
Cika tersenyum menyeringai kala melihat siapa pria yang sedang berada di atas podium. Ternyata dugaannya tidak salah, jika Angga telah menjadi pria yang sukses dan kaya raya.
Bahkan saat ini, Cika menyaksikan sendiri kalau Angga sudah resmi menjabat sebagai direktur di perusahaan milik Tuan Roberto.
Semakin semangatlah Cika untuk mengejar dan mendapatkan pria itu kembali.
"Akhirnya, tujuanku ke tempat ini tidak sia sia. Bahkan aku bisa menyaksikan sendiri detik-detik Angga di angkat menjadi direktur utama dari perusahaan tuan Roberto. Kalau begini, apa lagi yang perlu diragukan. Sudah pasti hidupku akan bahagia jika menikah dengan Angga." gumam Cika di dalam hatinya.
Hingga satu jam kemudian, acara resmi itupun telah selesai, Angga langsung diboyong oleh orang orang kepercayaan milik tuan Roberto menuju masuk ke dalam perusahaan miliknya.
Guna menunjukkan Angga ruangan baru yang akan dia tempati. Sedangkan Cika yang melihat kepergian rombongan itu langsung melangkah mengikuti mereka semua.
Namun setibanya di depan pintu loby perusahaan, Cika malah dihadang oleh dua orang satpam yang sedang berjaga.
"Maaf! Anda siapa nona? Kami tidak pernah melihat anda sebelumnya?" tanya satpam itu menatap tajam.
Mendapat pertanyaan seperti itu, membuat Cika menjadi kesal. Dia langsung membanting koper miliknya dan menatap nyalang ke wajah satpam tersebut.
"Jangan halangi aku. Karena aku adalah calon istri dari tuan Angga. Tuan kalian yang baru saja menjabat sebagai direktur di perusahaan ini."
"Apa! Calon istri? Jadi maksud nona, nona adalah calon istri dari tuan Angga?" tanya mereka tidak percaya.
"Iya, memangnya kenapa hah! Coba kalian lihat penampilanku ini, apakah kau kira aku tidak pantas menjadi calon istri Angga hah!"
"Maaf nona. Tapi tuan Angga tidak pernah mengatakan hal ini kepada kami berdua. Dan setahu kami, tuan Angga tidak pernah dekat oleh wanita manapun." jawab satpam itu sambil meneliti penampilan Cika dari atas sampai bawah.
"Oh, bagus kalau begitu. Angga memang tidak mau dekat dengan wanita manapun, karena dia sudah cinta mati kepadaku. Sekarang izinkan aku untuk masuk menemui dirinya." paksa Cika kepada kedua satpam tersebut.
"Maaf nona. Tapi untuk hari ini, siapapun tidak diizinkan untuk bertemu dengan tuan Angga. Karena tuan Roberto masih mempunyai banyak urusan dengan beliau, jadi saya sarankan agar nona kembali lagi besok." ucap satpam itu menyuruh Cika mengurungkan niatnya bertemu Angga.
__ADS_1
Hingga akhirnya, Cika menuruti perkataan dari kedua satpam itu, namun dengan satu syarat, dia akan kembali lagi esok hari.
Sedangkan Angga yang berada di dalam ruangan direktur yang menjadi miliknya. Merasa terharu kala mendengar perkataan tuan Roberto yang begitu menyentuh hati seorang Angga Perwira.
"Angga! Kau tahu bukan, jika aku tidak mempunyai putra ataupun putri, karena istriku dinyatakan mandul, alias tidak bisa memiliki keturunan. Jadi aku sudah memutuskan jika aku akan mengangkat dirimu sebagai putra angkatku."
Deggghhhh.....
Jantung Angga langsung berdetak kencang mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh tuan Roberto. Apakah dia tidak salah dengar? Jika tuan Roberto mengangkat dirinya sebagai anak.
"Tuan! Apakah tuan sedang bercanda!"
"Tentu tidak Angga. Aku serius mengatakan ini. Dan aku juga sudah membicarakan hal ini kepada istriku. Asal kau tahu saja, walaupun istriku belum pernah bertemu denganmu secara langsung, tapi dia sangat menyukai tabiat yang kau miliki. Dan dia setuju dengan keputusan yang aku ambil ini." jelas tuan Roberto menatap tulus.
Angga tidak dapat berkata kata lagi. Sungguh rasanya dia bahagia karena bisa mendapatkan orang tua angkat sebaik tuan Roberto.
Angga memeluk tubuh tuan Roberto, dan Tuan Roberto langsung membalas pelukan itu, lalu dia pun berkata kembali.
"Jadilah anak yang baik Angga. Aku janji akan menyembuhkan kedua matamu, agar kau bisa melihat lagi, dan semakin sukses dalam meniti karirmu Angga. Oya mulai saat ini juga panggil aku dengan sebutan ayah. Karena kau adalah putraku sekarang." titah tuan Roberto kepada Angga.
"Baik ayah." jawab Angga melerai pelukannya.
Tuan Roberto menepuk pundak Angga hingga berkali-kali. Jujur saja dia sudah lama menyukai pria sederhana itu, yang memiliki kelebihan tersendiri dari pemuda yang lainnya. Bukan hanya itu saja, tabiat Angga yang baik dan tidak sombong, membuat tuan Roberto meyakini jika Angga pantas menjadi anak angkat untuknya dan juga istrinya.
"Angga! Aku berjanji jika aku akan mengubah nasibmu. Aku akan mengangkat derajatmu dan juga derajat kedua orang tuamu. Bahkan seluruh dunia akan mengagumi kehebatanmu Angga." gumam tuan Roberto tersenyum yakin.
Setelah itu tuan Roberto kembali melanjutkan pembicaraannya mengenai perusahaan yang akan Angga pimpin.
****
__ADS_1
Bugghhhh..... Bugghh.... Bughh....
Di dalam ruangan yang kekurangan cahaya, tampak seorang pria yang sedang mengamuk memukuli ketiga orang yang terikat di kedua tangannya.
Dan pria yang mengamuk itu adalah David Becam. Setelah mendapat amukan dari paman Wiliam, David langsung memerintahkan beberapa preman bayaran untuk mencari keberadaan ketiga Cyber yang bekerja sama dengan dirinya.
Dia merasa curiga terhadap para Cyber itu, selama ini semua rahasia kejahatan yang dia lakukan, telah di simpan baik baik oleh mereka bertiga. Namun bagaimana mungkin tuan Roberto dapat menemukan bukti bukti kejahatannya itu.
David yang telah berhasil menyekap ketiga Cyber itupun langsung memukuli mereka bertiga hingga babak belur.
"Katakan yang sebenarnya! Bagaimana mungkin Tuan Roberto bisa mendapatkan bukti dari kejahatan yang aku lakukan! Bukankah kalian sudah menyimpan data rahasia itu dengan sangat aman?" tanya David mencengkram kuat rahang salah satu dari mereka.
"Maaf bos. Sebenarnya kami menyembunyikan sebuah rahasia dari bos. Dan karena hal inilah sehingga tuan Roberto mempunyai bukti atas kejahatan yang telah bos lakukan." jawab salah satu dari Cyber tersebut.
David mulai mengendurkan cengkramannya. Jujur saja dia sangat percaya dengan ketiga anak buahnya ini. Karena mereka telah lama melakukan kerja sama. Tapi David tetap akan memberikan pelajaran setimpal atas ketidakjujuran mereka bertiga.
"Apa maksudmu itu? Memangnya rahasia apa yang sudah kalian sembunyikan dariku?" tanya David menatap lekat.
"Bos. Pada malam itu, kami mendapatkan serangan dari seorang Cyber yang begitu hebat, dia bahkan berkali-kali berhasil menjebol keamanan yang sudah kami buat bos. Dan Cyber itu langsung mencuri semua data rahasia kejahatan bos yang sudah kami simpan. Karena merasa takut, akhirnya kami memutuskan untuk tidak memberitahu kepada bos. Karena awalnya kami mengira, jika Cyber crime itu tidak akan berani membongkar kejahatan yang telah bos lakukan. Tapi semuanya salah bos. Semua terjadi atas kesalahan kami bertiga." lirih pria itu memohon ampun.
David menghela nafas kasar, sekarang semua sudah terjadi, bahkan perusahaan yang dia miliki telah hilang di ambil Tuan Roberto.
"Apakah kalian tidak bisa melacak, siapa Cyber pengecut itu? Bagaimana mungkin dia bisa meretas data milik kita tanpa meninggalkan jejak sedikitpun?" tanya David menatap heran.
"Bos. Usul bos. Bagaimana jika kita bergabung saja dengan para Cyber Crime dari luar negeri. Kami yakin mereka mampu membongkar identitas dari penyusup itu bos."
"Kau benar. Sekalian aku akan membangun bisnis baru yang sangat menguntungkan di luar negeri sana. Dengan bermodalkan hasil dari penjualan apartemen." ucap David tersenyum menyeringai.
David berencana membangun bisnis penjualan obat obatan terlarang dan juga bisnis perjudian online. Dan menurut David, itulah bisnis paling menguntungkan yang bisa menjadikan dirinya kaya hanya dalam waktu sekejap.
__ADS_1