
Melihat perubahan wajah Angga, pak Tagor pun menjadi curiga, di dalam hatinya dia terus menerka jika wanita yang bernama Cika itu mungkin mengenal pria yang menjadi Tuannya saat ini.
Hingga tak lama kemudian, David mempersilahkan mereka semua untuk masuk kedalam ruangan rapat. Senyum bahagia tak luput dari wajah David. Dia tidak tahu saja jika kedatangan Tuan Roberto ke perusahaannya dengan tujuan ingin membongkar semua kejahatan yang dia lakukan.
"Ayo, duduklah kalian semua. Jangan sungkan." ucap David ramah.
"Terimakasih Tuan David." jawab Tuan Roberto tersenyum miring.
Dan setelah semua duduk di kursi masing-masing, tanpa sengaja kedua mata David melihat kearah Angga dan juga pak Tagor. Entah mengapa ketika melihat mereka berdua, David seperti familiar oleh bentuk tubuh dari mereka berdua.
Deggghhhh.....
"Siapa kedua pria ini? Aku rasa aku seperti tidak asing melihat postur tubuh dari mereka berdua, sedangkan wajahnya, aku baru kali ini melihatnya. Apakah mereka karyawan baru di perusahaan Tuan Roberto?" tanya David bergumam di dalam hatinya.
David memang tidak mengenal siapa pak Tagor, karena selama ini pak Tagor hanya menjadi supir pribadi Tuan Roberto yang tidak pernah ikut masuk ke dalam perusahaan David. Sedangkan pak Tagor sangat mengenal siapa David, karena pak Tagor selalu mencari tahu identitas setiap klien yang menjadi rekan bisnis Tuan Roberto.
Melihat tatapan David kearah mereka berdua, pak Tagor hanya tersenyum miring, bisa dipastikan jika pak Tagor mengeluarkan suaranya, mungkin David akan bertambah terkejut lagi, karena merasa tidak asing dengan suara yang dia dengar.
"Apakah kau mulai mengingat kami David? Jika bisa ingatlah, aku yakin kau tidak akan bisa mengenali siapa yang telah menyerangmu malam itu." tawa pak Tagor di dalam hatinya.
Dan setelah semuanya berkumpul di meja rapat, asisten Tuan Roberto yang bernama Panji langsung bangkit dari duduknya.
"Baiklah, terimakasih sebelumnya untuk Tuan David karena sudah menyambut kedatangan kami dengan baik, maaf karena sebelumnya kami tidak memberitahu terlebih dahulu tentang rencana kunjungan kami ini, tapi sepertinya tuan kami sengaja melakukannya karena ingin memberikan kejutan kepada anda tuan David Becam." jelas pria itu membuat David merasa tersanjung.
__ADS_1
"Iya, tidak masalah asisten Panji, aku merasa senang atas kunjungan mendadak dari kalian semua. Karena aku tahu pasti kunjungan kalian mempunyai maksud tertentu yaitu ingin melakukan kerja sama yang lainnya kepada perusahaanku bukan!" tebak David tanpa tahu malu sedikitpun.
Mendengar perkataan David, Angga langsung tersenyum miring, pria di hadapannya ini benar-benar sangat menjijikkan. Bahkan dia tidak malu sedikit pun walau sudah melakukan kecurangan secara diam diam.
"Dasar muka tembok! Sangat menjijikkan sekali kelicikanmu itu David. Ternyata selain bajingan kau juga manusia rendahan yang suka menjilat dan menusuk dari belakang. Benar benar banci." rutuk Angga kepada David.
Begitu juga dengan Tuan Roberto, dia langsung tertawa lucu sampai membuat David merasa keheranan. Cika yang duduk di samping David juga ikut merasa keheranan, apalagi ketika melihat pria yang memakai kaca mata hitam, yang parasnya sangat mirip dengan mantan Kekasihnya Angga.
"Kenapa Tuan Roberto menertawakan Tuan David? Dan kenapa juga ada pria yang mempunyai wajah sangat mirip dengan Angga. Tidak mungkin jika dia memanglah Angga. Sedangkan Angga itu buta, dia hanya pria bodoh yang tidak menimba ilmu di akademi manapun, dia juga bukanlah lulusan sarjana, lalu bagaimana mungkin jika dia bisa bekerja di perusahaan tuan Roberto. Aku rasa ini benar-benar membuatku menjadi pusing." batin Cika sambil memegang keningnya hingga berkali-kali.
Lalu Tuan Roberto mulai mengeluarkan suaranya, dia memegang beberapa berkas di tangannya yang dia letakkan di atas meja.
Dan hal itu membuat David tersenyum kegirangan, dia mengira jika Tuan Roberto akan kembali mengajukan kerja sama bersama perusahaan miliknya.
"Hahahaha! Anda terlalu memuji saya Tuan, sekarang ayo katakan, kerja sama apa lagi yang akan kita tanda tangani?" tanya David tidak sabaran.
"Sabarlah Tuan David, jangan terlalu terburu buru, karena apa yang akan aku berikan akan membuatmu menjadi sangat sangat terkejut."
"Benarkah! Wah... aku. jadi tambah penasaran Tuan Roberto."
"Baiklah, jika kau sudah tidak sabaran, maka aku akan memperlihatkannya kepadamu."
Lalu tuan Roberto memberikan berkas yang ada dihadapannya kepada asisten Panji.
__ADS_1
Menerima berkas itu, Asisten Panji langsung tersenyum miring, dia tidak membuka berkas map tersebut.
Tapi Asisten Panji malah mengeluarkan sebuah laptop yang ada di tasnya dan membuka laptop itu di depan mereka semua.
David tersenyum girang, sepertinya kali ini dia akan untung besar, di dalam hatinya dia terus mencaci maki Tuan Roberto.
"Hahaha! Dasar pak tua bodoh! Dia tidak tahu saja kalau akulah yang sudah menyabotase data keuangan miliknya, aku juga sudah meretas beberapa data penting milik perusahaannya, sehingga aku bisa menyuri uangnya tanpa dia ketahuai, dan sekarang dia malah datang kembali untuk melakukan kerja sama yang lain denganku, sangat bodoh kau Roberto." caci David tersenyum menyeringai.
Tak lama kemudian, semua mata tertuju ke layar besar yang ada di hadapan mereka, dengan lincahnya tangan Panji membuka seluruh isi dari data flashdisk yang sudah dibuat oleh Angga.
Dan setelah layar di penuhi oleh data data yang mengejutkan, David tersentak kaget dan terdiam membisu, begitu juga dengan Cika.
"Tidak! Itu,....! Bagaimana mungkin semua yang aku lakukan bisa terdeteksi di file itu, apa sebenarnya yang ingin mereka tunjukkan kepadaku?" gumam David memasang wajah pias.
Keringat dingin langsung keluar dari lubang pori pori David, membuat David merasa gerah dan juga bertambah panik.
Begitu juga dengan Cika, apalagi ketika menatap kearah pria tampan yang sangat mirip dengan Angga. Entahlah, rasanya saat ini Cika ingin sekali segera kabur dari ruangan itu.
"Sepertinya ada niat terselubung dari kunjungan yang dilakukan Tuan Roberto. Apakah jangan jangan mereka sudah mengetahui kejahatan yang selama ini David lakukan kepada perusahaan mereka? Oh. Kalau benar begitu, bagaimana dengan nasibku? Di tambah lagi dengan kehadiran pria yang memiliki wajah mirip seperti Angga, Rasanya aku ingin melarikan diri saat ini juga." rutuk Cika sambil meremat kedua tangannya kuat.
Rasa panik juga terlihat jelas di wajah wanita itu, hingga detik kemudian Asisten Panji kembali melanjutkan perkataannya yang berhasil membuat David dan juga Cika tercengang hebat.
"Ini adalah bukti atas kejahatan yang dilakukan oleh para peretas yang sudah melakukan kecurangan dengan mencuri uang dari perusahaan Tuan Roberto. Dan kami sudah mengantongi nama dari pelaku kejahatan itu.
__ADS_1
Jeduaaaarrr......