Presdir Jatuh Cinta

Presdir Jatuh Cinta
BAB 7 (Cara melarikan diri)


__ADS_3

"apa yang sedang anda pikirkan?"


Nirmala duduk beberpa centi dari sosok pria yang tak asing baginya. Pria itu menoleh dan terlihat sedikit kaget saat melihat dirinya.


"cara untuk melarikan diri" jawab pria itu kemudian.


Nirmala tersenyum sekilas mendengarnya.


"aku juga selalu memikirkan hal yang sama saat lelah...andai saja aku bisa terbang dan melarikan diri...sebentaaar saja lalu kembali lagi"


"ck untuk apa melarikan diri kalau akan kembali lagi"


"meski hidup di dunia ini sangat melelahkan aku masih menyukainya...sedikit"


"ck" Angkasa menoleh dan mentap sosok perempuan yang duduk di sampingnya.


Sudah sekitar 1 jam lebih saat Angkasa duduk melamun menatap pemandangan kota disana.


"jadi anda cukup sering kesini ya tuan" gadis disampingnya balas menatapnya sambil tersenyum.


"aku selalu kesini setiap kali ingin melarikan diri" Angkasa akhirnya kembali menatap pemandangan di depannya.


"mengapa tak melarikan diri saja? anda kan punya mobil"


"kadang aku merasa kau masih sangat muda untuk bisa bercerita hal-hal seperti ini tapi kali ini aku jadi yakin kau memang masih 20 tahun"


Angkasa tertawa ringan dan menatap Nirmala lagi.


Sementara, Nirmala hanya mengeryitkan dahinya berusaha memahami apa yang pria di hadapannya katakan.


Akhirnya Angkasa hanya menghela nafas melihat Nirmala tak mengerti perkataannya.


"karna tubuhku terikat di tempat yang tinggi" katanya kemudian.


"apa?" Nirmala semakin kebingungan


"ini adalah tempat terjauh yang aku bisa untuk melarikan diri"


Sebenarnya Nirmala masih belum terlalu paham apa yang dikatakan pria ini dan apa maksud dari kata-katanya tapi dia tahu satu hal. Hidup pria di sampingnya ini pasti lebih melelahkan daripada hidup yang sedang ia jalani.


Akhirnya Nirmala hanya mangguk-mangguk tanpa arti mendengat jawaban Angkasa dan mereka kembali pada fikiran mereka masing-masing sambil menikmati indahnya pemandangan kota dari atas bukit itu.


"kau sendiri, apa kau kesini untuk mencariku?" jeda diantara mereka akhirnya terhenti.


"ish sungguh manusia yang sangat percaya diri"


jawab Nirmala mengernyit pada Angkasa


Angkasa tertawa ringan mendengarnya


"jadi kenapa kau kesini bukannya bekerja?"


"uangku sudah cukup banyak jadi aku ingin istirahat hari ini" jawab Nirmala menekankan sedikit nada marah dengan bercanda.


"enak sekali hidup mu itu yah bisa istirahat kapanpun kau mau" Angkasa berdiri dari duduknya dan menyentuh kepala gadis itu kemudian memberantakkan rambutnya.


Nirmala terdiam diperlakukan seperti itu secara tiba-tiba.

__ADS_1


"apa sekarang anda menganggapku bocah?" Nirmala bertanya dengan wajah kesal sambil memperbaiki rambutnya.


"kau kan memang bocah" jawab Angkasa dengan wajah meledek


Nirmala hanya bisa menghela nafas melihat tingkah pria di depannya ini.


"karna aku sibuk, beritahu aku jika kau menemukan cara untuk melarikan diri"


Angkasa tiba-tiba mengambil ponsel di tangan Nirmala dan menyimpan kontaknya dan membuat panggilan lalu mengembalikannya.


"aku pergi" sambil berpamitan dengan memberi kode bahwa dia punya kontak Nirmala sekarang.


"Nirmala ini aku Raihan...tetangga pamanmu di kampung"


Tak lama setelah kepergian Angkasa nomor yg dari kemarin mengirim pesan text pada Nirmala kembali mengirim pesan.


Nirmala menarik nafas kasar setelah membaca isi pesan text tersebut.


"oh hai Raihan" balas Nirmala singkat


"ya hai...aku meminta kontakmu pada bibimu"


"ah iya"


"tolong simpan nomorku ya"


Nirmala tak membalas lagi setelah itu.


seperti yang dikatakan dalam pesan text itu Raihan adalah tetangga paman Nirmala di kampung. Raihan sudah menyukai Nirmala sejak SMP tapi karna Nirmala tidak bisa membalas cinta Raihan Nirmala selalu berusaha menghindar dan tak terlalu menanggapi Raihan. Nirmala takut Raihan akan salah paham padanya.


drittt...driitttt.dritttt


"kakak dimana? aku dari toko dan rupanya tutup"


"aku sedang jalan-jalan di taman, kau langsung pulang saja"


"taman mana? aku mau nyusul kakak saja"


"tapi tamannya agak jauh dari toko"


"memangnya kakak jalan-jalan sama siapa?"


"sendiri"


"yasudah share lok saja"


"okee...hati-hati di jalan"


ttuttttt panggilan berakhir


"ck anak itu" Nirmala tersenyum melihat wallpaper ponselnya setelah panggilan terputus. wallpaper ponsel Nirmala adalah foto dia dan adiknya Dirgantara.


sekitar hampir satu jam menunggu...


"ah capek" Dirgantara duduk di samping kakaknya sambil mengatur nafasnya


"kenapa lari-lari sih?" Nirmala melap keringat Dirga di dahinya dengan tisu yang dia ambil dari tasnya.

__ADS_1


"takut kakak menunggu lama" jawab Dirgantara sambil mengambil tisu di tangan kakaknya dan me lap sendiri keringatnya


"ck" Nirmala menggeleng-gelengkan kepalanya


"yasudah ini minum dulu"


Dirgantara kemudian minum air yang diberi kakaknya sementara Nirmala melap dahi Dirga.


"jadi kesini buat ketemuan ya" Angkasa yang baru saja datang sedikit kaget melihat adegan di depannya.


mendengar suara itu Nirmala dan Dirgantara menoleh pada sumber suara itu.


"maaf mengganggu" Angkasa mengangkat tangannnya sambil memasang senyum yang dibuat-buat.


"kakak kenal dia?" Tanya Dirgantara kemudian sambil menatap pria yang berdiri tak jauh dari mereka.


"iya eh tidak" jawab Nirmala kebingungan


"kakak?" Angkasa memicingkan matanya berjalan mendekat pada dua orang didepannya.


"jadi kakak kenal atau tidak?" tanya Dirgantara balik menatap kakaknya aneh.


"sebenarnya kakak kenal tapi..."


"tapi?" desak Dirgantara merasa aneh dengan sikap kakaknya


"kami berteman dan sama-sama memiliki tujuan yang sama datang kesini" Akhirnya Angkasa menjawab setelah melihat Nirmala gelagapan menjawab


"jadi dia adikmu?...hm kalian memang terlihat sedikit mirip...tapi aku hampir salah paham"


Angkasa menatap Nirmala dan Dirgantara bergantian seolah sedang menyelidik.


"eugh apa-apaan dia itu" Dirgantara menatap malas pada laki-laki yang berdiri di depannya


"Dirga yang sopan sedikit" bisik Nirmala pada adiknya.


"iya iya"


"kenapa anda datang lagi?" tanya Nirmala pada Angkasa kemudian


"ck gelagatmu sudah seperti pemilik tempat ini saja"


"aneh saja karna anda baru saja pergi"


"aku penasaran apa kau sudah menemukan cara mel..."


Belum juga Angkasa menyelesaikan omongannya Nirmala segera melompat dan meraih bahu tegap Angkasa lalu merangkulnya membuat Angkasa tertunduk lalu Nirmala menutup mulut Angkasa.


"jangan banyak bicara" bisik Nirmala kemudian melepaskan rangkulannya pada Angkasa


"wah kau benar-benar sesuatu" Angkasa kaget dengan apa yang baru saja gadis itu lakukan padanya.


"kakak kenapa?" tanya Dirga merasa heran dengan tingkah kakaknya


"hahah bukan apa-apa" jawab Nirmala kikuk


Dirgantara terus menatap pria dan kakaknya bergantian merasa heran dengan gelagat mereka berdua. kemudian dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karna merasa menemukan jawaban tapi tidak yakin dengan apa yang dia sendiri temukan.

__ADS_1


.


__ADS_2