Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 16 (Kampung halaman)


__ADS_3

Driiittt....Driiitt...


Ponsel Nirmala berbunyi lalu ia segera mengangkatnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


BIBI


Nirmala mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera pada panggilan telfon tersebut.


"Halo selamat malam bibi..." Sapa Nirmala setelah mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Nirmala selamat malam...kamu dan Dirga apa kabar?" suara Bibi Nirmala disebrang sana.


"baik bibi...bibi dan paman sendiri apa kabar?"


"hm kami baik-baik saja"


"syukurlah bibi"


Setelah cukup banyak basa-basi Bibi Nirmala yang tak sering menelfon kemudian mengatakan bahwa dia dan suaminya menunggu Nirmala di kampung.


"ada hal penting yang ingin paman dan bibi bicarakan" jelas Bibi pada Nirmala


"baik bibi" jawab Nirmala sebelum kemudian panggilan tersebut terputus.


Kini Nirmala dan Dirgantara menutup toko bersama kemudian menempelkan kertas yang mengatakan bahwa toko mereka tutup untuk beberapa hari kedepan.


Nirmala dan Dirgantara berencana akan menginap di rumah bibi mereka sekitar satu minggu karna sudah cukup lama juga mereka tidak pulang ke kampung halaman.


Di sepanjang perjalanan menuju kampung halaman kedua orang tua mereka dengan menaiki kereta, Dirgantara terus memperhatikan kakaknya yang terlihat murung tak seperti biasanya.

__ADS_1


"kakak apa sesuatu terjadi?" tanya Dirga kemudian karna tak tahan lagi melihat kakaknya murung.


"hm tidak. semua baik-baik saja" jawab Nirmala kemudian tersenyum pada adiknya.


"hm baiklah" Dirgantara paham bahwa kakaknya sedang tidak ingin membicarakan apapun yang telah terjadi sehingga ia memilih diam.


Setelah naik kereta selama hampir 2 jam kemudian naik bis selama 3 jam akhirnya Nirmala dan Dirgantara sampai di rumah bibi dan pamannya.


"Ponakan-ponakan saya sudah datang" sambut bibi berhambur memeluk Dirgantara dan Nirmala bergantian.


"Masuklah-masuklah nak" sambut paman sambil membantu membawakan koper Nirmala.


Selesai makan malam Nirmala dan Dirga kemudian masuk ke kamar yang disediakan masing-masing lalu beristirahat.


Nirmala berbaring di atas ranjang lalu menghembuskan nafas kasar.


Pagi datang, Nirmala membantu bibinya meniyapkan sarapan. setelah sarapan siap mereka berempatpun sarapan bersama.


Nirmala menatap Dirgantara mendengar perkataan bibinya. Sementara Dirgantara hanya diam menunduk.


"kami sudah lebih baik sejak satu tahun yang lalu bibi tapi, aku dan Dirgantara terlalu sibuk untuk berkunjung kemari"


"itu pasti sangat berat. kalian sudah melaluinya dengan baik" paman menimpali pembicaraan mereka.


Nirmala terdiam dan ikut menunduk mendengar kata-kata pamannya. terlintas dikepalanya bagaimana dia dan adiknya melewati masa-masa sulit setelah kepergian kedua orang tua mereka.


Nirmala merasa sesak mengingat masa itu tapi sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak keluar.


"Kalian sudah tumbuh dewasa dengan baik" Kini bibi mengelus-elus punggung Nirmala.

__ADS_1


Nirmala menarik nafas kasar berusaha membendung keperihan hatinya mengingat masa-masa tersulitnya.


"Sebenarnya bibi ingin memberitahumu setelah kau tinggal beberapa hari disini tapi bibi takut kau bingung jika kebetulan bertemu dengan Raihan atau keluarganya"


Nirmala mengerutkan keningnya dan berhenti menunduk. kali ini dia dan Dirgantara saling bertatapan. Nirmala dan Dirgantara terdiam menunggu kelanjutan kata-kata bibinya.


"Raihan melamarmu beberapa hari yang lalu makanya bibi memintamu datang kesini"


Nirmala terhenyak mendengar penyampaian bibinya.


deg...


Seseorang melamar dirinya dan orang itu adalah Raihan. meski Nirmala tahu Raihan sudah lama menyukainya, Nirmala tidak menduga bahwa Raihan akan tiba-tiba melamarnya melalui bibinya.


"paman dan bibi berharap kau memikirkannya dengan baik. seperti yang kau tahu Raihan adalah anak yang baik"


Nirmala terdiam menunduk sambil memejamkan matanya. informasi ini terlalu tiba-tiba membuat Nirmala tak tahu harus berbuat apa.


Nirmala tidak melakukan apapun seharian. rencananya untuk jalan-jalan keliling kampung bersama Dirgantara batal karna informasi yang baru saja dia dapatkan dari bibi dan pamannya.


Kini Nirmala dan Dirgantara duduk di bangku pekarangan rumah bibinya sambil memandang bintang-bintang di langit.


"kurasa bibi memanggil kita kemari untuk memberitahu tentang itu"


Nirmala menarik nafas kasar mendengar kata-kata Dirgantara.


"Aku rasa ini seharusnya kabar bahagia tapi entah kenapa aku tidak merasakan apa-apa" balas Nirmala sambil masih tetap menatap langit.


.

__ADS_1


.


__ADS_2