Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Ternyata Cuma Mengkhayal


__ADS_3

"Apa yang sedang kau pikirkan Rebecca? Kenapa kau hanya berdiri saja sejak tadi?" tanya Angga yang berhasil membuat Rebecca tersentak kaget.


Dia pun langsung menggeleng gelengkan kepalanya sambil memukul keningnya menggunakan tangan. Sungguh betapa malunya Rebecca, bisa bisanya dia mengkhayal dan berpikiran mesum seperti itu kepada Angga.


"Ya Tuhan! Kenapa otak ku bisa menjadi konslet begini? Apakah karena aku sering nonton film romantis drakor. Jangan sampai Angga tahu, kalau aku baru saja membayangkan hal yang tidak tidak dengannya." rutuk Rebecca merasa malu.


Sedangkan Angga yang tidak bisa melihat ekspresi wajah Rebecca hanya diam sambil menghadap kearah wanita itu.


Hampir setengah jam lamanya, Rebecca terdiam dari berdirinya, membuat Angga menjadi keheranan.


"Sebenarnya ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia seperti orang yang sedang melamun? Kita kira apa yang sedang dia pikirkan? Apakah dia tidak siap jika harus tinggal di rumah sederhanaku ini?" tebak Angga kepada Rebecca.


Hingga detik kemudian, Tiba-tiba saja Angga merasakan sebuah tarikan di tangannya yang dilakukan oleh Rebecca.


"Emm....! Sekarang kau keluarlah Angga. Aku ingin segera beristirahat." usir Rebecca mendorong tubuh Angga sampai di depan pintu.


"Baiklah, maaf jika rumahku tidak mewah seperti rumahmu Rebecca."


"Hehehe....! Tidak masalah Angga. Aku tutup pintunya ya." izin Rebecca langsung menutup pintu kamar dengan rapat.


Brrrakkkk...


Setelah itu, Rebecca pun menyenderkan tubuhnya di balik pintu. Sungguh dia merasa heran, kenapa setiap kali berdekatan dengan Angga, dirinya selalu saja membayangkan hal hal mesum yang belum pernah dia lakukan.


"Dasar Rebecca mesum. Apakah sebegitu terpesonanya kau kepada Angga! Bahkan ketampanan dirinya tidak ada apa apanya dibandingkan mantan kekasihmu Jack. Oya, ngomong ngomong soal pria itu? Ada di mana dia saat ini? Aku rasa dia selalu menghilang setiap detiknya." gumam Rebecca langsung melangkah menaiki ranjang.


Rebecca memutuskan untuk beristirahat, kamar itu tidak memiliki AC, jadi Rebecca hanya menggunakan kipas angin saja agar tubuhnya tidak terasa kegerahan.


****

__ADS_1


Di ruang tamu, Angga sudah duduk sambil memegang laptop di tangannya. Dia sedang mengerjakan pekerjaannya yang masih belum dia selesaikan.


Hingga tiba-tiba saja pikiran Angga terlintas mengingat Cika. Wanita yang telah begitu tega mengkhianati dirinya. Dia tidak akan sudi memafkan wanita itu lagi, walaupun di kampung mereka tinggal dalam satu desa.


"Cika! Berani sekali kau memeluk tubuhku tanpa persetujuan dariku. Sungguh aku benar-benar sangat membencimu Cika. Dan aku akan membuktikan kepada kalian semua, jika aku bisa sukses walau dengan keadaan yang buta seperti ini."


Angga masih ingat betul, dengan perkataan ibunya tempo hari yang mengatakan jika kedua orang tua Cika terus saja menghina mereka.


Bahkan kedua orang tua Cika juga menebar racun kepada seluruh warga jika kepergian Angga ke kota, hanya ingin mencari keberadaan putri mereka dan bekerja sebagai seorang teror!s.


Di dalam hati, Angga berniat setelah menikah dengan Rebecca, maka dia akan memutuskan untuk pulang kampung guna memperkenalkan Rebecca kepada kedua orang tuanya, dan juga warga yang ada di kampung tersebut.


Dan setelah itu, Angga pun melanjutkan perkerjaannya, karena besok pagi pagi sekali Angga harus sudah hadir diperusahaan milik tuan Roberto.


Tuan Roberto mengatakan, jika dia ingin bertemu secara pribadi kepada Angga. Karena dia ingin menyampaikan hal penting secara rahasia.


****


Pagi telah datang menyapa, Rebecca sudah bangun pagi pagi sekali, dan saat ini dia tengah berada di dapur dengan niat ingin memasak sarapan pagi..


Rebecca membuka kulkas yang ada di hadapannya, namun sayang dia hanya menemukan lima butir telur yang tersusun rapi.


"Wah! Hanya ada telur, apakah aku bisa memasak telur?" gumam Rebecca sendiri.


Setelah itu Rebecca memutuskan mengambil telur itu dan memecahkannya. Sejujurnya Rebecca tidak bisa memasak. Tapi dia pernah melihat para koki dirumahnya sedang memasak telur.


Rebecca langsung mengocok telur di dalam mangkok kecil, dan dia juga menghidupkan kompor satu tungku yang ada di hadapannya. Sejujurnya Rebecca merasa heran, bukankah Angga buta? Lalu untuk apa dia mempunyai alat alat masak dirumahnya? Apakah Angga bisa memasak? Sambil mengocok telur, Rebecca terus bergumam di dalam hatinya.


Hingga beberapa menit kemudian, telur yang Rebecca goreng sudah matang, harum mewangi langsung menyeruak di dalam setiap ruangan. Angga yang baru selesai memakai stelan kantornya pun melangkah keluar mencari bau harum yang berhasil membuat perutnya meronta ronta minta di isi.

__ADS_1


Dan betapa terkejutnya Angga. Kala mendengar suara sambutan dari wanita yang tak lain adalah Rebecca.


"Pagi Angga! Akhirnya kau keluar juga dari kamarmu. Ayo kita makan, aku sudah sangat kelaparan sekali." ajak Rebecca menarik tangan Angga untuk duduk di kursi makan.


Angga hanya diam mengikuti ajakan Rebecca, sedangkan Rebecca dia tersenyum senyum sendiri, melihat penampilan Angga yang begitu tampan dan berwibawa.


"Wah! Mimpi apa aku, bisa mendapatkan calon suami yang tampan seperti dirinya. Ya... walaupun dia buta, tapi dia sangat pintar dan genius. Aku yakin, Angga memiliki kelebihan sehingga dirinya bisa bekerja di perusahaan milik tuan Roberto. Dan suatu saat nanti aku akan mengetahui kepintaranmu itu Angga." gumam Rebecca tersenyum senyum.


Sedangkan Angga, dia tidak mengetahui apa yang sedang wanita itu pikirkan, dan Angga langsung menyuapkan nasi kedalam mulutnya karena sudah merasa kelaparan juga.


Namun ketika giginya hendak mengunyah lauk dan nasi tersebut, Tiba-tiba saja Angga merasakan hal aneh dari telur yang di masak oleh Rebecca.


"Telur apa ini? Kenapa rasanya sangat asin dan juga gosong. Apakah wanita ini tidak mencobanya terlebih dahulu? Wah.. sepertinya Rebecca tidak bisa memasak." gumam Angga di dalam hatinya.


"Bagaimana rasanya? Apakah enak?" tanya Rebecca tampak antusias.


"Aku tidak tahu bagaimana mendiskripsikan rasa dari masakanmu ini. Tapi akan lebih baik, jika kau merasakannya sendiri Rebecca." jawab Angga tersenyum.


"Hahahaha... ! Baiklah, aku akan memakan masakan perdanaku ini sampai habis." jawab Rebecca tertawa semangat.


Setelah itu dia pun melahap makanan yang ada di dalam piringnya. Hingga detik kemudian.


"Ini tidak enak Angga! Jangan kau makan telur gosong dan asin ini!" jerit Rebecca mengambil piring yang ada di hadapan Angga.


Mendengar perkataan Rebecca, Angga langsung tertawa terbahak bahak. Akhirnya Rebecca menyadari bahwa masakan yang dia masak tidak layak untuk dikonsumsi.


"Kenapa tidak bilang jika kau tidak bisa memasak Rebecca!"


"Siapa bilang aku tidak bisa masak? Aku hanya sedang tidak fokus saja. Sekarang kau pergilah bekerja, sepertinya mobil pak Tagor sudah tiba di depan rumah. " titah Rebecca menahan wajah memerah karena malu.

__ADS_1


__ADS_2