
Angkasa seperti menemukan hiburan baru. Angkasa yang biasanya hanya mengunjungi taman ketika jenuh dan lelah dengan semuanya kini menemukan tempat baru.
Disinilah tempat itu, di depan toko roti tempat ia berdiri sekarang.
"apa-apaan ini" Angkasa menahan tangan Nirmala agar tidak dibawa pria itu
"Lepaskan tangannya" Raihan sudah tak tahan dengan tingkah pria asing yang tak sopan ini
"hah memangnya kau siapa?" Angkasa dengan santainya menjawa Raihan yang terlihat sudah sangat marah
"aku bilang lepaskan!!!" Raihan menarik tangan Nirmala keras.
"aww" Nirmala kesakitan karna tarikan Raihan
"Kau tidak apa-apa?" tanya Angkasa dan Raihan bersamaan.
Nirmala yang sudah jengah dengan kelakuan mereka berdua mengehentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman kedua pria itu.
"apa-apaan kalian berdua" Nirmala sudah sangat kesal dengan tingkah kedua pria ini.
Nirmala menatap jengkel Angkasa dan Raihan secara bergantian. Sementara kedua pria itu terdiam, Raihan dengan wajah merasa bersalah dan Angkasa dengan wajah santainya seperti biasa tanpa rasa bersalah sama sekali.
"jadi siapa orang ini?" Angkasa menunjuk pria itu dengan kepalanya.
"Nirmala siapa dia sebenarnya?" Raihan menatap jengkel pada Angkasa.
"apa dia pacarmu?" desak Angkasa lagi pada Nirmala
"BUKAN" Nirmala menjawab spontan
"baguslah" jawab Angkasa lagi-lagi dengan santainya
"apa?" Nirmala mengernyit mendengar jawaban Angkasa.
Sementara Raihan hanya menarik nafas kasar kekesalannya hampir tak terbendung.
"Nirmala ayo kita pergi"
"buatkan aku roti"
__ADS_1
"aku kan sud..." Raihan sudah akan melepaskan kekesalannya.
"maaf tapi aku sudah janji padanya" Ucap Nirmala kemudian berhasil membendung kekesalan Raihan.
"datanglah lagi besok malam" Kemudian Nirmala dan Raihan pergi tanpa memperdulikan Angkasa yang masih berdiri di depan gedung toko roti.
"hah padahal aku sedang kesal sekali hari ini, bisa-bisanya dia lebih memilih pria itu"
Angkasa kemudian kembali ke dalam mobilnya lalu melajukannya kencang.
...****************...
"Selamat dat...tang..." Nirmala terdiam melihat siapa yang baru saja datang.
"tidak usah linglung begitu. aku tahu aku tampan" Angkasa bercanda sambil merapikan dasinya.
"k-kau pelanggan yang waktu itu?" Nirmala menunjuk pada Angkasa
"aku pesan roti coklat, roti bakar dan cappuchino 2"
Pesan Angkasa santai tak menghiraukan kekagetan Nirmala kemudian duduk di kursi ujung kesukaannya.
"jadi kau ingat aku sekarang?" Angkasa meminum kopinya tenang
"jadi kau tuan muda yang waktu itu?" Nirmala kaget mengatahui fakta orang yang sering bertemu dengannya akhir-akhir ini.
"tuan muda?" Angkasa merasa aneh dengan sebutan yang diberikan Nirmala
"bukankah style mu menjelaskan semuanya" Nirmala menunjuk pada Angkasa
Angkasa hanya menghela nafas kasar
"berhenti berimajinasi dan duduklah disini minum kopimu" Kata Angkasa kemudian
"ck...jadi siapa nama anda?" Nirmala duduk dan meminum kopi yang ditawarkan Angkasa padanya.
"kau pasti kaget jika tahu siapa aku" jawab Angkasa dengan angkuhnya
Nirmala hanya menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah pria didepannya.
__ADS_1
"Perkenalkan namaku Angkasa" kata Angkasa kemudian sambil menjulurkan tangannya
"b-baik meskipun anda sudah tahu namaku Nirmala" Nirmala menjabat tangan Angkasa kaku.
"bagaimana?"
"yaa?" Nirmala mengerutkan keningnya tak mengerti dengan maksud Angkasa
Angkasa juga mengerutkan keningnya melihat tingkah gadis didepannya.
"kau masih belum tahu siapa aku?" tanya Angkasa menyelidik
"anda Angkasa?" Nirmala menjawab hati-hati tak mengerti maksud pertanyaan Angkasa
"hah baiklah" Angkasa menghela nafas kasar
"anda bukan Angkasa?" tanya Nirmala kebingungan dengan respon pria di depannya
"benar aku Angkasa" Angkasa menjawab lemas kemudian tertawa pelan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya menatap gadis didepannya.
"kenapa gadis ini begitu bodoh" gumam Angkasa dalam hati terus menatap gadis yang sedang menyeruput kopi di depannya
tentu saja Angkasa merasa aneh jika seseorang tidak mengenalinya karna selain sebagai direktur perusahaan besar dia juga sering menjadi model produk perusahaannya sendiri, gambarnya banyak terpampang di papan reklame gedung-gedung.
"ngomong-ngomong apa kantor anda dekat-dekat sini?" tanya Nirmala kemudian dengan polosnya
Angkasa tak menjawab dan hanya memandang Nirmala yang sedang menikmati roti menatapnya menunggu jawaban.
"jangan bilang anda bekerja di...?" Nirmala menutup mulutnya kaget dan sedikit memajukan tubuhnya.
Sementara Angkasa sedikit kaget karna Nirmala berada tepat di depan wajahnya.
"sudah kuduga kau akan kaget" Angkasa mendorong kening Nirmala dengan telunjuknya sampai Nirmala kembali duduk di kursinya.
"a-anda benar-benar bekerja di Golden Group?... di gedung besar itu?..Sebagai apa?" Nirmala masih tak bisa membendung kekagetannya.
Angkasa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah gadis di depannya pun menyadari bahwa gadis ini masih tidak tahu siapa dia.
"aku tahu kau sesibuk itu tapi bagaimana bisa kau..." perkataan Angkasa terhenti kemudian hanya tersenyum menatap gadis didepannya yang tidak mengenalinya sama sekali.
__ADS_1
.