Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Angga Menjalani Operasi


__ADS_3

"Nona...! Mohon dikecilkan suaranya. Jangan sampai mengganggu kegiatan Dokter Bagas yang sedang melakukan tugasnya." bisik perawat yang berjaga di meja tak jauh dari mereka.


Pak Tagor tersenyum tipis, sedangkan Rebecca langsung menutup mulutnya menggunakan tangan.


"Baik perawat. Maaf." bisik Rebecca merasa malu.


Setelah itu tatapan Rebecca kembali kearah pak Tagor.


"Ini semua karena pak Tagor!"


"Loh, kenapa karena saya nona?" tanya Pak Tagor bingung.


"Iya, tentu karena pak Tagor, karena pak Tagor sangat terlambat menceritakan masalah ini kepada saya. Pokoknya pak Tagor harus mengatur waktu yang tepat, agar saya bisa bertemu dengan wanita tidak tahu diri itu." ucap Rebecca menatap tajam.


"Baik Nona, saya akan me....,"


Belum sempat pak Tagor menyelesaikan perkataannya, mereka berdua langsung dikejutkan oleh kedatangan Dokter Park Shin dari Korea. Para perawat langsung menyambut kedatangannya dan mengantarkan dokter asal Korea itu ke ruangan pemeriksaan Dokter Bagas.


Rebecca langsung bangkit dari duduknya, guna mengintip dari balik kaca transparan, dari kejauhan tampak kedua Dokter hebat itu sedang memeriksa kedua mata Angga dengan sangat teliti.


Melihat hal itu, membuat jantung Rebecca berdetak kencang, dia berharap agar kedua mata Angga dapat di sembuhkan kembali.


"Ya Tuhan..! Hamba mohon, sembuhkanlah kedua mata calon suamiku. Dia adalah pria yang sangat baik. Berikan dia kesempatan kedua untuk bisa melihat lagi, agar dirinya dapat mengejar impiannya." gumam Rebecca berdoa di dalam hati.


Dan tak lama kemudian, Dokter Bagas tampak berjalan keluar ke arah pintu, membuat Rebecca dan Pak Tagor langsung melangkah mendekati beliau.


"Dokter! Bagaimana Dokter hasil pemeriksaannya?" tanya Rebecca dan pak Tagor serentak.


"Syukurlah, setelah kami periksa ternyata kedua mata Tuan Angga masih bisa di sembuhkan. Dan kebetulan kami sudah menyediakan mata yang akan di donorkan untuk Tuan Angga. Jadi setengah jam lagi, Operasi bisa segera dilangsungkan." jawab Dokter Bagas membuat kedua orang di hadapannya tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Akhirnya.....! Terimakasih banyak Dokter. Kami benar-benar senang mendengarnya."


"Iya, saya juga senang mengetahui hal ini nona. Kalau begitu saya permisi memindahkan Tuan Angga ke ruang operasi." izin Dokter Bagas dan langsung di setujui oleh Rebecca dan pak Tagor.


Setelah itu, Angga pun di pindahkan ke ruangan lain. Dia tampak pasrah dan sudah sangat siap menerima donor mata yang sudah tersedia untuk dirinya.


Sedangkan Rebecca bersama pak Tagor kembali duduk di kursi yang tadi mereka duduki.


"Nona..! Kalau begitu saya akan memberitahu kabar ini kepada Tuan Roberto dan nyonya Sinta, katanya mereka juga ingin menunggu Angga yang sedang di operasi." ucap pak Tagor kepada Rebecca.


"Iya, silahkan pak. Aku senang bisa bertemu kembali dengan mama...." jawab Rebecca mempersilahkan pak Tagor.


Lalu pak Tagor puji melangkah ke dekat dinding untuk menghubungi kedua orang tua angkat Angga.


*****


Di rumah keluarga paman Wiliam. Terdengar suara kemarahan yang dilakukan oleh paman Wiliam. Dia merasa emosi, karena lagi lagi istrinya Amor tidak bisa menjaga Rebecca agar tidak keluar dari rumah.


"Aku juga tidak tahu mas. Dia pergi terburu buru, dan kata pak satpam dia berjalan menuju keluar komplek perumahan." jawab tante Amor.


"Sial...! Sepertinya mulai saat ini aku harus memerintahkan seseorang untuk mengikuti dirinya kemana pun dia pergi." sarkas pama Wiliam dengan nada emosi.


"Iya, itu lebih baik mas. Jadi kita dapat mengetahui apa sebenarnya yang wanita itu rencanakan, lalu bagaimana dengan pria miskin dan buta itu? Apakah kau sudah menemukan tempat tinggalnya?"


"Sudah. Anak buahku sudah mengetahui tempat tinggal dari anak itu. Dan menurut informasi yang anak buahku katakan, laki-laki itu memang orang miskin yang tinggal di perkampungan daerah kota Jakarta. Bapaknya bekerja sebagai penjual sayur keliling sedangkan laki-laki buta itu sendiri hanya seorang pengangguran. Aku rasa keponakan jodohku itu sudah bosan menjadi kaya, jadi dia lebih memilih menikah dengan orang seperti itu." ucap paman Wiliam merasa heran.


Tanpa paman Wiliam tahu, jika sebenarnya anak buah yang dia utus untuk menyelidiki Angga adalah orang yang telah bekerjasama dengan kelompok Jackson.


Sedari jauh hari, Jackson sudah memikirkan semua hal yang akan dilakukan oleh paman Wiliam, sehingga tanpa sadar, paman Wiliam telah dikhianati oleh beberapa anak buahnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan suaminya, membuat tante Amor tersenyum menyeringai. Akhirnya keponakan yang dia benci telah memilih kesengsaraannya sendiri.


"Bagus Rebecca. Tidak ku sangka jika kau hanyalah gadis bodoh yang termakan cinta. Tanpa aku susah susah menyingkirkan mu dari rumah ini, kau sendiri malah memilih neraka untuk kehidupan mu sendiri. Sekarang aku hanya tinggal menonton drama rumah tangga yang penuh dengan kesengsaraan.. Sedangkan aku dan putriku, akan puas menikmati harta yang kau miliki ini." gumam tante Amor tersenyum licik.


****


Kembali di klinik Dokter Bagas. Tidak terasa setengah jam sudah berlalu, dan saat ini kedua Dokter hebat itu telah mengerjakan tugasnya mengoperasi kedua mata Angga.


Sedangkan di luar ruangan, Tuan Roberto beserta istrinya baru saja tiba dan langsung bergabung bersama Rebecca dan juga pak Tagor.


"Mama Shinta Akhirnya mama datang juga." sapa Rebecca tersenyum ramah dan langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu.


"Tentu nak. Ini adalah momen penting untuk kehidupan Angga, jadi mama dan papa pasti menyempatkan diri menemani Angga."


"Iya, sejak tadi aku merasa sangat panik ma. Tapi setelah Dokter mengatakan jika Angga bisa di operasi, perasaanku menjadi lega." ucap Rebecca menceritakan apa yang dia rasakan.


"Percayalah sayang. Setiap orang baik akan dibalas dengan kebaikan juga. Begitu pula dengan Angga. Karena kebaikan yang dia lakukan, dia pun diberikan kesempatan kedua untuk melihat kembali."


"Iya, benar yang mama katakan. Sepertinya aku semakin menyukai Angga saat ini." ucap Rebecca tertawa senang.


Sedangkan pak Tagor dan Tuan Roberto, sudah melangkah menjauh kearah dinding. Pak Tagor ingin menyampaikan kabar yang sangat membahayakan.


"Tuan.....! Ada kabar buruk tuan."


"Kabar buruk apa Pak Tagor?" tanya tuan Roberto menatap lekat.


"Para musuh tuan Angga sudah mulai mengetahui sedikit tentang identitas tuan Angga. Dan saat ini mereka telah mengirim orang orang nya untuk mencari keberadaan tuan Angga."


"Apa....! Bagaimana bisa terjadi pak Tagor? Bukankah Angga sudah melindungi akun miliknya sehingga tidak dapat dilacak oleh hacker mana pun?" tanya tuan Roberto membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


"Itu memang benar tuan. Tapi sepertinya lawan tuan Angga lebih hebat dari yang sebelumnya. Dan jika di biarkan maka akun tuan Angga bisa diretas oleh mereka."


__ADS_2