Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 26 (Berdamai)


__ADS_3

Setelah malam itu, hampir setiap pagi Angkasa datang dan sarapan di toko roti Nirmala kemudian pergi sebelum toko kembali ramai.


Hari berganti Angkasa terus datang dan bersikap seperti pelanggan biasa begitu juga Nirmala yang melayani Angkasa sama seperti pelanggan yang lain.


Meski sama-sama ada rasa sesak dalam dada mereka. mereka berdua memilih diam tanpa mengungkit apapun. entah yang terjadi di masa lalu atau apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan saat ini.


Hingga suatu pagi Nirmala datang untuk menunggu matahari terbit di taman tempat ia biasa kebetulan bertemu dengan Angkasa.


dan seperti kebetulan-kebetulan sebelumnya Angkasa juga kebetulan datang untuk melihat matahari terbit pagi itu.


Angkasa terhenyak sebentar melihat siapa yang duduk di bawah pohon itu. namun dia kemudian melanjutkan langkahnya dan duduk di tempat dimana ia duduk seperti biasanya.


Nirmala juga sedikit kaget melihat siapa yang baru saja duduk di sampingnya.


"aku bangun lebih cepat pagi ini dan memutuskan untuk datang kesini sebelum ke toko"


Angkasa menoleh pada Nirmala sedikit heran Nirmala mengajaknya bicara seperti biasanya. tidak seperti apa yang Nirmala lakukan akhir-akhir ini.


"Aku tidak bisa tidur dan berkendara semalaman. aku tiba-tiba berfikir mungkin matahari pagi akan terlihat cantik lalu memutuskan untuk datang kesini"


Nirmala sedikit mengerutkan keningnya mendengar perkataan bahwa Angkasa tidak tidur semalaman. namun dia mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"pada akhirnya kita selalu datang ke tempat yang sama jika sesuatu menggerogoti fikiran kita" lanjut Nirmala kemudian.


"hm...apa kau tidak marah lagi padaku sekarang"

__ADS_1


kini Angkasa dan Nirmala saling menatap. sebelum kemudian Nirmala berpaling dari tatapan Angkasa lalu menjawab.


"aku tidak marah...aku hanya tidak tahu bagaimana harus bersikap akhir-akhir ini"


Angkasa hanya menghela nafas kasar mendengar penjelasan Nirmala.


"dan berpura-pura tidak saling mengenal cukup melelahkan rupanya"


Nirmala sedikit tertawa seolah menertawai dirinya setelah mengatakan itu.


"jadi aku memutuskan untuk besikap sama seperti sebelum kita menyatakan perasaan masing-masing" lanjut Nirmala kemudian.


Angkasa hanya menatap Nirmala setelah itu. Nirmala tak mengerti dengan tatapan Angkasa saat itu tapi dia tersenyum membalas tatapan Angkasa.


"oh...hm...aku rasa itu bukan ide yang buruk. aku juga lelah karna perang dingin beberapa hari terakhir"


Nirmala terkekeh mendengar tanggapan Angkasa. benar. perang dingin antara mereka cukup melelahkan akhir-akhir ini. sudah waktunya bagi mereka untuk berdamai.


"wah lihat itu cantik sekali" Nirmala sedikit berteriak dengan senyum sumringah menatap matahari terbit.


tanpa sadar Angkasa hanya menatap Nirmala yang terlihat begitu bahagia melihat matahari terbit.


"benar. cantik sekali" gumamnya.


"hm kurasa aku akan sering-sering datang kemari pagi-pagi" gumam Nirmala.

__ADS_1


Angkasa mengerutkan keningnya mendengar itu.


"sepertinya kau tidak tahu tapi sebenarnya bahaya datang kesini pagi-pagi begini" jelas Angkasa sambil menjitak kepala Nirmala.


"awwwww" Nirmala yang dari tadi fokus menatap matahari terbit berbalik menatap tajam pada Angkasa.


"sakiiiiiiiiiiitt" terikanya pada Angkasa.


"ow maaf" Angkasa tersenyum kikuk tersadar dia baru saja menjitak Nirmala.


"apa anda mau merasakannya juga?" Nirmala kini berdiri dan bersiap akan menjitak Angkasa.


"tidak...tidak..." Angkasa juga berdiri membuat Nirmala tidak bisa menggapai kepala Angkasa.


"coba saja kalau bisa" kini Angkasa menjulurkan lidahnya pada Nirmala kemudian berlari menghindari Nirmala yang mengejarnya.


Nirmala terus mengejar Angkasa sambil menyiapkan tangannya untuk menjitak Angkasa. sementara, Angkasa terus berlari menghindar.


tanpa mereka berdua sadari mereka tertawa lepas pagi itu. tanpa mereka sadari mereka sangat bahagia pagi itu. hingga, siapapun yang melihat pemandangan pagi itu akan mengira bahwa mereka pasti adalah sepasang kekasih.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2