Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Menjabat Sebagai Direktur


__ADS_3

Tidak terasa pagi telah datang menyapa. Dan saat ini Angga bersama pak Tagor sedang di perjalanan menuju perusahaan yang telah di pimpin oleh Angga.


Angga sangat serius empelajari cara cara bagaimana menjadi seorang Direktur yang bijak dan pintar, melalui laptop yang ada di pangkuannya.


Hingga detik kemudian, suara pak Tagor memecahkan keheningan di dalam mobil tersebut.


"Tuan. Apakah saya boleh bertanya kepada tuan?"


"Tentu saja boleh pak? Memangnya apa yang ingin pak Tagor tanyakan." jawab Angga langsung melepaskan handset di kedua telinganya.


"Jika nanti tuan sudah menikah dengan nona Rebecca. Apakah kira kira tuan dapat mencintai dirinya?"


Angga sedikit terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan pak Tagor untuknya. Tidak biasanya, pak Tagor membahas tentang wanita yang akan menjadi calon istrinya itu.


"Aku tidak tahu pak. Tapi sebagai seorang pria yang bertanggung jawab, maka aku akan belajar mencintai istriku."


"Bagus kalau begitu. Saya harap tuan tidak menyia nyiakan wanita sebaik nona Rebecca. Ya mungkin saya tidak mengenal seperti apa dirinya, tapi saya bisa menilai, jika dia adalah wanita yang baik dan patut untuk dicintai Tuan.


Angga terdiam mencerna perkataan pak Tagor. Kalau dipikir pikir, memang benar, jika Rebecca adalah wanita yang baik. Ya semoga saja kedepannya dia bisa mencintai wanita itu.


"Pak. Bagaimana dengan hari ini! Menurut bapak, apakah aku harus merekrut seorang asisten pribadi untuk membantu pekerjaanku?" tanya Angga mengalihkan pembicaraan.


"Soal itu, terserah kepada Anda tuan. Saya hanya bisa mengikuti perintah dari tuan."


"Ya, aku berencana ingin mempekerjakan asisten pribadi ataupun sekretaris pribadi. Agar pekerjaanku bisa sedikit berkurang. Sepertinya perusahaan ayah Roberto harus segera dikembangkan menjadi lebih pesat lagi. Agar seluruh negara ini mengetahui bahwa perusahaan Ayah Roberto adalah perusahaan pusat pertambangan yang paling terdepan di kota Jakarta ini." jelas Angga tersenyum senang.

__ADS_1


"Kalau begitu, lakukanlah tuan. Saya akan membantu usaha tuan untuk memajukan perusahaan tuan Roberto. Dan kita akan membuka banyak pertambangan yang lainnya yang ada di negara ini."


"Terimakasih pak. Kau benar-benar orang yang sangat setia. Aku bersyukur bisa dipertemukan dengan dirimu pak."


"Sama sama tuan. Tapi ingat tuan. Setelah menikah, maka tuan harus melakukan operasi untuk kedua mata tuan. Setelah itu tuan harus mempelajari banyak ilmu bisnis dan politik, serta ilmu bela diri dan cara penggunaan berbagai senjata. Saya yakin di kedepan harinya, tuan akan mempunyai musuh yang banyak dan jauh lebih hebat dari sebelumnya." saran pak Tagor kepada Angga.


"Baik pak. Aku akan mengikuti saran yang pak Tagor katakan. Dengan ilmu yang semakin bertambah, maka aku pasti bisa mengalahkan paman William dan membantu Rebecca mendapatkan hak nya kembali. Begitu juga dengan ayah Roberto. Aku akan membuat dirinya bangga, karena telah sudi mengangkat diriku sebagai putranya."


Pak Tagor tersenyum melihat kegigihan dan semangat membara yang dimiliki oleh Angga. Di dalam hatinya dia semakin yakin kalau Angga sangat cocok menjadi pengganti untuk bosnya yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit.


Hingga tak lama kemudian, mereka sudah tiba di depan perusahaan milik tuan Roberto. Pak Tagor langsung berlari turun membuka pintu untuk tuannya tersebut.


Penampilan Angga terlihat sangat gagah dan tampan. Ditambah lagi dengan kaca hitam yang selalu mendongkrak penampilannya menjadi lebih keren.


Angga kembali mengenakan handset di kedua kupingnya, lalu berjalan tegak tanpa halangan sedikitpun. Baginya dia sudah menghafal setiap sudut ruangan yang ada di perusahaan tersebut. Sehingga dengan mudah Angga dapat berjalan layaknya pria normal yang tak kekurangan apapun.


"Terimakasih kepada kalian semua karena sudah mau menerimaku sebagai atasan kalian untuk saat ini dan kedepannya." ucap Angga tersenyum.


"Sama sama Direktur. Kami semua berjanji akan membantu Direktur untuk memajukan perusahaan ini agar lebih sukses lagi." jawab mereka serentak.


"Ya, aku percaya kepada kalian semua. Jika begitu mari kita bekerjasama, dan kalian bisa kembali ke ruangan kalian masing-masing." titah Angga kepada para bawahannya.


"Baik Direktur."


Setelah mereka membubarkan diri, Angga dan pak Tagor kembali melanjutkan langkah kaki mereka menuju ke lantai atas.

__ADS_1


Dan sesampainya di ruangan, Angga langsung melakukan tugasnya sebagai kepala dari perusahaan tersebut. Sedangkan pak Tagor, dia duduk di meja yang berada di luar ruangan Angga. Tapi dari luar masih bisa melihat Angga secara transparan.


Pak Tagor langsung menghubungi nomor tuan Roberto. Seperti perintah pria itu sebelumnya, jika dirinya ingin melihat cara kerja yang dilakukan oleh Angga.


"Hallo, selamat pagi tuan." sapa pak Tagor di dalam telfon.


"Pagi, bagaimana pak? Apakah putra angkatku sudah mulai bekerja saat ini?"


"Iya tuan. Tuan Angga sudah mulai berkutat kepada tugasnya. Walaupun dia tidak dapat melihat, tapi tuan Angga mampu mengerjakan tugasnya layaknya pria normal pada umumnya."


"Bagus. Aku senang mendengar penjelasanmu ini pak Tagor. Oya nanti sore tolong kau bawa Angga dan calon istrinya untuk berkunjung kerumahku, istriku sudah sangat ingin bertemu dengan mereka berdua." titah tuan Roberto kepada pak Tagor.


"Siap tuan. Saya akan menyampaikan amanah ini kepada beliau."


"Terimakasih pak. Kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku di kantor baru ku." pamit tuan Roberto memutuskan panggilannya.


Pak Tagor langsung menatap kearah Angga. Dia merasa senang karena Angga bisa mendapatkan orang tua angkat yang baik. Ternyata pemikiran Bosnya tidak pernah meleset, bahwa Angga harus di perkenalkan oleh orang sebaik tuan Roberto.


"Tuan Angga. Sekarang kau sudah mempunyai pelindung dan pendukung yang kuat. Andai bos ku tidak dapat tertolong, maka kau bisa mengandalkan ayah angkatmu untuk melindungi kedua orang tuamu. Andai kau tahu masa lalu yang sudah terjadi, pasti kau tidak akan tenang meninggalkan kedua orang tuamu di kampung. Tapi tenang saja tuan. Karena kami selalu menjaga mereka tanpa mereka berdua sadari. Setelah kau sembuh dan kuat, maka kau akan tahu siapa musuh kita yang sebenarnya." gumam pak Tagor berbicara pelan.


Setelah itu, pak Tagor juga melakukan tugasnya sebagai seorang asisten sementara. Namun baru saja dia mengetik beberapa data data penting, Tiba-tiba saja muncul seorang wanita yang masuk ke dalam ruangan miliknya.


"Ada apa? Kenapa kau harus masuk kedalam ruanganku?" tanya pak Tagor bangkit dari duduknya.


"Maaf pak. Saya ingin memberitahu, jika saat ini di bawah telah terjadi keributan yang dilakukan oleh seorang wanita cantik, dia mengaku sebagai calon istri Direktur, dan memaksa naik kedalam ruangan Direktur."

__ADS_1


"Apa! Siapa wanita pengacau itu? Berani sekali dia membuat onar di perusahaan ini." pak Tagor berteriak marah dan langsung mengajak wanita itu untuk keluar turun ke bawah loby perusahaan.


Sedangkan Angga. Dia tidak mengetahui apa yang saat ini sedang terjadi, dan tetap melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2