
Angkasa menoleh mendengar namanya disebut
deg...
Nirmala, perempuan yang dihindarinya selama dua minggu ini kini tepat berada didepannya.
Angkasa memilih mengabaikan Nirmala dan berjalan menggandeng tangan Tunangannya Kesya.
"T-tu-Tuan Angkasa...?" Nirmala memanggil sekali lagi karna mengira Angkasa tidak mendengarnya tapi rupanya pria itu terus berjalan mengabaikannya dan menggandeng seorang gadis cantik.
Nirmala menarik nafas kasar, seperti ada irisan dalam hatinya.
"Mungkin dia tidak mengenaliku" gumam Nirmala sambil menatap kepergian Angkasa.
"Kakak...?" Dirgantara menyadarkan kakaknya
"y-ya?"
Dirgantara mengerutkan keningnya melihat tatapan kakaknya pada pria itu.
"kakak baik-baik saja?" tanya Dirgantara memegang bahu kakaknya.
"oh t-ten-tentu saja ak-aku baik-baik saja" Nirmala menoleh pada adiknya dan tersenyum kemudian kembali menarik tangan adiknya dan berjalan memasuki toko.
"Selamat Ulang Tahun Dirgantara"
Nirmala mengatakannya sambil menyerahkan kado.
Setelah makan malam mereka selesai, Nirmala dan Dirga pun pulang ke rumah.
Nirmala merebahkan dirinya di ranjang, teringat kembali kejadian tadi saat Angkasa mengabaikannya.
__ADS_1
tak terasa air matanya mengalir. Nirmala buru-buru menghapusnya.
"ck...padahal aku baru mengenalnya"
...****************...
Angkasa duduk di kursi kebesarannya dengan membelakangi meja. dia duduk bersandar sambil menaikkan tangannya di dahinya.
teringat saat Nirmala memanggilnya tapi dia mengabaikannya.
Angkasa menghembuskan nafas kasar.
"aku merindukannya"
Tiba-tiba Angkasa bangkit dari duduknya lalu berjalan terburu-buru.
Kini Angkasa berada di sebrang jalan depan toko roti sambil memantau dari dalam mobilnya. toko itu tampak sepi padahal jam baru menunjukkan pukul 3 sore.
Angkasa terus menatap kedalam toko roti tersebut berharap seseorang yang dirindukannya bisa dia lihat meski dari jauh.
Nirmala keluar dari tokonya disusul Dirgantara. mereka kemudian menutup toko roti. Nirmala tampak menempelkan sesuatu di pintu toko sebelum pargi sambil menggandeng tangan Dirgantara.
Angkasa terus menatap Nirmala sampai gadis itu hilang dari pandangannya.
Selepas kepergian mereka Angkasa kemudian turun dari mobilnya dan berjalan menuju toko roti kemudian melihat benda yang Nirmala tempelkan sebelum pergi tadi.
Mohon Maaf Toko Ini Akan Tutup Dalam Beberapa Hari
Angkasa mengerutkan keningnya melihat tulisan tersebut.
"apa maksudnya?...apa dia akan pergi ke suatu tempat?"
__ADS_1
gumam Angkasa masih menatapi tulisan itu.
...****************...
Sudah sekitar 3 hari Angkasa terus memantau toko roti Nirmala namun selama itu juga dia mendapati roko tersebut tutup.
Hingga pada suatu pagi Angkasa memutuskan bangun lebih cepat dari biasanya lalu melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
Setelah memarkir mobilnya Angkasa berlari-lari kecil menaiki anak tangga taman yang sudah lama tak ia datangi.
sesampainya di puncak Angkasa mengedarkan pandangannya namun tak melihat siapapun.
"Dia tak ada" gumam Angkasa yang masih terengah-engah karna berlari tadi.
"huh dia tidak ada" Angkasa masih bergumam sendirian sambil mengatur nafasnya.
Setelah berhasil mengatur nafasnya Angkasa kembali berlari-lari mengitari taman namun hasilnya tetap sama dia tidak melihat sosok yang dicarinya.
Angkasa akhirnya kembali ke mobilnya lalu melajukannya cepat.
Kini Angkasa berada di depan sebuah rumah minimalis sederhana. Angkasa lalu turun dari mobilnya.
Angkasa membunyikan bel beberapa kali namun tidak ada jawaban akhirnya Angaksa menyerah dan pulang kerumahnya.
Angkasa merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya dengan lengan menutupi sebagian wajahnya. Angkasa menghembuskan nafas kasar.
"aku bahkan tak sadar berlari seharian untuk mencarinya"
"sebenarnya kau dimana" gumam Angkasa lagi.
"Nirmala..." Kata terakhir yang keluar dari mulut Angkasa sebelum dia terlelap tidur karna kelelahan. Namun tanpa dia sadari bulir air mata ikut serta mengalir saat Angkasa mengatakan nama itu.
__ADS_1
.
.