Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Cika Yang Licik


__ADS_3

Tuan Roberto tersenyum menyeringai setelah mendapatkan surat penting perusahaan milik David yang sudah diberikan untuk dirinya. Dan setelah selesai mengecek isi di dalam surat itu, tuan Roberto langsung mengarahkan pandangannya menatap orang orang miliknya.


"Ayo kita pergi dari sini, kita beri waktu dua hari untuk pengkhianat ini mengemasi barang barang miliknya." ajak tuan Roberto sambil membawa map di tangan kanannya.


David tidak bisa berkata kata, dia hanya diam menatap kepergian dari rombongan tuan Roberto. Sedangkan Cika yang merasa geram pun langsung berlari mendekati bos nya yang sedang terduduk di atas lantai.


"Tuan David! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memberikan perusahaan milikmu ini kepada tuan Roberto!" jerit Cika memegang kerah baju David.


"Diam kau Cika! Apakah kau tidak lihat jika mereka sudah mengetahui semua kejahatan yang telah aku lakukan. Dan apakah kau mau melihat aku dipenjara karena terbukti bersalah!" bentak David memancarkan wajah memerah.


Mendengar perkataan David, Cika langsung lemas, tubuhnya serasa tidak bertenaga, sehingga dia pun ikut terduduk di atas lantai dengan keadaan yang mengenaskan.


Hancur sudah impiannya menjadi istri dari seorang pengusaha kaya raya seperti David Becam, karena sudah pasti setelah ini David akan mengalami kebangkrutan dan menjadi pria miskin.


"Sial! Sia sia perjuangan yang aku perbuat selama ini, Bahkan aku sudah merelakan tubuhku untuk ku berikan kepadanya, karena aku ingin menjadi istri dari pengusaha kaya raya. Tapi apa sekarang yang terjadi, jangankan menjadi istri, bahkan pria bodoh ini sudah jatuh miskin karena keserakahannya sendiri. Sepertinya aku harus mencari target yang lainya. Jangan sampai mama dan papa mengetahui apa yang menimpaku saat ini." rutuk Cika penuh rencana.


Setelah itu dia pun bangkit dari duduknya, membuat David langsung mendongakkan wajahnya kearah Cika.


"Kau mau pergi kemana Cika? Jangan bilang jika kau ingin meninggalkanku begitu saja?" tanya David dengan nada dingin.


"Memangnya untuk apa lagi aku berada di sini tuan. Toh aku juga harus keluar dari perusahaan ini bukan! Karena perusahaan ini sudah tidak menjadi milikmu lagi." jawab Cika menatap malas.


"Apa maksud dari perkataanmh itu Cika! Apakah kau kira aku sudah miskin saat ini? Ingat Cika, aku masih mempunyai banyak properti dan harta kekayaan yang lainnya. Jadi jangan pernah kau berpikir jika aku akan menjadi pria miskin."

__ADS_1


David langsung bangkit berdiri tegak setelah mendengar perkataan dari Cika, dia tidak sudi jika harus di pandang menjadi orang miskin, ya.! Walaupun pada kenyataannya David memang sudah tidak mempunyai harta apapun lagi, tapi terlalu gengsi untuk seorang David Becam mengakui kenyataan tersebut.


Sedangkan Cika yang mendengar kata kata yang dilontarkan oleh David, menjadi terdiam membisu.


Mungkin saja benar apa yang dikatakan oleh pria itu, jika dirinya masih mempunyai harta kekayaan yang lain.


"Baiklah David, tolong maafkan perkataanku ini. Sekarang ayo beristirahatlah sejenak." ajak Cika mencoba merayu David.


Dengan langkah gontai, David pun menuruti ajakan Cika, mereka saling berpegangan tangan menuju ke sofa yang ada diruangan tersebut.


Setelah ini, David harus memikirkan cara, agar berhasil menjadi menantu dari keluarga Harley.


"Apapun yang terjadi, aku harus bisa menikah dengan Rebecca, agar kehidupanku bisa terjamin layak. Jangan sampai aku menjadi pria miskin yang tidak mempunyai harta serta kehormatan di negara ini." gumam David penuh rencana.


Tidak terasa hari sudah berganti petang, Rebecca yang tadi siang sudah pulang kerumahnya, kini sedang bersiap siap untuk menyambut kedatangan calon suaminya.


Rebecca telah memberitahu seluruh keluarga pamannya jika Angga akan datang ke rumah guna memperkenalkan diri.


Mendengar perkataan Rebecca, paman Wiliam langsung tertawa terbahak bahak sambil mengejek dirinya. Begitu juga dengan istri dan salah satu putrinya, mereka saling kompak untuk menghina dirinya.


"Dasar orang orang jahat. Bahkan kalian sangat suka merendahkan harga diriku. Lihat saja setelah Angga resmi menikahi ku, maka secepat mungkin aku akan menendang kalian semua dari rumahku ini." rutuk Rebecca yang mengingat kembali perkataan dari kedua paman dan bibinya itu.


Sedangkan di sebuah kamar yang begitu mewah, paman Wiliam dan tante. sedang duduk saling berhadapan.

__ADS_1


"Apakah kau sudah mencari tahu identitas dari pria yang sebentar lagi menjadi suami Rebecca?" tanya tante Amor kepada suaminya.


"Sudah. Tapi tidak ada hasilnya." jawab paman Wiliam menyiratkan wajah yang begitu menyeramkan.


"Apa maksudmu pa? Bukankah pria itu hanya orang miskin dan juga buta! Jadi sangat mustahil jika kau tidak bisa mengetahui identitas dari pria itu."


"Kau benar ma, tapi memang itulah kenyataannya. Bahkan sampai detik ini aku belum mengetahui tampang dari pria buta itu. Karena Rebecca tidak pernah terlihat sedang bersama pria itu." jelas Paman Wiliam membuat tante Amor mengernyit heran.


Lalu dia pun melangkah kearah jendela sambil menatap keluar.


Ini benar benar mencurigakan, sepertinya Rebecca sudah merencakan sesuatu untuk kita pa." tebak tante Amor.


"Kau benar ma. Dan kita harus lebih berhati-hati lagi, jangan sampai anak bodoh itu berhasil menjalankan rencana miliknya." timpal paman Wiliam sambil terus berpikir.


Mulai besok paman wiliam akan mencari tahu kembali, apa yang sebenarnya ingin Cika rencakan. Sehingga dia menyembunyikan identitas dari pria yang akan menjadi suaminya.


Hingga tak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk dari luar, tante Amor langsung berteriak mempersilahkan ART nya itu untuk masuk kedalam.


"Ada apa bik? Apakah mereka sudah datang?" tanya tante Amor menatap tajam.


"Iya benar nyonya, calon suami nona Rebecca sudah datang bersama bapaknya."


"Baiklah. Kami akan keluar sekarang juga." jawab paman Wiliam bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dan melihat, seperti apa paras dari calon suami keponakannya itu.


__ADS_2