Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 14 (Tuan Angkasa)


__ADS_3

Nirmala kembali membuka ponselnya hendak mengirim pesan pada Angkasa.


"tuan dimana?" Tulis Nirmala namun belum berhasil dikirim, Nirmala kembali menghapusnya.


Nirmala mengurungkan niatnya mengirim pesan pada Angkasa dan kembali melihat jam di ponselnya.


16.49


Sudah hampir 1 jam Nirmala menunggu namun Angkasa belum juga muncul.


"apa sesuatu terjadi" Nirmala bergumam sambil kembali memperhatikan kanan kiri jalan tapi tidak ada tanda-tanda mobil Angkasa muncul.


"aku rasa aku harus menunggu di dalam toko" Nirmala kembali membuka kunci tokonya dan masuk kedalam dan duduk di salah satu bangku tokonya.


Nirmala sampai ketiduran di bangku pelanggan tokonya karna menunggu Angkasa. Saat dia terbangun dan mengecek jam ponselnya rupanya jam sudah menunjukkan pukul 18.20 sudah 1 jam lewat dia tertidur disana. Nirmala segera mengecek pesan di hanphonenya tapi rupanya tidak ada pesan atau panggilan apapun dari Angkasa. Nirmala kemudian hanya bisa menarik nafas kasar.


"Aku rasa dia tidak akan datang"


Nirmala kemudian bergegas mengunci tokonya dan berjalan pulang.


Sementara di waktu yang hampir bersamaan Angkasa sedang berada di sebuah restoran hotel yang mewah bersama ibu dan ayahnya beserta keluarga Sanjaya, seorang wanita yang cantik nan anggun duduk tepat di depan Angkasa.


"Aku harap tidak akan ada kendala dalam pejodohan ini" Pria paruh baya yang duduk tepat di depan Tuan Aditya berbicara.


Sementara Angkasa terus fokus pada makan malamnya.


"Kami akan pulang, selanjutnya kalian berbincang-bincang berdua saja" Ibu Angkasa tersenyum menatap Angkasa.


"sepertinya mereka masih malu-malu" perempuan paruh baya yang duduk di samping perempuan Anggun itu menanggapi perkataan ibu Angkasa.


Kedua orang tua Angkasa dan kedua orang tua wanita Anggun itupun pamit pergi meninggalkan mereka berdua.


Kini tinggal Angkasa dan perempuan itu duduk berdua di restoran mewah itu.


Perempuan itu adalah Kesya Putri Sanjaya. Perempuan yang akan dijodohkan dengan Angkasa.


"apa kau suka? dijodohkan seperti ini?"


Angkasa berhenti makan dan menatap gadis didepannya.


"bukannya suka tapi ini tidak buruk" Jawab gadis itu santai sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.


"tidak buruk?" Angkasa mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"bukankah aku dijodokan denganmu?" Kesya mengangkat bahunya sambil tersenyum.


"tidak mengherankan karna kau putri dari Sanjaya group" Angkasa kini beranjak dari duduknya dan mengambil jaketnya.


"ku harap kau tidak melakukan apapun yang mengecewakan"


Angkasa menghentikan langkahnya mendengar perkataan gadis itu kemudian pergi tak peduli.


"ck"


...****************...


Sudah dua minggu sejak Angkasa mengatakan akan menjemput Nirmala di depan toko roti, sudah dua minggu juga Nirmala tidak bertemu Angkasa bahkan meskipun Nirmala jalan-jalan ke taman itu, juga tak ada kabar apapun dari Angkasa setelah hari itu.


Nirmala bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi namun dia juga enggan untuk menghubungi Angkasa terlebih dahulu.


Kini Nirmala duduk bertopang dagu sambil menunggu pembeli di toko rotinya.


tringg....


Notifikasi masuk di ponselnya, Nirmala pun segera mengeceknya.


Ulang Tahun Dirgantara.


"bagaimana bisa aku melupakan ulang tahun Dirga"


Nirmala memberenggut kepalanya.


"Nirmala dasar bodoh" katanya pada diri sendiri


Nirmala kemudian mencari di aplikasi pencarian apa yang harus dia lakukan untuk merayakan ulang tahun Dirga. aplikasi tersebut memperlihatkan sebuah restoran mewah yang cocok untuk merayakan ulang tahun masa kini.


"hm sepertinya ini bagus"


kini jam sudah menunjukkan pukul 18.30 malam. Nirmala dan Dirgantara sedang menunggu taksi di depan toko roti.


"kakak kita mau kemana?" tanya Dirga penasaran.


"kau akan tahu nanti" jawab Nirmala tersenyum manis pada adiknya.


"ck...apa sulit untuk memberitahuku?" gumam Dirgantara.


TAKSIII...

__ADS_1


Mereka berdua pun menuju restoran yang tadi siang ditemukan Nirmala di aplikasi pencarian.


Dirgantara berdiri menganga di depan restoran mewah itu.


"kit-kita akan makan disini?" tanya Dirgantara masih sambil menatap restoran.


"hm...ayo masuk" Nirmala menarik lengan adiknya.


"tidak kakak ayo kita pulang" Dirgantara balik menarik tangan kakaknya.


"Dirga..." Nirmala mengerutkan keningnya menatap Dirgantara.


"apa kakak tau ini restoran apa?...Kakak yakin bisa membayar disini?" Dirgantara balas mengerutkan keningnya menatap kakaknya.


"ck. tentu saja. sudahlah ayo masuk" Nirmala kembali menarik lengan Dirgantara.


"kakak..." Dirgantara menghentikan langkahnya hingga Nirmala juga ikut berhenti.


Nirmala menarik nafas kasar.


"kakak ingin merayakan ulang tahun mu disini mengerti!!!"


Dirgantara menatap kakaknya dan baru paham bahwa kakaknya memang sudah tahu restoran ini.


"baiklah...baiklah ayo kita masuk"


Nirmala sangat senang dia berjalan memasuki restoran menggandeng adiknya sambil skali-skali menatap adiknya dengan senyuman yang lebar.


bukkk....


Karna terlalu senang Nirmala sampai bertabrakan dengan seseorang yang kebetulan juga tak terlalu meperhatikan jalan.


"Maaf...maaf" Nirmala memungut tas perempuan itu.


Sementara suara tak asing terdengar bertanya pada perempuan itu.


"kau tidak apa-apa?"


Nirmala menoleh mendengar suara itu


"Tuan Angkasa...?"


.

__ADS_1


.


__ADS_2