Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Kemarahan David


__ADS_3

Di dalam kamar apartemen, terlihat David baru saja bangun dari tidurnya. Dia merasa terkejut setelah menerima telfon dari paman Wiliam yang merasa marah kepada dirinya.


"Dasar pemuda bodoh! Sebenarnya pria macam apa yang kau perintahkan kepada anak buahku untuk membunuhnya?" tanya paman Wiliam berteriak kesal.


David yang semula masih belum terlalu sadar pun langsung membuka mata dengan lebar. Dia baru ingat, jika tadi malam dia sudah meminta bantuan kepada paman Wiliam, agar memerintahkan para anak buahnya untuk menghabisi salah satu karyawan tuan Roberto yang telah berani menghalangi dirinya ketika hendak melarikan diri.


"Paman! Apa maksud perkataanmu ini? Memangnya ada apa dengan para anak buahmu paman? Mereka sudah berhasil menghabisi pria itu bukan?" tanya David mengernyitkan keningnya.


"Menghabisi apanya! Bukan anak buahku yang menghabisi pria itu, tapi sebaliknya, dia lah yang telah menghabisi kelima orang anak buahku!" seru paman Wiliam menjerit keras.


Wajah David langsung berubah pias, dia benar-benar terkejut kala mendengar berita tersebut.


"Tidak.! Bagaimana mungkin paman! Kau pasti berbohongkan?"


"Berbohong, untuk apa aku berbohong hah! Asal kau tahu saja, pria yang kau bilang hanya karyawan biasa itu ternyata memiliki keahlian bela diri, sedangkan supirnya mempunyai senjata api yang dia bawa setiap saat. Kau telah salah memilih musuh David. Dan kau sudah mengibarkan bendera perang kepada dirinya." ucap paman Roberto membuat David menjadi panik.


"Lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya paman? Aku mohon beri aku solusi yang terbaik." pinta David kepada paman Wiliam.


Mendengar permintaan David, paman Wiliam pun langsung tersenyum miring.


"Cih! Sudah cukup David. Sudah cukup selama ini aku membantumu. Dan sekarang kau sudah tidak lagi berguna untukku karena kau telah jatuh miskin."


"Apa! Apa maksud dari perkataanmu itu paman?"

__ADS_1


"Jangan berpura-pura bodoh David. Aku rasa perkataanku ini sangatlah jelas, jika aku tidak mau membantu dirimu lagi. Sekarang kau jangan pernah menghubungiku, mintalah bantuan kepada yang lainnya." titah paman Wiliam dengan nada kasar.


"Tidak! Kau tidak bisa seperti ini paman! Kita sudah berjanji untuk saling bersama, lagian kau juga ingin menjadikanku sebagai suami dari Rebecca. Aku janji akan berjuang mendapatkan dirinya paman."


"Tidak perlu repot repot David. Karena Rebecca telah mendapatkan jodoh yang tepat untuk dirinya. Sekarang kau pergi jauh dari kehidupan kami. Jangan sampai aku melihat batang hidungmu lagi." usir paman Wiliam tanpa hati sedikitpun.


Hingga tak lama kemudian, paman Wiliam memutuskan panggilannya membuat David meradang marah.


"Arggghhhh.....! Sialan kau paman Wiliam. Kau benar-benar tidak tahu diri, aku bahkan sudah banyak membantumu, tapi kau dengan mudahnya membuangku seenak dirimu. Lihat saja aku akan membalas perbuatanmu ini paman Wiliam." teriak David menghempaskan seluruh bantal dan selimut yang ada di atas ranjang.


Saat ini David benar-benar kesal, lalu dia langsung mengenakan kembali celana boksernya yang teronggok di atas lantai. Tujuan David saat ini yaitu mencari keberadaan Cika. Dia yakin kalau Cika belum keluar dari apartemen miliknya, karena barang barang milik wanita itu masih tersusun rapi di dalam kamar.


Sebelum melangkah keluar kamar, Tak lupa David mengemasi pakaian dan make up milik Cika ke dalam satu buah koper besar. Dia harus secepatnya menjual apartemen itu sebagai modal bisnisnya yang baru.


Beberapa menit kemudian, David pun langsung keluar dari dalam kamar, dia menelisik setiap ruangan yang ada di apartemen miliknya guna mencari keberadaan Cika.


Dan setibanya di depan pintu ruang tamu, David melihat Cika yang sedang duduk bersantai menikmati film drama Korea. Melihat hal itu David menjadi geram. Bisa bisanya wanita tak tahu diri itu, malah bersantai ria di dalam apartemen miliknya.


"Cih! Dasar wanita tidak berguna. Berani sekali dia mengabaikan perintah dariku, aku akan memberikan pelajaran kepada wanita J*l*ng!" ucap David langsung melangkah mendekati Cika.


Grepppp....


Cika merasa terkejut kala merasakan tarikan kuat di tangan kanannya, David menarik kuat sampai menimbulkan rasa yang menyakitkan.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan David? Kau menyakiti tanganku." teriak Cika tidak terima.


"Ini balasan untuk wanita pembangkang sepertimu, bukankah aku sudah mengusirmu dari apartemenku ini? Tapi mengapa kau masih berada di sini j*l*ng!" seru David menatap nyalang.


"Tidak! Aku tidak mau pergi David. Ini adalah apartemenku karena kau sudah memberikannya kepadaku, jadi kau tidak berhak mengambilnya kembali David." tolak Cika melawan David.


Mendapatkan perlawanan dari Cika membuat David bertambah emosi, hingga akhirnya dia pun melayangkan sebuah tamparan keras tepat ke wajah sebelah kanan Cika.


Plakkkkk....!!!!


Cika terjengkang kebelakang menabrak kursi yang ada dibelakangnya, dan dia merasakan sakit yang teramat sangat, di bagian punggung dan juga pipinya.


Sedangkan sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah, akibat tamparan keras yang mengenai bibir Cika.


"Sakit! Apa yang kau lakukan David!"


"Itu balasnya untuk wanita pembangkang sepertimu, sekarang juga ayo keluar dari apartemenku. Aku akan menyeret tubuhmu dengan paksa." sarkas David sambil menarik sebelah tangan Cika.


Cika berusaha keras menahan tarikan David,dia terus meronta ronta minta dilepaskan, tapi kekuatannya kalah kuat dengan David, hingga akhirnya David pun telah berhasil membawa Cika sampai di depan pintu Apartemen.


Setelah itu, David langsung menghempaskan tangan Cika dan membuang koper milik wanita itu secara asal. Sungguh rasanya harga diri Cika benar-benar hancur telah diperlakukan David tanpa manusiawi sedikitpun.


"Hiks.. hiks...! Kau benar-benar jahat David! Aku tidak akan memafkanmu." lirih Cika menangis sedih.

__ADS_1


__ADS_2