Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 35 (Kembali)


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu. Dirgantara akhirnya memasuki kelas 3 SMA.


Nirmala memutuskan untuk kembali kekota untuk mempersiapkan biaya Dirgantara masuk ke perguruan tinggi. meskipun sudah ada tabungan, Nirmala tetap harus bekerja keras karna menurutnya uang itu belum cukup.


Meskipun masih agak takut dan kurang percaya diri. mengingat label pelakor yang orang-orang sematkan padanya tapi Nirmala tetap memutuskan untuk kembali membuka toko rotinya. dia kembali membawa barang-barangnya ke toko dan menatanya.


Beberapa orang yang masih mengingat kejadian di hari itu memberikan tatapan tajam dan mencemoh pada Nirmala dan tak ingin membeli roti, beberapa orang memutuskan untuk pura-pura tidak tahu kejadian itu dan membeli roti meski tetap memberikan tatapan tidak ramah lagi. dan beberapa orang yang lain sudah lupa ada juga yang tidak tahu sama sekali pada kejadian itu.


Nirmala memutuskan menutup mata dan telinga rapat-rapat agar bisa menghasilkan uang. saat ini itu semua tidak penting lagi baginya. dia harus menghasilkan uang sebanyak-banyaknya untuk biaya kuliah adiknya karna membuat adiknya berkuliah juga bagian dari impiannya.


Suasana pagi di hari kerja seperti biasanya. meski tak seramai dulu para pelanggan masih berdatangan untuk membeli roti Nirmala. tentu saja roti itu banyak digemari karna rasanya yang unik dan sudah legendaris mengingat toko roti itu sudah berdiri sejak ibu Nirmala masih muda.


Suasana kerja di kantor Angkasa tak kalah sibuk namun di tengah-tengah kesibukannya Dion bersikeras memasukkan jadwal sarapan pagi untuk Angkasa. padahal Angkasa yang sangat keras kepala itu sudah menolak namun Angkasa akhirnya mengalah setelah Dion mengancam akan berhenti bekerja.


tokk...tokk..tokk...


"Masuklah" panggil Dion yang kebetulan masih berada dalam ruangan Angkasa.


Seorang gadis membawa nampan berisi roti dan kemudian meletakkannya di meja tamu lalu berdiri di sudut.


Angkasa berdiri dari duduknya sambil menghela nafas kasar tanda ia tidak tertarik dengan acara sarapan pagi ini.


Angkasa duduk dan mengerutkan keningnya menatap nampan yang berisi roti di atas meja.


"Roti?" tanyanya kemudian.


"ah ini roti yang cukup banyak diperbincangkan karna rasanya yang unik dan enak jadi aku memutuskan untuk menjadikannya sarapan pagi anda pagi ini tuan. aku fikir anda akan menyukainya" jelas pegawai itu.


Angkasa masih mengerutkan keningnya menatap roti-roti di depannya.


"dimana kau membelinya?" tanyanya lagi.


Dion ikut memperhatikan roti itu sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


^^^apa ada yang salah dengan rotinya?^^^


gumam Dion dalam hati


"em di toko roti yang baru di buka di depan gedung kantor tuan. anda tidak perlu khawatir karna tempatnya bersih dan tidak kumal" jelas pegawai itu lagi.


Mendengar itu Dion memejamkan matanya sebentar dan memegang pangkal hidungnya.


bagaimana aku bisa lupa model roti depan kantor


dan setelah itu Dion segera mengambil nampan berisi roti itu hendak membawanya keluar.


"ma-maaf tuan dia pegawai baru" jelasnya dengan terbata.


"letakkan itu dan keluarlah" perintah Angkasa.


Dion kemudian keluar dengan perasaan gugup sesuai perintah Angkasa. sementara sang pegawai yang juga langsung keluar merasa bingung.


Malampun tiba tapi Angkasa masih duduk di bangku kebesarannya sambil memutar-mutar ponsel di tangannya dia memandang pemandangan malam kota dari ruangannya di lantai tertinggi gedung perusahaannya.


skali-skali dia menghembuskan nafasnya kasar.


Angkasa terdiam seperti itu tanpa menyadari waktu berlalu.


driiittt....driitttt....driiiittt...


Angkasa tersadar dan mengankat panggilan ponselnya.


"Halo tuan... aku masih akan menginap di apartemen anda malam ini"


Angkasa hanya menghela nafas kasar dan tak memberi jawaban apapun lalu mematikan panggilan setelah mendengar itu lalu buru-buru ia melihat jam di tangannya.


pukul 9.05 PM.

__ADS_1


Angkasa bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya dan berlari-lari kecil meninggalkan ruangannya menuju lift.


begitu sampai di basement dan berlari-lari kecil menuju mobilnya dan melajukannya menuju ke suatu tempat.


setelah menyelsaikan urusannya di tempat itu buru-buru Angkasa kembali melajukan mobilnya.


Angkasa menghela nafas kasar dan bercermin menatap wajahnya lalu ia memperbaiki rambutnya yang tidak berantakan.


lalu kembali ia menghela nafas kasar sebelum ia keluar dari mobil.


Kini Angkasa berdiri sambil menatap toko roti di depannya namun sayangnya pintu toko itu tertulis.


TUTUP


"ck cepat sekali dia menutupnya" gumamnya kemudian ia kembali masuk ke mobilnya.


"tapi kenapa lampunya masih menyala" gumamnya lagi sambil masih memperhatikan toko dari dalam mobil.


tak lama Angkasa memperhatikan toko lampu toko terlihat mati.


Angkasa mengerutkan keningnya.


"dia baru akan pulang?"


Angkasa kembali menghela nafas kasar sambil bersiap menunggu seseorang yang akan keluar dari toko roti itu namun setelah menunggu beberapa lama ternyata tak ada seorangpun yang keluar dari sana.


"dia bermalam disini?"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2