Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Janji Seorang Angga Perwira


__ADS_3

Mendapat pertanyaan dari Pak Burhan, Jackson menjadi terdiam. Namun detik kemudian dia pun tertawa tipis.


"Om Burhan. Aku tidak mengenal siapa keluarga Om Burhan, aku mengetahui nama kalian semua dari seorang perawat yang bertugas memantau kesehatan Angga. Yang terpenting saat ini, aku dan Angga sudah menjadi teman baik. Jadi aku harap om Burhan dapat menerimaku sebagai teman dari putra om." jawab Jackson sambil memegang dada atas bagian kanan miliknya.


Melihat hal itu, pak Burhan menjadi heran, dia langsung bangkit dari duduknya untuk memegang lengan tangan Jackson yang seperti orang kesakitan.


"Jackson! Ada apa denganmu? Kau seperti merasakan sakit?" tanya pak Burhan menatap panik.


Angga tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi dengan Jackson saat ini, tapi dia mengetahui bahwa Jackson tidak baik baik saja saat ini.


"Ada apa Pak! Memangnya Jackson kenapa?" tanya Angga tak kalah khawatir.


Tak lama kemudian, dua orang pria berpakaian hitam itu langsung mendekati Jackson, mereka membantu Jackson agar kembali naik ke atas ranjang rawat miliknya.


"Akhhhhgggrrr… ..!" teriak Jackson menahan sakit.


"Tuan. Sabarlah, sebentar lagi Dokter akan segera tiba." ucap pria berpakaian hitam itu.


Jackson memejamkan kedua matanya, sedangkan Pak Burhan dan Angga sudah berdiri dari duduk mereka.


Melihat kedua orang itu, pria berbaju hitam tersebut pun langsung menghadap kearah mereka berdua.


"Maaf Tuan. Sepertinya waktu kunjung kalian berdua sudah habis. Dan saat ini kalian berdua harus segera keluar."


"Iya, tapi bagaimana dengan Jackson! Apakah dia baik baik saja?" tanya Angga menatap kosong.

__ADS_1


"Tentu, Tuan kami akan baik baik saja, sekarang keluarlah Tuan. Biarkan Tuan kami beristirahat." usir pria berbaju hitam tersebut.


Mendengar perintah dari pria berparas seram itu, akhirnya pak Burhan menuntun Angga untuk keluar dari ruangan itu. Namun ketika mereka hampir sampai ke depan pintu, Tiba-tiba mereka berdua mendengar Jackson yang memanggil nama Angga.


"Angga! Simpanlah ini, di masa depan aku harap kita dapat bertemu lagi." ucap Jackson sambil menyerahkan sebuah kartu nama.


Angga yang tidak bisa melihat pun langsung di bantu oleh pak Burhan untuk menerima pemberian Angga, setelah itu Jackson kembali berkata kepada Angga.


"Oya, ingatlah pesanku ini Angga. Kau harus membuktikan kepada wanita yang telah mengkhianatimu jika kau bisa bangkit menjadi pria yang sukses dan juga berbakat genius, jangan biarkan kebutaan yang kau derita itu membuatmu menjadi orang yang lemah dan juga tertindas, karena di masa depan nanti, aku ingin bertemu denganmu yang sudah berhasil menjadi pria berguna" ucap Jackson membuat Angga tersenyum.


"Baik, aku janji kepadamu, jika di masa depan kita di pertemukanlah kembali, maka kau akan melihat diriku yang sudah berhasil dan juga sukses. Terimakasih untuk motivasimu ini Jackson, kau benar-benar seorang teman yang baik." janji Angga kepada Jackson.


Setelah selesai saling mengucapkan janji, akhirnya pak Burhan dan Angga keluar dari ruangan VIP tersebut.


Dan tak butuh waktu lama, kini mereka berdua sudah tiba di hadapan ibu Lastri, setelah selesai membayar biaya rumah sakit, akhirnya Pak Burhan mengajak anak dan istrinya untuk kembali pulang kerumah.


Sungguh saat ini Angga merasa sangat bangga, karena kedua orang tuanya tidak pernah mengeluh sedikit pun dengan keadaannya yang sudah tidak sempurna. Di dalam hatinya Angga bersikukuh jika dia suatu saat nanti dia akan berhasil menjadi pria sukses walaupun dirinya sudah tidak dapat melihat lagi..


"Bapak, ibu, setelah ini aku akan berjuang dan bekerja keras untuk menjadi pria yang sukses, masa depanku masih sangat panjang, dan di usia mudaku ini, aku akan semakin mengasah kepintaranku dalam dunia Cyber agar dapat menguasai dunia. Aku Angga pria yang buta ini, akan membuktikan jika kebutaanku bukanlah suatu alasan untukku menjadi lemah. Sedangkan untumu Cika! Tunggu pembalasan dariku." gumam Angga sambil meremat kuat tongkat yang ada di genggaman tangannya.


Pak Burhan memutuskan akan menaiki sebuah mobil pick up milik salah satu temannya dari kampung yang kebetulan sedang berada di daerah tersebut.


Dan setelah mobil pick up itu datang menjemput mereka, dengan hati hati Pak Burhan membantu istri dan putranya untuk naik ke dalam bakal terbuka tersebut.


"Maaf ya nak! Karena bapak mengajakmu naik mobil seperti ini, jujur saja saat ini bapak sudah tidak mempunyai uang tabungan lagi, dan kebetulan ada teman bapak yang tinggal di kampung, dia sering ke kota Bogor untuk mengantar barang, jadi bapak meminta tolong kepadanya agar sekalian mengangkut kita kembali pulang." jelas pak Burhan menatap Angga dengan tatapan sedih.

__ADS_1


Melihat kesedihan yang terpancarkan dari wajah suaminya itu, Ibu Lastri pun langsung meneteskan air mata. Sungguh dia benar-benar merasa sedih melihat apa yang telah menimpa keluarga mereka saat ini.


"Hiks… hiks… maafkan kami juga ya Angga. Karena kami tidak bisa menyembuhkan kedua matamu, andai kami mempunyai uang yang banyak, pasti kami akan berusaha untuk kesembuhanmu kembali nak." lirih ibu Lastri meneteskan air mata.


Mendengar ibunya yang sampai menangis terisak, dengan cepat Angga meraba kearah sampingnya untuk mencari tangan sang ibu.


"Jangan bersedih ibu. Kalian berdua adalah orang tua yang sangat baik dan juga sempurna. Walaupun aku tidak dapat melihat, tapi aku akan tetap berusaha keras untuk bisa menjadi sukses, aku akan memperdalam lagi pengetahuan ilmu teknologi yang aku miliki, dan untuk bapak, aku mohon bimbingannya, aku tahu jika bapak mempunyai kegeniusan di bidang dunia Cyber, jadi aku mohon ajarkan aku semua yang kau miliki pak."


"Pasti nak, aku akan mengajarkanmu semua ilmu yang aku miliki, aku pastikan kau akan menjadi pria sukses walaupun dengan kekurangan yang kau miliki. Sehingga seluruh dunia akan memperhitungkan keberadaanmu nak." jawab pak Burhan sambil memeluk tubuh putranya.


Begitu juga dengan ibu Lastri, yang ikut berpelukan kepada mereka berdua.


****


Di wilayah lain, tepatnya di kota jakarta, saat ini Cika sudah tiba di sebuah apartemen milik kedua orang tuanya.


Dia yang sedang duduk di atas ranjang milknya pun. Tiba-tiba saja mengingat kembali dengan seorang pria yang tak lain adalah Andre.


Sejujurnya Cika masih mempunyai perasaan mendalam kepada pria tersebut. Tapi karena keadaan Angga yang sangat tidak mendukung, sehingga Cika bertekad membuang perasaannya tersebut.


Apalagi saat ini Angga bukan saja hanya miskin, tapi dia juga sudah buta alias tidak dapat melihat, apa lagi yang dapat di lakukan oleh orang buta selain duduk termenung meratapi nasibnya.


"Maaf Angga. Maaf karena aku tidak bisa mempertahankanmu. Hidup kita sangat terbanding terbalik, aku mempunyai masa depan yang cerah, sedangkan kau hanya mempunyai masa depan yang suram. Sungguh aku tidak dapat menerima itu semua. Semoga saja kau melupakan aku dengan seiring berjalannya waktu. Aku janji akan kembali menemui ketika aku sudah menjadi wanita yang sukses, itu semua aku lakukan agar kau menyadari bahwa kau memang tidak pantas untukku." ucap Cika dengan tatapan mata yang tajam.


Dia berusaha membentuk hati dan juga tabiatnya menjadi seorang wanita yang matre dan juga tidak mempunyai perasaan.

__ADS_1


Karena baginya harta adalah segalanya di atas muka bumi ini, tanpa harta dan kejayaan, maka seseorang tidak akan bisa hidup bahagia.


"Setelah aku lulus kuliah, aku akan menjadi seorang sekretaris yang paling di cari, bahkan semua pengusaha di kota jakarta ini akan mengemis agar aku menjadi sekretaris untuk mereka, impianku pasti segera terwujud, dan aku juga akan mendapatkan jodoh seorang CEO, ya itu akan lebih baik untuk masa depanku nantinya." gumam Cika kembali sambil mengkhayal tinggi.


__ADS_2