
Wajah David dan Cika langsung berubah pias berwarna merah karena menahan rasa terkejut. Jantung mereka berdua bahkan sudah berdetak hebat ingin keluar dari tempatnya.
Bagaimana mungkin kejahatan yang sudah lama dia lakukan, bisa ketahuan oleh para korbannya, sedangkan anak buah Cyber yang dia miliki sudah memberikan kabar jika data data perusahaan miliknya serta seluruh kejahatannya telah tersimpan dengan sangat rapi.
Tapi! Apa yang kini terjadi sangat berbanding terbalik dari apa yang dia rencakan. Melihat senyum dingin dari tuan Roberto, dengan cepat David langsung bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati pria tua itu.
"Tuan Roberto! Apa maksud dari asistenmmu? Sebenarnya apa yang ingin mereka bahas? Aku sungguh tidak mengerti?" tanya David memasang wajah bodoh.
"Kau tidak mengerti atau hanya berpura-pura tidak mengerti David Becam!" teriak tuan Roberto menggema di dalam ruangan rapat itu.
Para pejabat penting yang bekerja di perusahaan David saling menatap antar satu sama lain, mereka juga tidak tahu menahu tentang kejahatan yang sudah di lakukan oleh bos mereka.
"Kenapa kau berteriak kepadaku tuan Roberto! Apakah kau lupa sedang berada di mana sekarang!" David tidak mau kalah, dia merasa terhina karena tuan Roberto sudah berani meneriaki dirinya di depan semua orang.
Mendengar kemarahan David, dengan cepat tuan Roberto bangkit dari duduknya dan langsung melemparkan berkas berkas yang ada di atas meja tepat ke wajah David.
Brrrakkkkkk....
"Bajingan kau David! Kau adalah penipu yang sangat licik! Kau baca isi dari semua berkas itu, agar kau sadar jika aku sudah mengetahui kebusukan yang telah kau sembunyikan!" ucap tuan Roberto berteriak tak kalah marah.
Mendapat timpukan di wajahnya, David mau tidak mau langsung memegang berkas tersebut dan membukanya di hadapan mereka semua. Dan betapa terkejutnya David, ketika mengetahui isi dari berkas tersebut.
"Ini...! Tidak, ini tidak mungkin. Pasti ini semua hanyalah kebohongan." sangkal David menggeleng gelengkan kepalanya.
Dia sungguh tidak percaya, bagaimana mungkin data data keuangan perusahaan miliknya bisa ada di dalam berkas milik tuan Roberto. Bahkan di situ juga tertulis jelas, berapa saja jumlah uang yang masuk kedalam kas perusahaan miliknya, yang dia curi dari perusahaan Tuan Roberto.
Kedua mata David berubah memerah, begitu juga dengan wajahnya, keringat dingin kembali membanjiri dahinya. Rasanya tubuhnya lemas tidak bertenaga, tapi bagaimana pun caranya dia harus kabur dari tempat itu.
Angga yang dapat membaca situasi yang sedang terjadi langsung berlari cepat kala mendengar gerakan kaki yang David lakukan. Hingga detik kemudian.
Greepppppp...
__ADS_1
"Mau kabur kemana kau pria licik!" geram Angga yang berhasil mencekal baju kerah belakang David menggunakan sebelah tangannya, langkah David langsung terhenti, akibat tarikan yang Angga lakukan, karena jika dia terus melangkah maju, maka bisa dipastikan lehernya akan tercekik akibat tarikan dari baju kemejanya sendiri.
"Lepaskan aku sialan! Kau itu hanya karyawan biasa, jangan sok ikut campur!" maki David kepada Angga.
Lalu David mencekal tangan Angga, dan berusaha memelintir tangan tersebut, namun dengan gerakan yang begitu cepat, Angga dapat menahan serangan yang hendak David lakukan.
Sebelum pria itu memelintir tangan kirinya, Angga sudah duluan menjegal sebelah kaki Angga hingga pria itu terjatuh ke atas lantai.
Bruuukkk....
"Aaaakkkkgggrrrr....!"
"Tidak! Aku mohon lepaskan tuan David!" teriak Cika secara spontan.
Dengan cepat wanita itu langsung berlari mendekati Angga dan juga David, sedangkan yang lainnya hanya diam melihat pertunjukan yang ada di hadapan mereka.
Angga yang sangat mengenali suara dari wanita yang sudah mendekati dirinya pun, langsung tersenyum kecut, sungguh dia sangat membenci wanita pengkhianat itu. Wanita yang tidak tahu berterimakasih, dan tidak mempunyai hati sedikitpun.
Deeegggghhhh.....
"Angga!" ucap Cika memasang wajah terkejut.
Sungguh jantungnya langsung berdetak hebat, dia sangat mengenali suara Angga, mantan kekasih yang pernah dia cintai.
"Cih, jangan sok kenal denganku. Sekarang juga aku akan membawa pria busuk ini ke kantor polisi, dan segera memasukkannya ke dalam penjara!" ancam Angga membuat David dan juga Cika menjerit secara bersamaan.
"Tidak! Aku mohon jangan!"
"Tuan Roberto! Aku mohon maafkan kesalahanku, jangan kau bawa masalah ini ke kantor polisi, aku janji akan mengganti seluruh uang yang sudah aku curi, bila perlu ambil perusahaanku ini tuan Roberto." teriak David ketakutan.
Mendengar perkataan David, Angga tersenyum jijik, dia tidak pernah menyangka kalau akan dipertemukan kembali oleh wanita licik seperti Cika, dan juga pria munafik seperti David.
__ADS_1
Mereka benar-benar pasangan yang cocok bila dijadikan pasangan kekasih maupun rekan.
"Cih! Jadi ini hasil dari kuliahmu yang sangat kau banggakan itu Cika. Bahkan kau tega bermain kejahatan bersama bos mu sendiri, sedangkan kedua orang tuamu di kampung, terus terusan mencaci maki aku dan juga keluargaku. Menjijikkan sekali kalian semua." rutuk Angga di dalam hatinya.
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara tuan Roberto yang menanggapi permohonan David.
"Baiklah, sepertinya penawaran yang kau berikan itu sangat menggiurkan untukku, jika begitu aku akan memberikan keringanan untukmu David. Dan kau harus membayar semua ganti rugi uangku yang sudah kau curi menggunakan perusahaan milikmu ini. Cepat serahkan semua surat surat dari kepemilikan perusahaan ini, jika tidak maka kau akan aku jebloskan ke dalam penjara." ancam tuan Roberto kepada David.
Angga hanya diam tidak bicara, sepertinya tuan Roberto telah memiliki pertimbangan yang matang, dia sudah mengubah rencana yang dia katakan sebelumnya.
"Apakah tuan Roberto sungguh sungguh dengan pilihannya? Dia lebih memilih perusahaan dibandingkan memenjarakan pria bajingan seperti David! Aku sungguh tidak mengerti dengan cara berpikir para orang orang kaya ini." batin Angga di dalam hatinya sambil tetap memegang dan menginjak bokong David yang masih terlungkup di atas lantai.
Tak lama kemudian, para anak buah tuan Roberto langsung mendekati mereka berdua, dan memborgol tangan David agar tidak bisa melarikan diri, setelah itu mereka mengangkat tubuh David dan membawanya menuju ke dalam ruangan perusahaan milik pria itu. di ikuti oleh Tuan Roberto yang tersenyum senang kearah Angga.
"Kerja bagus nak! Kau sungguh membanggakan." puji Tuan Roberto sambil menepuk punggung Angga.
"Terimakasih Tuan." jawab Angga mengangguk.
"Sekarang kau bisa kembali bersama pak Tagor, jangan sampai keberadaanmu di tempat ini di curigai oleh orang orang." bisik Tuan Roberto dan berlalu mengikuti David serta para anak buahnya.
Setelah mereka menghilang dari ruangan rapat tersebut, pak Tagor langsung melangkah mendekati Angga.
"Ayo Tuan. Kita pergi dari tempat ini."
"Baik pak." jawab Angga memasang wajah dingin.
Cika yang melihat langkah kaki dari pria yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya itupun, langsung berlari mencekal tangan Angga.
"Tunggu Angga!"
Greeeppppp..
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan!" bentak Angga terkejut ketika menyadari jika wanita pengkhianat itu sudah berhambur kedalam pelukannya.