Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 20 (Dicintai)


__ADS_3

Nirmala sedang berada di sebuah restoran mewah dan duduk dengan begitu kaku sekarang. di depannya sudah tersedia dua porsi makan malam yang telihat sangat mahal.


skali-skali Nirmala memperbaiki duduknya dan meminum air putih tanda bahwa dia sangat gelisah.


"maaf sepertinya aku pergi cukup lama"


itu adalah suara Raihan pria yang melamar Nirmala beberapa minggu yang lalu.


"ah t-tidak apa-apa"


jawab Nirmala tersenyum kikuk pada Raihan.


"makanlah, aku akan bicara setelah kita makan"


Nirmala mengangguk dan segera mengambil garpu dan pisau di tangannya.


merekapun makan dengan perlahan.


Angkasa memarkir mobilnya lalu turun dan membukakan pintu untuk Tasya.


mereka kemudian berjalan bersama memasuki restoran mewah tersebut. tepatnya Angkasa berjalan di belakang Tasya.


Angkasa mengerutkan keningnya saat memasuki restoran dan melihat punggung seseorang yang tak asing baginya. Angkasa terus berjalan mengikuti Tasya di depannya hingga dia juga semakin dekat dengan orang itu.


"jadi aku rasa kau sudah paham mengapa aku ingin bertemu denganmu" samar-samar suara pria di depan perempuan yang tak asing itu bicara.


"aku rasa aku sudah memberimu waktu cukup banyak jadi aku ingin mendengar langsung jawaban darimu Nirmala apa kau bersedia menjadi istriku"


degggggg....


kalimat tersebut berhasil menghentikan langkah Angkasa yang kini tepat berdiri di belakang perempuan yang tentu saja tak asing baginya. ya perempuan itu adalah Nirmala.


"A-ak aku....jadi aku....hem....Raihan..."


Nirmala hendak menjawab dengan terbata. dia merasa sangat gugup saat ini.


"jad-jadi...aku..."


sementara tanpa disadari Nirmala. Angkasa berdiri tepat di belakangnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.


Angkasa menggertakan rahangnya, memejamkan matanya berusaha mempertahankan benteng pertahananya tapi...

__ADS_1


tekk... tekk... tekk..


Angkasa hanya maju tiga langkah lalu ia bisa meraih pergelangan Nirmala lalu menariknya dan membawanya pergi dengan tergesa.


Nirmala kaget karna seseorang menariknya.


"T-Tuan Angkasa" Kaget Nirmala setelah melihat siapa yang baru saja menariknya.


"hei kau" Raihan berdiri tapi hanya terdiam menatap kepergian Nirmala sambil mencerna apa yang baru saja terjadi.


Tak kalah kaget Tasya juga terdiam melihat apa yang baru saja tunangannya lakukan.


Angkasa tak peduli pada siapapun yang dia tahu dia harus membawa Nirmala pergi dari tempat itu.


Angkasa melajukan mobilnya cepat.


"tuan Angkasa apa yang kau lakukan? kita mau kemana?" cecar Nirmala tak mengerti dengan apa yang sedang Angkasa lakukan.


sementara Angkasa hanya diam dan terus melajukan mobilnya.


hingga mereka sampai di sebuah taman yang biasa mereka datangi.


"Tuan Angkasa!!!" teriak Nirmala berusaha melepaskan genggaman tangan Angkasa namun tak berhasil.


mereka akhirnya mencapai puncak dimana mereka biasa bercengkrama bersama dan Angkasa menghentikan langkahnya.


Nirmala kembali menarik tangannya yang masih di genggam Angkasa dan kali ini berhasil.


"apa yang baru saja anda lakukan?" teriak Nirmala lagi.


"apa kau akan menerima lamarannya?" bukannya menjawab Angkasa malah balas bertanya dengan teriakan.


"apa?" Nirmala bingung


"aku bilang apa kau akan menerima lamarannya"


"iya" jawab Nirmala singkat masih dengan sedikit teriakan.


Angkasa menghela nafas kasar.


Kini Angkasa berusaha mengatur nafas dan detak jantungnya kemudian duduk di tempat yang biasa ia duduki.

__ADS_1


Nirmala yang juga sudah mulai tenang kini mengikuti Angkasa dan duduk di sampingnya.


"bisa kau tolak saja dia?"


"kenapa?"


"tolak saja dia"


"kenapa harus?"


"aku tahu kau tidak mencintainya"


"tapi dia mencintaiku"


Angkasa menoleh menatap Nirmala yang duduk tepat di sampingnya. wanita ini membantahnya membuat Angkasa ingin meledak marah. bagaimana bisa dia akan menerima lamaran dari pria lain. Angkasa tidak boleh membiarkan itu terjadi.


"karna aku mencintaimu Nirmala. jadi ku mohon tolak saja lamarannya" kali ini Angkasa berkata sangat pelan dan lembut sambil menatap Nirmala tajam.


Nirmala terdiam menatap mata Angkasa berusaha mencari kejujuran dari kalimat yang baru saja Angkasa katakan.


"jangan berharap padaku. aku sudah bertunangan dengan seseorang"


namun ditengah-tengah keheningan diantara mereka tiba-tiba kalimat itu muncul dalam ingatan Nirmala.


"tapi tuan Angkasa...kau sudah bertunangan"


Angkasa terhenyak mendengar kata-kata Nirmala.


benar dia sudah bertunangan.


untuk sesaat Angkasa lupa statusnya dan alasan mengapa dia menjauhi Nirmala selama ini.


Nirmala bergegas berdiri hendak pergi namun di tahan oleh Angkasa.


"aku mohon jangan menerimanya...aku akan menemukan cara untuk keluar dari jebakan ini jadi aku mohon jangan menerima lamaran pria itu"


Angkasa menatap Nirmala yang hendak meninggalkannya dan tanpa ia sadari bulir-bulir air mata menetes saat dia mengatakan kalimat itu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2