
Sudah dua bulan sejak kejadian itu. Angkasa berhasil mengatasi semua masalah termasuk membatalkan pertunangannya dengan Tasya. meski keadaan tidak benar-benar membaik orang-orang masih membicarakan Nirmala si pelakor tapi beberapa orang sudah mulai mengabaikan dan melupakan masalah itu.
Tapi selama dua bulan Angkasa mencari Nirmala dan adiknya namun tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis itu dan adiknya. Mereka seperti menghilang tanpa jejak.
"Anda ingin sarapan apa pagi ini?" tanya Dion di tengah perjalanan menuju kantor.
Angkasa yang sedang sibuk mengamati ipad dan berkas-berkas mendongkak mendengar pertanyaan Sekertarisnya.
"kita langsung ke kantor saja" jawabnya kemudian dia langsung fokus pada berkas dan ipadnya lagi.
Dion menghela nafas kasar. sudah dua bulan ini Angkasa kembali menjadi dirinya di masa lalu. masa ketika ia lebih mementingkan pekerjaan daripada kesehatannya. jangankan untuk sarapan Angkasa bahkan tak jarang menunda makan siangnya atau bahkan tidak makan siang.
Dion terus melajukan mobil dengan segala fikiran-fikiran di kepalanya dan Angkasa yang sibuk dengan berkas-berkas di tangannya.
Dan ketika mobil melewati toko roti hendak berbelok memasuki pekarangan gedung tiba-tiba.
"berhenti" perintah Angkasa.
Dion akhirnya sedikit memundurkan mobil lalu berhenti tepat di depan gedung toko roti.
Angkasa mengamati toko itu. tampak seseorang sedang melepas tulisan toko roti tersebut dan beberapa orang sibuk memasukkan barang.
Angkasa mengerutkan keningnya kemudian turun dari mobil. sementara Dion hanya mengamati tuannya.
"em apa Nirmala ada di dalam?" tanyanya pada salah satu pria yang ada disana.
"oh nona Nirmala sudah pulang tuan?"
"jad-jadi dia baru saja berada disini?" Angkasa terkaget gadis yang dicarinya rupanya benar-benar ada disini beberapa menit yang lalu.
"iya tuan"
Mendengar itu Angkasa hendak kembali kedalam mobil namun langkahnya terhenti.
__ADS_1
"apa aku boleh tahu kenapa tulisan toko rotinya dilepas?" tanyanya lagi.
"oh kami menyewa gedung ini untuk satu tahun kedepan tuan"
Angkasa mengerutkan keningnya.
dia menyewakan gedung ini?
Angkasa meminta Dion keluar lalu masuk ke mobil dengan terburu dan melajukan mobilnya kencang.
Sementara Dion hanya bisa menghela nafas melihat kepergian tuannya dan dengan terpaksa ia berjalan kaki menuju kantor.
diperjalanan menuju rumah Nirmala. Angkasa mencoba menghubungi gadis itu berharap dia mengangkat panggilannya namun rupanya nomor tersebut masih tidak aktif. akhirnya Angkasa memutuskan untuk fokus menyetir terlebih dahulu.
Sampailah Angkasa di depan rumah Nirmala lalu ia segera turun dan memencet bel.
dan tak lama kemudian pintu pagarpun terbuka.
deggggg....
Angkasa sempat terdiam tak percaya bahwa Nirmala kini berdiri di depannya.
dalam sepersekian detik mereka terdiam dan hanya saling menatap.
"Lama tak bertemu tuan" sapa Nirmala kemudian.
Angkasa menghela nafas kasar tetap diam dan menatap Nirmala.
"ayo kita bicara" jawab Angkasa lalu menarik tangan Nirmala keluar.
"tuan jangan seperti ini" Nirmala menarik tangannya yang digenggam Angkasa.
"kita harus bicara" tegas Angkasa
__ADS_1
Nirmala menghela nafas kasar. kemudian dia berjalan menuju mobil Angkasa dan masuk dengan tenang.
Angkasa langsung melajukan mobilnya ke sebuah tempat di pinggir pantai.
"kau dimana selama dua bulan ini?"
Setelah hening beberapa menit akhirnya Angkasa memulai pembicaraan.
"di suatu tempat yang aman" jawab Nirmala tenang.
"belum berencana untuk pulang?... kenapa menyewakan toko?"
"kami akan tinggal disana dalam beberapa tahun ini"
"pulanglah. semua akan baik-baik saja"
Nirmala yang dari tadi hanya menatap pantai kini menoleh pada Angkasa di sampingnya.
"orang-orang masih menatapku aneh. aku mungkin bisa menghadapinya tapi aku tidak akan membiarkan Dirgantara mendapatkan sedetikpun tatapan aneh karna kakaknya berselingkuh"
Nirmala terdiam sesaat setelah mengatakan itu kemudian melanjutkan.
"kami baik-baik saja jadi anda tidak perlu khawatir"
"Nirmala. . ."
"mari jangan membuat masalah baru. aku akan pulang naik taksi"
Nirmala kemudian membuka pintu mobil hendak turun tapi Angkasa menahannya.
"aku akan melindungimu dan adikmu. ayo kita menikah"
.
__ADS_1
.
.