Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Di perusahaan milik tuan Roberto, saat ini tampak berkumpul para orang orang penting termasuk Angga yang siap pergi menuju ke perusahaan milik David Becam.


Tuan Roberto telah mengantongi bukti bukti kejahatan David yang berhasil ditemukan oleh Angga. Dan dia sudah tidak sabar ingin segera tiba di perusahaan milik David Becam guna mensekakmatt pria itu agar tidak dapat berdalih lagi.


"Bagaimana? Apakah kita sudah bisa bergerak sekarang?" tanya Tuan Roberto menatap Angga.


"Tentu Tuan." jawab Angga menampilkan wajah dinginnya.


"Ya sudah, sekarang juga ayo kita pergi." ajak Tuan Roberto langsung melangkah keluar dari ruangan rapat tersebut.


Pak Tagor tersenyum tipis kearah Angga, lalu dia mempersilahkan Angga agar berjalan beriringan dengan dirinya.


"Tuan! Apakah kau sudah siap bertemu dengan pria licik itu?" bisik Pak Tagor menggoda Angga.


"Tentu saja pak Tagor. Aku ingin sekali mendengar suara pria bajingan seperti dia memohon lirih kepada Tuan Roberto."


"Ya, aku juga sangat penasaran, bagaimana reaksi David Becam ketika mengetahui kalau kejahatannya sudah terbongkar saat ini."


"Pak Tagor! Aku sudah mengatakan kepada Tuan Roberto, agar dirinya memperkenalkanku sebagai asisten pribadinya, menurut anda bagaimana dengan rencanaku ini pak?" tanya Angga sambil berjalan menuju ke lift.


"Menurutku itu adalah rencana yang bagus Tuan. Jangan sampai David Becam mencurigai bahwa anda adalah Cyber yang sudah membongkar kejahatan yang dia perbuat."


"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak Pak Tagor, sekarang aku semakin yakin dengan rencanaku ini." ucap Angga tersenyum miring.


Hingga tanpa terasa kini mereka semua sudah berada di dalam mobil masing-masing, Angga dan Pak Tagor memutuskan menaiki mobil berdua, sedangkan Tuan Ricardo satu mobil bersama para orang orang kepercayaannya yang lain.


Di dalam perjalanan, banyak yang Angga dan Pak Tagor rencanakan, bahkan Angga sudah memutuskan jika dia tidak akan mempelihatkan kebutaannya kepada David Becam. Angga akan meninggalkan tongkat besinya serta memakai kaca mata hitam agar para musuh tidak mencurigai dirinya.

__ADS_1


"Apakah kau yakin tidak mau membawa tongkat besi mu ini Angga?" tanya Pak Tagor sambil menghentikan laju mobilnya, ketika sudah tiba di parkiran perusahaan milik David Becam.


"Iya, aku bisa berjalan tanpa tongkat itu Pak. karena aku masih memiliki goggle suara yang selalu menuntun langkah untukku."jawab Angga meyakinkan Pak Tagor.


Pak Tagor merasa terkesima saat melihat penampilan Angga yang terlihat gagah dan juga tampan. kaca mata hitam sudah bertengger indah di atas hidung mancungnya, di tambah dengan stelan jas berwarna biru navi menambah kesan berwibawa dan juga cool.


Andai Angga tidak buta, sudah dipastikan jika dia pantas menjadi rebutan para wanita wanita kaya yang ada di kota Jakarta.


"Ayo Pak. Jangan sampai kita tertinggal dengan rombongan Tuan Ricardo." ajak Angga keluar dari dalam mobil.


Pak Tagor juga ikut keluar dari mobil dan berlari mendekati para rombongan yang sedang menunggunya. Mereka anak buah Tuan Ricardo termasuk Tuan Ricardo sendiri merasa terkejut kala melihat Angga yang bisa berjalan tanpa tongkat di tangannya.


"Angga! Kemana tongkatmu? Apakah kau tidak akan kesusahan tanpa tongkat itu Angga?" tanya Tuan Ricardo sedikit panik.


"Tidak Tuan. Saat berada di kampung aku sudah terbiasa seperti ini." jawab Angga tersenyum.


"Wah! Kau benar-benar hebat Angga. Saya bangga kepadamu, karena kau berhasil menutupi kekurangan yang engkau miliki ini." puji Tuan Ricardo kepada Angga.


"Ya, aku akui kehebatanmu ini Angga." puji kembali Tuan Ricardo sambil menepuk pundak Angga.


"Terimakasih Tuan. Oya jangan lupa akan rencana kita di awal Tuan, jika kau tidak boleh membongkar siapa aku sebenarnya, dan memberitahu kebutaan yang aku alami, biarkan para musuh melihat jika aku adalah pria biasa yang tidak buta dan hanya bekerja sebagai karyawan di perusahaanmu."


"Pasti, aku mengerti akan rencana itu Angga.. Kalau begitu ayo kita masuk sekarang juga." ajak Tuan Ricardo melanjutkan langkahnya menuju masuk kedalam loby perusahaan milik David Becam.


Namun, baru beberapa langkah mereka memasuki loby utama perusahaan tersebut, Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan kehadiran rombongan David Becam yang sepertinya sudah menunggu kedatangan mereka semua.


"Wah! Akhirnya tamu yang kami tunggu tunggu tiba juga, selamat datang tuan Ricardo! Selamat datang di perusahaan milikku ini." sapa David tersenyum ramah.

__ADS_1


Mendapatkan sambutan itu, Tuan Ricardo pun menerimanya dan membalas pelukan yang diberikan oleh David kepadanya.


Sedangkan tak jauh dari David berdiri, terlihat seorang wanita yang rupanya sedari tadi sudah menatap lekat kearah Angga.


Wanita itu terdiam membisu seperti patung karena tidak dapat berkata kata. Jantungnya tersentak kaget ketika melihat pria yang sangat dia kenali di masa lalunya.


Sedangkan Angga, yang tidak menyadari situasi tersebut hanya diam dan bersikap sangat keren.


"Tidak! Bagaimana mungkin? Apakah aku salah melihat?" tanya Cika di dalam hatinya.


Pak Tagor yang berdiri di samping Angga langsung berbisik ke indra pendengaran pria itu.


"Tuan! Sepertinya ada wanita yang mengenali Tuan." ucap Pak Tagor membuat Angga mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu Pak Tagor? Aku tidak mempunyai teman di kota ini, selain Pak Tagor dan juga Rebecca."


"Benarkah begitu? Oh, mungkin hanya perasaanku saja Tuan." sanggah Pak Tagor menggaruk kepalanya.


Namun tatapan Pak Tagor tidak lepas dari wanita yang masih menatap lekat kearah Angga.


"Sebenarnya ada apa dengan wanita ini? Aku ingat dia bernama Cika, salah satu sekretaris dari David Becam. Apakah dia mengenali Tuan Angga!" gumam Pak Tagor menerka di dalam hatinya.


Hingga detik kemudian David pun mengarahkan pandangannya menuju kearah Cika yang berdiri tak jauh dari dirinya.


"Sekretaris Cika! Apakah ruangan rapat sudah selesai disiapkan?" tanya David membuat Cika terlonjak kaget tersadar dari lamunannya.


Begitu juga dengan Angga. Mendengar nama Cika disebut, ingatannya pun langsung tertuju kepada Cika, wanita pengkhianat yang dia kenal di masa lalu.

__ADS_1


Deggghhh...


"Apa! Cika!" gumam Angga menampilkan wajah yang sangat dingin.


__ADS_2