Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Pria Misterius


__ADS_3

Keringat terus mengalir membasahi kening Angga. Sedangkan kedua tangan Angga terus bergerak mengotak atik kesana kemari keyboard yang ada di hadapannya.


Pak Tagor terdiam terpaku melihat gerakan cepat kedua tangan Angga. Bagaimana mungkin pria buta itu mampu menguasai komputer yang ada di depannya.


"Tuan! Apakah belum selesai?" tanya pak Tagor penasaran.


Pasalnya sudah hampir 2 jam, Angga berkutat dengan komputernya itu. Sudah pasti, pria tampan itu merasa lelah dan letih.


"Sedikit lagi pak. Cyber yang menyerang akun ku semakin bertambah banyak. Sepertinya mereka bermain secara berkelompok pak." jawab Angga membuat pak Tagor sontak terkejut.


"Lalu bagaimana Tuan! Apakah Tuan bisa mengendalikannya?"


"Tentu pak. Saat ini aku sedang membuat sistem security plan, agar para Cyber itu tidak bisa menghacker akun milikku pak. Serangan yang mereka lancarkan begitu hebat pak. Aku harus bisa sekuat tenaga menahan gempuran dari pembobolan mereka." jelas Angga sambil terus berselancar di komputer jaman miliknya.


Pak Tagor yang melihat keringat mengucur deras di kening dan wajah Angga pun, langsung menyekanya menggunakan tisu.


Angga tersenyum melihat sikap perhatian yang dilakukan oleh pak Tagor untuk dirinya. Hingga tak lama kemudian.


"Yes! Aku berhasil pak. Akhirnya aku berhasil menghempaskan seluruh para hacker itu pak!" teriak Angga bersorak kegirangan.


"Hebat tuan. Kau benar-benar pria yang sangat genius." puji pak Tagor tersenyum bangga.


Setelah itu, Angga pun mengistirahatkan tubuhnya, sebelum tidur, Angga mengganti baju dan mencuci wajahnya. Dan setibanya di atas ranjang, Angga menyempatkan diri untuk menghubungi kedua orang tuanya.


Sedangkan pak Tagor, dia sudah keluar dari rumah Angga. Pak Tagor berdiri di dekat mobilnya sambil menelfon nomor seseorang.


"Haloo bos!" bisik pak Tagor di dalam telfon.


"Halo pak. Bagaimana dengan tugasmu? Apakah dia baik baik saja?" tanya pria di sebrang sana.


"Iya, dia baik baik saja bos. Tapi sepertinya akan banyak musuh yang hendak menyakiti dirinya bos."


"Sial! Kenapa bisa seperti itu pak Tagor?" tanya pria itu merasa kesal.

__ADS_1


"Iya, karena Tuan Angga sudah berurusan dengan David Becam dan juga William Harley."


"Apa! Bagaimana bisa pak? Mereka berdua adalah para penjahat yang licik. Walaupun kejahatan mereka tidak tampak secara terang terangan, tapi aku sangat tahu siapa mereka pak!"


Pria di sebrang sana langsung meradang marah, terkejut atas berita yang dia ketahui dari pak Tagor. Bahkan dengan tubuh lemahnya, dia langsung bangkit dari atas ranjang guna berjalan mendekati balkon ruangan.


"Bos. Maaf sebelumnya, jika kabar ini mungkin akan menyakiti hati Bos. Tapi semuanya berjalan tanpa direncanakan Bos."


"Katakan dengan jelas pak Tagor! Jangan memutar mutar seperti itu!" bentak pria tersebut menampilkan wajah menyeramkan.


" Begini Bos. dalam minggu ini, Tuan Angga akan menikahi wanita yang sangat bos cintai, yaitu nona Rebecca. Saya memang belum pernah melihat wajah wanita yang bos cintai itu, tapi saya mengingat jelas nama dari wanita yang bos pernah katakan. Yaitu Rebecca Harley."


Deggghhh....


Jantung pria itu langsung berdetak hebat. Saat mendengar berita yang lebih mengejutkan dari pak Tagor. Namun detik kemudian, pria itu langsung tertawa kecil.


"Apa yang kau katakan itu pak Tagor. Jangan ungkit tentang masa lalu. Aku senang jika Rebecca bisa mendapatkan jodoh yang baik seperti Angga. Sekarang aku bisa lebih tenang, karena dia memiliki pelindung yang hebat, tidak seperti ku yang lemah begini."


"Ya. Aku memang tidak sehat Pak Tagor. Baiklah, amanahku untuk pak Tagor. Tolong kau jaga Angga, jika perlu secepatnya urus pengobatan kedua matanya, agar dia bisa kembali melihat. Lalu ajarkan dia segala ilmu bela diri, dan juga cara memakai berbagai senjata. Aku ingin menjadikan dia sebagai pengganti ku pak Tagor."


Mendengar perkataan lirih dari bos nya itu, Pak Tagor langsung meneteskan air mata. Dia sangat mengenal seberapa baik pria muda tersebut, yang hampir sebaya dengan Angga.


Lalu pak Tagor menyimpan kembali handphone miliknya. Setelah panggilan di matikan oleh pria di sebrang sana. Di dalam hatinya pak Tagor bersumpah. Jika dia akan menjadi pengikut setia untuk kedua pria muda tersebut.


"Bos! Semoga kau bisa sembuh dari penyakit mematikanmu itu. Dan aku akan menjadikan tuan Angga sebagai penerusmu bos. Jika kelak Tuhan lebih sayang kepadamu." gumam Pak Tagor tersenyum lirih.


Setelah itu, pak Tagor langsung melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Angga. Dia harus kembali pulang kerumah nya, guna menemui keluarga tercinta.


****


Di kampung, tepatnya di rumah kedua orang tua Angga. Terlihat pak Burhan yang sedang duduk di atas ranjang sambil membuka kotak kecil yang sudah sangat lama dia simpan.


Pak Burhan meneteskan air mata kala melihat beberapa foto dirinya bersama sahabatnya yang bernama Boby.

__ADS_1


Boby adalah sahabat sekaligus rekan kerjanya ketika dia menjadi seorang detektif. Pak Burhan dulunya adalah seorang Detektif terkenal yang mendapatkan ancaman pembunuhan dari berbagai kelompok penguasa pada masa itu.


Pak Burhan, menyimpan semua rahasia dari kejahatan para pejabat yang telah bekerja sama kepada para pembisnis hebat untuk menguasai lahan perkampungan di sebuah kota terpelosok di negara ini.


Dia yang mendapatkan ancaman pembunuhan langsung melarikan diri membawa anak dan juga istrinya untuk bersembunyi di perkampungan pelosok yang ada di kota Bogor.


Sedangkan Boby, dia juga pergi melarikan diri entah kemana. Pak Burhan dan Boby berpisah dan tidak pernah berkomunikasi lagi. Karena pak Burhan menutup akses dirinya dan juga jati dirinya dari dunia teknologi.


Bahkan, demi melindungi keluarga kecilnya, pak Burhan rela melupakan ke pintarnya di dunia Cyber maupun hacker. Sampai akhirnya Angga tumbuh menjadi pria remaja, barulah pak Burhan berinisiatif untuk menurunkan semua ilmu yang dia miliki kepada putranya Angga.


Dengan catatan, Angga tidak boleh berurusan oleh orang orang politik. Karena pak Burhan takut, jika kejadian masa lalu yang menimpa dirinya, akan kembali menimpa putranya Angga.


"Di mana kau sekarang Boby? Apakah kau masih baik baik saja sampai saat ini?" tanya pak Burhan meneteskan air mata.


Ibu Fatma, yang melihat ke sedihan dari wajah suaminya langsung memeluknya dari arah samping.


Sudah cukup penderitaan yang mereka terima. Dan ibu Fatma tidak mau jika suaminya itu mengingat kembali masa lalu yang begitu menyakitkan hati.


"Kenapa kau masih membuka kotak kecil itu pak?" tanya ibu Fatma lirih.


"Entahlah buk. Tiba-tiba saja aku teringat akan sahabatku Boby. Di mana dia sekarang ya buk! Aku ingin sekali mencari keberadaannya."


"Mau mencari kemana pak? Para musuhmu masih berkeliaran di luar sana. Entah sampai kapan kita harus bersembunyi di tempat ini pak. Semoga saja mereka tidak mengenali putra kita Angga." jawab bu Fatma menatap panik.


"Soal Angga. Kau tidak perlu khawatir buk. Dia adalah anak yang pintar dan genius. Lagian tidak ada yang tahu kalau aku masih hidup dan mempunyai seorang anak. Sedangkan sahabatku Boby! Dia juga memiliki seorang putra, apakah dia sama hal nya dengan kita buk? Masih hidup sampai saat ini?"


"Ya, semoga saja pak. Semoga Boby dan putranya baik baik saja. Begitu juga dengan putra kita Angga. Ibu merasa bangga kepadanya, karena dia sudah sukses di kota pak." ucap ibu Fatma tersenyum lirih.


Tampak begitu banyak kesedihan dan beban yang mereka berdua pendam, dan selama ini Angga tidak mengetahui kalau bapaknya adalah mantan Detektif yang menjadi musuh bagi orang orang berkuasa.


Assalamualaikum semuanya! Untuk para pembaca setia novel ini, terimakasih ya kak sudah selalu ikuti kisah Angga.


Oya, coba tebak siapa pria misterius yang menjadi bos nya Pak Tagor? Langsung komen di bawah ya kak. Makasih 🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2