Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Keterkejutan Rebecca


__ADS_3

Seperti yang diperintahkan oleh Tuan Roberto tadi malam, tepat pukul delapan pagi, pak Tagor mengantarkan Angga dan Rebecca menuju ke klinik milik Dokter Bagas.


Hingga tak butuh waktu lama, mereka pun telah tiba di dalam klinik itu sambil menunggu Dokter Bagas yang sedang bersiap siap mengenakan pakaian berwarna birunya.


Dokter Bagas yang melihat kedatangan mereka bertiga langsung tersenyum ramah dan melangkah mendekati mereka bertiga.


"Wah...! Sudah tiba rupanya? Apakah kalian menunggu saya terlalu lama?" tanya Dokter Bagas merasa tak enak.


"Tidak Dokter. Kami juga baru tiba beberapa menit yang lalu. Oya perkenalkan Dokter, pria ini adalah pasien yang akan Dokter tangani. Namanya Angga Perwira." jawab pak Tagor sambil memperkenalkan Angga kepada Dokter Bagas.


Angga tersenyum ramah. lalu dia mengulurkan sebelah tangannya guna memberikan salam perkenalan.


"Salam Dokter Bagas. Perkenalkan nama saya Angga Perwira. Semoga Dokter bisa menyembuhkan kedua mata saya kembali." ucap Angga sembari berharap.


"Tentu tuan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin, bersama Dokter Parkir Shin yang sebentar lagi akan segera tiba. Oya senang berkenalan dengan anda tuan Angga. Nama saya adalah Bagas. Tuan bisa memanggil dengan sebutan nama saja." jawab Dokter Bagas membalas uluran tangan Angga.


Setelah itu, Dokter Bagas juga berkenalan dengan Rebecca yang berdiri di samping Angga. Dan setelah acara perkenalan selesai, Dokter Bagas langsung menyuruh perawatnya untuk mengecek kembali persiapan ruangan pemeriksaan.


"Dokter. Semua sudah siap Dokter." kata perawat itu kepada Dokter Bagas.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu ayo tuan Angga. Kita bisa masuk ke dalam ruangan pemeriksaan." ajak Dokter Bagas kepada Angga.


Mendengar ajakan Dokter Bagas, Angga langsung mengarahkan pandangannya menatap wanita cantik yang ada di sampingnya.


"Rebecca! Tunggu aku ya, dan do'akan agar kedua mataku masih bisa disembuhkan." ucap Angga menatap lirih.


"Tentu Angga. Aku akan selalu mendoakanmu." jawab Rebecca tersenyum manis. Seakan ingin memberikan semangat kepada Angga.


Lalu mereka berdua masuk ke dalam ruangan, sedangkan pak Tagor dan Rebecca, tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruangan. Dan mereka hanya bisa menunggu di luar sambil mengintip dari kaca putih transparan yang menampakkan Angga sedang diperiksa.


Melihat Angga mulai diperiksa oleh Dokter Bagas. Rebecca langsung mengintip dari kaca transparan itu, sambil berkata pelan kepada pak Tagor.


"Pak...! Apakah menurut bapak, operasi ini akan berhasil?" tanya Rebecca lirih.


Dengan cepat dia menoleh menatap wajah pak Tagor lekat.


"Apa maksud perkataanmu barusan pak! Coba ceritakan kejadian yang sebenarnya kepadaku. Sungguh aku ingin tahu, tentang semua masa lalu yang di alami oleh Angga. Sebentar lagi Angga akan menjadi suamiku, itu artinya aku berhak mengetahui apapun tentang dirinya pak Tagor." tanya Rebecca sedikit memaksa.


Lalu pak Tagor pun mengajak Rebecca untuk duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan.

__ADS_1


"Begini nona. Mungkin ini akan mengejutkan untuk nona. Tapi sebaiknya nona memang harus mengetahuinya. Sebenarnya tuan Angga mengalami kebutaan karena dia telah menyelamatkan wanita yang menjadi kekasihnya saat masih Sekolah dulu. Dan kejadian naas itu terjadi, setelah Tuan Angga baru lulus sekolah. Mereka yang hendak pergi ke pasar malam malah melihat kekasih tuan Angga yang hendak menyebrang jalan hampir saja ditabrak mobil truk yang cukup besar, lalu tuan Angga sontak menyelamatkan nyawa kekasihnya itu dan mengorbankan dirinya sendiri hingga tertabrak oleh truk besar itu. Dan singkat cerita, Tuan Angga di vonis mengalami kebutaan, mengetahui hal itu, kekasih tua Angga langsung memutuskan hubungan mereka secara sepihak dan meninggalkan tuan Angga begitu saja. Tuan Angga benar-benar hancur nona, dia merasa terpuruk dan sangat dendam kepada wanita itu. Tapi tuan Angga mencoba bangkit dan bercita-cita menjadi pria yang sukses, agar dirinya dapat membuktikan kepada orang orang yang menghina dan mengkhianati dirinya, bahwa dia bisa menjadi orang yang berguna." jelas pak Tagor membuat Rebecca meneteskan air mata.


Pantas saja pria itu sangat terlihat dingin dan sangat jarang berbicara, ternyata di balik sikapnya dia mempunyai masa lalu yang begitu menyakitkan.


"Malang sekali nasib Angga. Aku benar-benar ikut dendam dengan wanita tidak tahu Terima kasih itu. Andai akau bertemu dengannya, maka aku akan langsung menjambak rambutnya dan gantian menghina dirinya." rutuk Rebecca merasa kesal.


Pak Tagor tertawa kecil mendengar kemarahan nona nya. Bagaimana jika Rebecca mengetahui jika wanita yang dia sebut tidak tau terimakasih itu, nyatanya saat ini sedang berusaha mengejar ngejar Angga kembali dan ingin mendekatinya lagi.


Rebecca, yang melihat ekspresi wajah pak Tagor pun langsung menatap lekat. Dia sangat yakin jika pak Tagor masih mempunyai rahasia yang lainnya.


"Kenapa pak Tagor tertawa? Apakah pak Tagor masih menyimpan rahasia yang lainnya? Kalau benar, cepat katakan kepadaku pak Tagor." paksa Rebecca mengintimidasi.


"Iya, memang benar tebakan anda itu Nona. Tapi jika anda mengetahui hal ini, saya harap nona bisa mempercayai tuan Angga."


"Mempercayai tuan Angga? Memangnya apa yang terjadi? Apakah tuan mu itu telah memiliki wanita idaman lain?" tanya Rebecca curiga.


"Eh, tidak nona. Bukan itu maksud saya."


"Jadi apa pak? Cepat katakan kalau begitu."

__ADS_1


"Baiklah nona. Sebenarnya wanita yang sudah membuang tuan Angga ketika di masa lalu, kini sudah kembali mengejar tuan Angga lagi nona. Dia sudah berjumpa kepada tuan Angga dan mengetahui jika tuan Angga telah menjadi orang yang sukses. Sehingga wanita tidak tahu malu itu berniat kembali kepada tuan Angga lagi nona."


"Apa.....!!!! Berani sekali wanita tidak tahu diri itu!" teriak Rebecca menggema di dalam klinik tersebut.


__ADS_2