Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Angga Kembali Di Hina


__ADS_3

"Apakah kau sengaja membuat kami semua menunggu lama!"


Angga dan pak Tagor yang baru tiba di depan rumah mewah itu langsung disambut dengan teriakan keras dari tante Amor.


Wanita itu memasang wajah garang dan mendengus tidak suka, begitu juga dengan putrinya Laura. Mereka sama sama memperlihatkan kebencian mereka kepada Angga dan juga pak Tagor.


Rebecca merasa kesal karena tantenya sudah bertindak tidak sopan kepada calon suami dan juga mertuanya.


"Tante! Bukankah kita juga baru saja berdiri di sini? Jadi kenapa tante mengatakan jika sudah sedari tadi menunggu kedatangan Wira. Jika tante tidak mau ikut, maka aku bisa pergi sendiri bersama Wira dan calon ayah mertuaku." ucap Rebecca menatap nyalang kearah tante Amor.


Melihat perdebatan yang terjadi, paman Wiliam langsung melerai mereka berdua.


"Sudah cukup! Tidak usah di permasalahkan lagi. Yang terpenting sekarang Wira dan bapaknya telah tiba di rumah, itu artinya kita bisa langsung pergi menuju ke butik langgananmu sayang."


"Kau benar mas. Aku juga sudah gerah berlama-lama berdiri di sini."


Tante Amor dan Laura langsung melangkah masuk kedalam mobil, setelah itu paman Wiliam mendekati Angga dan tersenyum tipis kearah dirinya.


"Ayo kita pergi. Kau akan satu mobil bersama Rebecca." ajak paman Wiliam kepada Angga.


Rebecca yang melihat kepergian paman Wiliam, langsung mengajak Angga untuk ikut masuk kedalam mobil yang sudah terparkir tak jauh dari mereka berdiri.


Di dalam mobil, Angga berbisik kepada Rebecca.


"Rebecca! Apa yang sebenarnya pamanmu rencanakan? Bukankah dia tidak menyukai pernikahan ini? Lalu kenapa tiba-tiba dia menjadi antusias sekali terhadap pernikahan kita?"


"Entahlah Angga. Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti, paman Wiliam mempunyai niat jelek dibalik ini semua. Begitu juga dengan tante Amor. Dia bahkan tidak marah ketika mengetahui jika paman Wiliam yang akan membiayai pernikahan kita. Aku rasa kita harus waspada Angga."


Mereka saling berbisik dan berbincang pelan, jangan sampai supir yang sedang menyetir di depan mereka mendengar pembahasan yang sedang mereka berdua bicarakan.


Hingga tak lama kemudian, mereka semua sudah tiba di sebuah butik terkenal yang ada di kota jakarta.

__ADS_1


Angga yang belum terbiasa masuk ke tempat seperti itu pun, hanya diam saja. Paman Wiliam langsung tersenyum miring sambil berjalan mendekati dirinya.


"Hei kau! Kenapa hanya diam saja? Apakah kau tidak mau mencoba beberapa pakaian di sini? Oh.. aku tahu. Pasti kau tidak punya uang untuk membeli pakaian di tempat ini ya! Tenang saja Wira. Aku yang akan membayarnya." ucap paman Wiliam seperti merendahkan Angga.


Angga mulai mengerti akan maksud dari kebaikan pria itu. Sepertinya dia ingin memberitahu akan status dan kemampuan mereka yang sangat berbeda.


Satu jam kemudian, Angga dan Rebecca sudah selesai mengetes baju pengantin yang akan dia kenakan beberapa hari lagi. Namun sayang karena Angga tidak bisa melihat secantik apa calon istrinya ketika mengenakan kebaya yang dia coba tadi.


Lalu terdengar suara Laura yang membuyarkan lamunan Angga.


"Hei kau pria buta dan miskin. Setelah kau resmi menikah dengan Rebecca. Maka kau harus membawa wanita itu pergi jauh dari kehidupan kami. Awas saja jika kau tidak melakukannya." ancam Laura kepada Angga.


"Memangnya kenapa jika aku tidak melakukannya? Apakah kau sedang mengancamku saat ini nona?" tanya Angga dengan suara yang begitu tegas.


"Oh..! Berani sekali kau menjawab perkataanku ya! Lihat saja aku pastikan kau dan Rebecca akan menjadi gembel diluar sana." rutuk Laura sangat kesal.


Setelah itu dia pun melangkah pergi mendekati mama dan papanya.


Rebecca yang mengetahui hal itu, berjalan kearah Angga. Dia tahu jika Laura pasti telah menghina Angga kembali.


"Tidak apa apa Rebecca. Aku sudah tahu konsekuensi apa yang harus aku hadapi jika bersedia menjadi suamimu. Sekarang ayo kita pulang. Aku rasa kita tidak mempunyai keperluan lagi di tempat ini."


"Iya, baiklah Angga. Tunggu sejenak, aku akan permisi kepada pamanku."


Selanjutnya mereka pun keluar dari butik menuju ke perusahaan milik Tuan Roberto. Rebecca memutuskan untuk ikut Angga bekerja karena terlalu malas berada di rumah


****


Jika Angga dan Rebecca sedang sibuk menyiapkan pernikahan mereka berdua. Lain halnya dengan David Becam.


Di luar negeri, tepatnya di negara Brazil, David sudah bergabung resmi oleh para hacker hacker hebat yang ada di sana.

__ADS_1


Dan pekerjaan David saat ini, semakin mudah bagi dirinya untuk mendapatkan uang. Karena selain menjual obat obatan terlarang, ternyata David juga telah membuat organisasi khusus penipuan online.


Baginya saat ini, mendapatkan uang adalah hal yang sangat gampang. Dan negara yang menjadi targetnya adalah negara Indonesia.


David dan para gabungannya terus menipu menggunakan link yang bisa membobol setiap kartu ATM pemilik akun yang telah mengklik link tersebut.


"Hahahahah.....! Kalau begini setiap harinya. Bisa dipastikan aku akan menjadi kaya. Ternyata sangat mudah mendapatkan uang melalui situs online." ucap David tertawa bahagia.


"Kau benar bos. Lalu bagaimana dengan rencana awal bos. Yang ingin membalaskan dendam kepada Hacker peretas akun kita? Apakah bos akan melanjutkan pencarian?" tanya anak buah David menatap dirinya..


"Tentu saja bodoh. Aku yakin kita bisa mengetahui identitas dari akun peretas itu. Dan setelah aku mengetahuinya, maka aku akan langsung mencari dan menghabisinya." jawab David memancarkan dendam yang membara.


Dia tidak tahu, jika saat ini seluruh kegiatan yang dia lakukan sudah di ketahui oleh seseorang yang menjadi pelindung Angga. Dan orang itu adalah Jackson. Putra dari mendiang Boby teman dari bapak Burhan.


Anak buah Jackson sudah lama mengikuti David. Bahkan Jackson juga mengutus anak buah nya untuk mengikuti pria itu sampai ke negara Brazil.


Di sana, anak buah Jackson memiliki satu orang mata mata dan Sekutu. Tanpa David sadari, jika salah satu dari kelompoknya adalah anak buah Jackson yang telah merekam setiap kejahatan seorang David Becam.


"Halo bos!"


"Bagaimana? Apakah kau sudah mendapatkan buktinya?" tanya pria disebrang sana yang tak lain adalah Jackson.


"Sudah bos. Tapi sepertinya keberadaanku di sini mulia tidak aman bos. David dan para kelompoknya memiliki kemampuan hacker yang sangat hebat. Aku takut jika apa yang aku lakukan akan diketahui oleh mereka." jelas pria itu kepada Jackson.


"Kalau begitu, lebih baik kau segera pergi dari tempat itu dan kembali ke negara Indonesia. Aku tidak mau sampai kehilangan anak buah terbaik sepertimu."


"Tidak bos. Aku sudah bersumpah, jika aku akan mengabdikan diriku kepada bos. Aku rela mati asal bisa mengirimkan bukti kejahatan David Becam kepada bos."


"Terimakasih.. Sekarang berhati-hati lah, jangan terlalu sering menghubungiku. Oya, satu pesanku kepadamu Gio. Andai aku tidak selamat, maka kau harus segera kembali dan menemui Angga. Dia adalah bos kalian yang baru." ucap Jackson mengingatkan Gio.


"Aku mengerti bos. Tapi aku berharap agar Bos bisa sembuh seperti dulu lagi."

__ADS_1


"Terimakasih Gio."


Gio langsung mematikan handphone miliknya, setelah itu dia membuka kartu dan mematahkan kartu itu hingga menjadi kepingan kepingan kecil. Semua itu sengaja dia lakukan agar anak buah David tidak dapat mencium pergerakan yang dia lakukan.


__ADS_2