria itu tetap tak sadarkan diri.


driiittt...driiiittt...


"kakak sudah dimana?"


suara Dirgantara di sebarang telfon yang masih panik bisa diketahui dari nada suaranya.


"skali lagi maafkan kakak Dirgantara ada urusan mendadak. tidak usah khawatir" kemudian Nirmala mematikan panggilan.


Dirgantara menghela nafas memandangi ponselnya merasa kesal pada kakaknya yang tak peduli padanya padahal dia sudah panik sejak tadi.

__ADS_1


"sepertinya kakak benar-benar sudah dewasa ya sekarang" gumam Dirgantara menggeleng-gelengkan kepalanya.


kembali pada Nirmala yang masih panik karna Angkasa tak sadarkan diri.


Nirmala panik dan bingung apa yang harus dilakukannya kemudian teringat ada frashcare di tasnya lalu ia buru-buru membongkar tasnya.


setelah berhasil menemukannya Nirmala langsung mengoleskannya di bawah hidung, di dahi dan di pelipis Angkasa. kemudian Nirmala terdiam memandangi Angkasa berharap pria itu segera sadarkan diri.


"shhhhh....shhhhhh"


Angkasa terbangun namun hanya ******* yang keluar dari mulutnya dan matanya juga tertutup.


Nirmala mengerutkan keningnya dan menempelkan tangannya di dahi Angkasa.


"dia demam" guamam Nirmala.


"huh bagaimana ini..." Nirmala kembali kebingungan lalu tersadar pakaian Angkasa basah kuyup.


"ap-apa aku harus me-melepasnya" gumam Nirmala sendirian.


"baiklah aku pasti bisa"


Nirmala mulai dengan melepas sepatu Angkasa lalu melepas jasnya terakhir Nirmala melepas kemeja Angkasa.


"huh...." Nirmala mengibas-ibaskan tangannya menatap ke segalah arah dalam ruangan itu berusaha untuk tidak melihat tubuh kekar pria di depannya.


"Ak-aku harus meminta bantuan pada seseorang"


Nirmala meraba-raba jas Angkasa berusaha mencari ponselnya. setelah menemukannya dia membuka ponsel Angkasa dan mencari kontak yang bisa dihubungi.


Panggilan masuk Dion


Panggilan tak terjawab Dion 5x


Panggilan keluar Dion 3x


Panggilan tak terjawab Tasya 10x


Nirmala merasa gugup saat melihat kotak panggilan di ponsel Angkasa.


"se-sepertinya aku harus menelfon Dion saja"

__ADS_1


.


.


__ADS_2