Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Menjalankan Rencana


__ADS_3

Tidak terasa pagi sudah datang menyapa, Rebecca yang tidur di atas ranjang pun langsung membuka kedua bola matanya setelah mendengar suara alarm yang berbunyi keras.


Dia duduk di atas ranjang sambil melihat ke sekitar kamar tersebut.


"Di mana Angga! Apakah dia sudah keluar?" gumam Rebecca mengernyitkan keningnya.


Setelah itu dia pun turun dari ranjang guna membersihkan diri ke kamar mandi. Hingga beberapa menit kemudian Rebecca sudah selesai dan kembali mengenakan baju yang dia kenakan tadi malam.


Perut Rebecca langsung berbunyi karena merasa kelaparan. Sepertinya dia harus segera mengisi perutnya saat ini juga, jangan sampai penyakit lambung yang dia derita kambuh karena telat makan.


"Ya Tuhan. Aku benar-benar lapar saat ini, kira kira kemana perginya Angga? Apakah dia sengaja meninggalkanku di kamar ini?" tebak Rebecca bermonolog sendiri.


Setelah itu dia pun membuka kain gorden hingga sinar matahari yang cerah langsung masuk kedalam kamar hotel tersebut.


Rebecca menghirup udara segar di pagi hari, sambil melangkah kearah balkon yang ada di kamar itu, hingga tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar yang terbuka disusul masuknya Angga yang membawa bungkusan di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya dia gunakan memegang tongkat besi miliknya.


Rebecca tersenyum menatap kearah quotesAngga, lalu dia pun berlari mendekati pria itu.

__ADS_1


"Angga! Kau dari mana saja? Aku kira kau sudah keluar meninggalkanku sendiri di kamar ini" tebak Rebecca memanyunkan bibirnya.


"Maaf jika aku tidak membangunkanmu Rebecca. Aku lihat kau tidur begitu pulas, jadi aku memutuskan untuk keluar tanpa memberitahu mu, dan ini aku membawakanmu makananan untukmu serta satu stel baju baru yang lumayan bagus." jelas Angga sambil mengangkat kantong plastik yang dia pegang.


Dengan cepat Rebecca mengambil kantong plastik itu guna mengeluarkan isi di dalamnya.


"Wah! Ternyata kamu sangat pengertian Angga. Kau tahu saja jika aku sudah sangat kelaparan saat ini."


Rebecca berjalan menuju sofa dan duduk di sofa tersebut, lalu Rebecca membuka kotak nasi yang di belikan oleh Angga.


"Angga! Kau benar-benar sangat mengerti akan apa yang aku inginkan. Makanan ini adalah makanan favoritku, dan aku senang sekali bisa mendapatkan makanan ini Angga." ucap Rebecca tersenyum bahagia.


Melihat hal itu, dengan cepat Rebecca menarik nasi kotak yang ada di hadapan Angga, lalu dia menyendokkan nasi itu dan memberikannya kepada pria tersebut.


"Apa yang kau lakukan Rebecca?" tanya Angga penasaran.


"Cepat buka mulutmu Angga." perintah Rebecca membuat Angga menjadi terkejut.

__ADS_1


"Kau mau menyuapi ku makan? Tidak perlu Rebecca, aku bisa makan sendiri."


"Jangan menolaknya Angga. Aku senang melakukan hal ini, aku mohon cepat buka mulutmu itu."


Angga mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan sikap Rebecca yang begitu perhatian kepada dirinya, lalu Angga menuruti Rebecca untuk membuka mulutnya, hingga tak lama. Kemudian Angga merasakan suapan sesendok nasi sudah memenuhi rongga mulutnya itu.


"Bagus,. Laki-laki penurut. Sekarang aku yang akan menyuapi makananmu sampai habis. Agar kau selalu sehat dan bisa menikahiku segera mungkin." puji Rebecca membuat Angga keheranan.


Entah hanya perasaannya saja, tapi dia melihat jika wanita yang ada di hadapannya saat ini seperti merasa bahagia karena hendak menikah dengan dirinya.


Tadi malam, mereka berdua sudah memutuskan jika pernikahan akan di adakan seminggu lagi, dan nanti malam Rebecca akan membawa Angga kerumahnya guna memperkenalkan pri itu kepada seluruh keluarga pamannya.


"Aku merasa tidak sabar lagi rasanya, ingin melihat ekspresi wajah mereka ketika bertemu denganmu. Aku yakin, mereka akan menghina serta mencaci makimu habis habisan Angga." ucap Rebecca sambil tersenyum menyeringai.


Angga hanya diam mendengarkan apa yang diucapkan oleh Rebecca. Pikirannya saat ini sedang menyusun rencana untuk membongkar kejahatan yang dilakukan oleh David Becam.


Sedangkan Rebecca yang melihat Angga hanya diam langsung menyenggol bahu pria itu.

__ADS_1


"Angga! kau jangan lupa nanti malam datang ke rumahku. Dan setelah kau bertemu dengan pamanku serta yang lainnya, maka kau harus memberitahuku apa rencana yang ingin kau susun selanjutnya.


" Baiklah Rebecca, aku pasti akan datang tepat waktu." jawab Angga tersenyum.


__ADS_2