
plaaakkkk
seorang gadis tiba-tiba datang ke toko Nirmala dan menampar wajahnya.
Nirmala terdiam setelah satu tamparan mendarat di pipinya. begitu juga para pelanggan toko roti, mereka juga terdiam kaget dengan apa yang baru saja terjadi.
kemudian dia menoleh pada gadis yang baru saja menampar wajahnya.
plaaaakkk...
satu tamparan lagi mendarat di pipi Nirmala yang satu.
para pelanggan menjadi ribut berteriak menyaksikan itu.
gadis itu kembali akan melayangkan tamparannya namun kali ini dia berhasil menahan tangan gadis itu.
"apa-apaan ini nona?" teriaknya marah.
"hah...apa-apaan katamu? kau yang apa-apaan wanita ******" teriak gadis itu balik pada Nirmala.
Nirmala terhenyak mendengar gadis itu memanggilnya wanita ****** dan berusaha mengingat wajah gadis ini.
gadis itu menarik tangannya keras sehingga terlepas dari genggaman Nirmala.
"tidak usah berpura-pura tidak mengenaliku. berani sekali kau bermalam di apartemen tunanganku" teriak gadis itu lagi.
degggg
jantung Nirmala seakan berhenti. benar. pantas saja wajah gadis ini tak asing. dia adalah gadis yang ditayangkan di Tv bersama Angkasa. dia adalah tunangan Angkasa. Kesya Putri Sanjaya.
Nirmala kaget dan mundur satu langkah dari tempat ia berdiri. gadis ini adalah tunangan Angkasa.
sementara para pelanggan yang tadinya kasihan pada Nirmala kini merekam kejadian itu dan berbisik-bisik bergunjing lalu memberikan tatapan tajam pada Nirmala.
"kenapa? kau sadar sekarang? apa kesalahanmu?"
__ADS_1
gadis itu maju dan berdiri tepat di depan Nirmala dan...
plaakkk
satu pukulan lagi mendarat di kepala Nirmala.
plaaaak....
satu pukulan lagi. tapi kali ini Nirmala hanya diam menunduk tanpa melawan.
"berani sekali... dasar wanita ******"
kalimat terakhir yang keluar dari mulut Kesya sebelum kemudian pergi.
Nirmala jatuh terduduk diatas lantai begitu semua orang pergi. dia diam tapi air matanya berjatuhan.
"sebenarnya apa yang baru saja terjadi. apa yang telah aku lakukan" gumam Nirmala dalam hati.
...****************...
foto dan video saat Nirmala memapah Angkasa memasuki apartemennya juga tersebar. berbagai umpatan di kolom komentar sudah keluar.
Dirgantara terus berlari sekencang-kencangnya. dia tadinya handak menunggu bus tapi karna terlalu lama akhirnya dia terus berlari.
"kakak" teriak Dirgantara terengah-engah memasuki toko.
Dirgantara memperbaiki nafasnya sambil menatap kakaknya yang duduk mematung dilantai. lalu setelah sedikit lebih baik dia segera menghampiri kakaknya.
"kakak...apa yang terjadi? kakak tidak apa-apa? kakak?"
Nirmala mematung. air matanya jatuh bercucuran semakin deras begitu Dirgantara datang.
"kakak..." Dirgantara segera memeluk kakaknya.
Nirmala menangis terisak-isak dalam pelukan Dirgantara.
__ADS_1
Dirgantara kemudian memapah kakaknya memasuki ruang istirahat lalu membaringkannya disana. setelah beberapa menit berbaring Nirmala akhirnya tertidur.
Dirgantara menghela nafas kasar memandang kakaknya yang tertidur dengan mata sembab.
"apa yang sebenarnya sedang terjadi kakak" gumamnya.
Dirgantara segera menutup toko dan mematikan lampu agar tak ada yang tahu bahwa ada orang didalam.
"sebentar lagi wartawan akan berkumpul"
dan benar saja tak lama setelah menutup toko para wartawan berkumpul di depan toko roti.
...****************...
sementara Angkasa masih terbaring lemas di ranjang apartemennya. tangannya terinfus dan Dion sekertarisnya duduk berjaga di sampingnya.
malam itu Dion langsung datang setelah Nirmala menelfonnya. begitu sampai di apartemen Angkasa Dion langsung menelfon Dokter pribadi Angkasa. karna membawa Angkasa ke rumah sakit hanya akan mengakibatkan kekacauan wartawan.
Dion tidak kaget lagi mengetahui Nirmala berada di apartemen Angkasa. karna dia sudah tahu sejak lama bahwa nona toko roti itu cukup dekat dengan tuannya. namun dia memilih diam saja karna tahu itu adalah kehidupan pribadi Angkasa. sekaligus untuk melindungi tuannya dari siapapun termasuk ayah dan tunangannya.
Dan sekarang dia sedang kaget melihat pemberitaan di media sosial.
"shhhh...Di..on" panggil Angkasa lemah.
Dion yang sejak tadi mengutak-atik ponselnya mendongkak.
"iya tuan" Dion bergegas mendekat mendengar panggilan tuannya.
"anda mau minum?" lanjutnya.
"t-tolong telfonkan Nirmala" ucap Angkasa pelan dan berhasil membuat Dion terdiam.
.
.
__ADS_1
.