Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 32 (Kehilangan jejak)


__ADS_3

"anda tahu ini tidak benar. seharusnya aku menjauhi anda ketika sudah tahu anda bertunangan" jelas Nirmala pelan sambil berusaha melepaskan genggaman Angkasa.


"aku sudah membatalkan pertunangan"


jelas Angkasa bersemangat dan kini semakin mengeratkan genggamannya lalu terdenyum pada Nirmala.


"kenapa melakukannya? anda seharusnya menikah dengannya" jawab Nirmala lagi.


tatapan Nirmala terlihat kosong. Setelah dua bulan tak bertemu Nirmala terlihat seperti orang yang berbeda. dia terlihat lebih pendiam dan tatapannya terlihat tidak bersemangat sama sekali.


Angkasa terus menatap Nirmala setelah mendengar perkataannya. Angkasa mengamati setiap centi wajah gadis itu.


Angkasa kemudian menghela nafas kasar.


apa aku yang membuatnya jadi seperti ini?


gumam Angkasa dalam hati.


"Apa kau tidak mencintaiku lagi?kemarin kau bilang kau mencintaiku"


"masalah kemarin mengajarkanku untuk tidak berurusan dengan anda lagi"


Nirmala kini berhasil mengibaskan tangan Angkasa lalu keluar dari mobil dan berlari menuju bus yang kebetulan berhenti di halte sekitar tempat Angkasa memarkir mobilnya.

__ADS_1


"Nirmala..." panggil Angkasa namun tak digubris oleh Nirmala.


Angkasa juga keluar dari mobil dan berlari mengejar Nirmala. gadis itu sudah lebih dulu naik ke bus yang kebetulan berhenti tepat setelah Nirmala keluar dari mobil.


kini Angkasa hanya bisa menghela nafas kasar lalu memberantakan rambutnya kesal dan buru-buru kembali naik ke mobilnya untuk menyusul Nirmala.


Nirmala yang tahu Angkasa mengikutinya turun di halte berikutnya tanpa Angkasa ketahui.


Bus sudah kembali berangkat saat Angkasa bisa menyusul bus tersebut tanpa dia tahu bahwa orang yang dikejarnya sudah tidak ada dalam bus.


Nirmala bersembunyi di balik halte bus sembari melihat mobil Angkasa lewat. dia kemudian hanya bisa menghela nafas kasar melihat mobil Angkasa pergi.


Angkasa menunggu di dalam mobil tepat di depan rumah Nirmala. dia sudah membunyikan bel sejak tadi namun tidak ada respon apapun.


setelah itu Nirmala mengambil tasnya dan kembali pulang dengan menaiki bus malam ke kampung dimana adiknya berada. dia datang ke kota hanya untuk bertemu orang yang menyewa gedung tokonya namun tak disangka dia bertemu dengan Angkasa, orang yang dihindarinya selama ini.


Nirmala duduk bersandar di jendela bus. air matanya mengalir mengingat segala kenangannya bersama Angkasa. meskipun Nirmala sangat menyukai Angkasa dia memilih untuk tetap meninggalkan pria itu. Nirmala tidak boleh membiarkan adiknya Dirgantara kembali mengalami masalah dengannya. hidup yang mereka jalani sudah cukup berat bagaimana mungkin Nirmala tega menambah masalah dalam hidup mereka. Sepanjang perjalanan di dalam bus menuju kampung dimana Dirgantara berada, Nirmala terus menangis tanpa suara dan skali-skali menghapus air matanya sampai akhirnya ia ketiduran.


Angkasa bahkan tertidur di dalam mobil karna menunggu Nirmala namun gadis itu tak muncul juga hingga pagi datang.


Sinar matahari menyilaukan mata Angkasa membuatnya mengerjap lalu menggosok matanya. dia kaget karna rupanya sudah pagi. dia terburu-buru keluar dan kembali memencet bel namun sayang lagi-lagi tidak ada respon apapun.


"nyonya apa anda melihat pemilik rumah ini?"

__ADS_1


Angkasa bertanya pada seorang ibu yang kebetulan lewat di depan rumah Nirmala.


"tidak tuan...aku sudah lama tidak melihat pemiliki rumah ini sepertinya mereka sudah tidak tinggal disini lagi" jawab ibu itu.


"aku melihatnya menaiki bus malam saat aku pulang dari kantor semalam"


Seorang pria muda yang juga kebetulan lewat ikut menimpali. membuat Angkasa menoleh pada pria itu.


"k-kau yakin itu Nirmala?" tanya Angkasa meyakinkan.


"iya aku yakin... lagi pula aku sempat menyapanya dan dia tersenyum padaku"


"apa kau tahu dia menaiki bus kemana?" kini suara Angkasa sudah mulai terdengar panik.


"kalau tidak salah itu bus menuju desa tapi aku kurang tahu desa apa" jelas pria itu lagi.


"bus menuju sebuah desa" Angkasa bergumam tanpa menanggapi pria itu. kini dia berjalan kembali ke mobilnya dengan sangat lesu.


Angkasa kembali memberenggut rambutnya bahkan memukul stir mobilnya. dia kembali kehilangan jejak Nirmala. gadis itu terus melarikan diri darinya membuatnya frustasi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2