
Rebecca tertawa tipis kala melihat penampilan Angga yang telah berubah drastis. Pria itu benar-benar membuktikan perkataannya, mengubah penampilannya mengenakan kaca mata tebal berwarna putih, rambut panjang yang di ikat kebelakang dan juga tompel sebesar jempol tangan yang melekat indah di samping bibirnya.
Pak Tagor juga ikut tertawa ketika melihat kelucuan yang tersirat jelas di bibir Rebecca. Sebenarnya pak Tagor merasa heran, kenapa juga Tuannya harus menyamar dari paman nona Rebecca. Begitu juga dengan dirinya, yang ikut ikutan menyamar menjadi pria yang sudah begitu tua. Bahkan Angga memerintahkan pak Tagor untuk memegang tongkat di tangannya dan berjalan sedikit membungkuk. Alhasil kini penampilan mereka berdua seperti anak kembar, yang sama sama memegang tongkat di tangannya.
"Hahaahahha! Kau benar-benar keren Angga!" sindir Rebecca sambil melangkah mendekati pria itu.
"Diamlah Rebecca. Nanti jika ada yang melihat, bisa rusak semua rencana yang sudah kita susun matang." ucap Angga memperingatkan.
Rebecca mengerucutkan bibirnya setelah mendengar perkataan Angga. Sepertinya pria ini akan sangat sulit untuk dia luluhkan. Buktinya Angga tidak tergoda sedikitpun dengan dirinya. Walaupun sebentar lagi mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri.
"Kenapa kau begitu dingin kepadaku Angga! Apakah kau tidak akan bisa menyukai diriku?" tanya Rebecca di dalam hatinya.
Setelah itu Rebecca langsung mengarahkan pandangannya ke sekitar ruangan itu. Sepertinya paman, tante dan juga sepupunya belum keluar dari dalam kamar mereka.
"Iya, maaf. Habisnya aku terkejut melihat penampilanmu ini Angga. Ngomong ngomong, apakah kau sudah siap bertemu dengan pamanku?" tanya Rebecca yang sudah berdiri di hadapan Angga dan pak Tagor.
"Sudah Rebecca. Lalu di mana pamanmu itu? Apakah kau sudah memberitahunya kalau aku telah tiba?"
"Tentu saja sudah. Oya, ayo duduk, selamat datang ya di rumahku yang indah seperti istana ini." goda Rebecca tersenyum.
Lalu mereka bertiga pun duduk di kursi yang ada diruang tamu, hingga tak lama kemudian terdengar beberapa pasang langkah kaki yang berjalan menuju kearah mereka bertiga.
"Apakah itu pamanmu?" tanya Angga mengerutkan keningnya.
"Kau benar, itu adalah paman Wiliam bersama istri dan juga putri liciknya. Kau harus mempersiapkan mentalmu Angga. Jangan sampai kau masuk kedalam jebakan mereka ketika mereka mengajukan pertanyaan kepadamu." bisik Rebecca membuat Angga mengangguk mengerti.
__ADS_1
Paman Wiliam, tante Amor dan Laura langsung tersenyum menyeringai kala melihat tamu yang ada di hadapan mereka. Ternyata benar tebakan mereka bertiga, jika pria yang akan menjadi calon suami Rebecca hanyalah pria buta yang miskin dan juga bodoh.
"Apakah ini pria yang ingin kau kenalkan kepadaku Rebecca?" tanya paman Wiliam menatap mengejek.
Rebecca langsung mengarahkan pandangannya kearah pamannya itu, dia juga tak kalah menatap tajam kearah paman Wiliam.
"Iya, dia adalah pria yang akan menjadi calon suamiku." jawab Rebecca tegas.
"Hahahahaha..... hahhaha....!!!"
"Ma, pa. Lihatlah kakak sepupuku ini. Dia benar-benar pintar dalam mencari calon suami. Pria itu sungguh sangat sempurna. Jelek dan juga bodoh!" ejek Laura sambil menunjuk kearah Angga.
Mendengar hinaan yang diucapkan untuk dirinya, Angga langsung mengepalkan kedua tangannya kuat. Sungguh dia benar-benar merasa geram. Ingin sekali Angga membinasakan ketiga orang yang sangat arogan dan sombong itu.
Pak Tagor yang menyadari kemarahan Angga, langsung menyentuh tangan Angga dan mengelusnya lembut. Jangan sampai karena emosi sesaat, malah akan menghancurkan rencana yang sudah mereka susun dengan matang.
Bahkan kedua kakinya langsung dia naikkan ke atas meja, membuat Rebecca sontak menjadi terkejut.
"Paman! Apa yang kau lakukan? Turunkan kedua kakimu itu Paman!" jerit Rebecca memasang wajah memerah.
"Diamlah Rebecca. Aku hanya ingin memberitahu kepada calon suamimu ini, bagaimana perbandingan dari status kami berdua. Dan untukmu pak Tua! Aku sangat salut kepadamu, karena kau sudah berani mengantarkan putra buta dan bodohmu ini untuk melamar keponakanku Rebecca." maki paman William menatap tajam kearah pak Tagor.
Mendengar makian itu, Pak Tagor langsung tersenyum miring, dia membenarkan duduknya yang terlihat membungkuk.
"Maaf tuan Wiliam, atas kelancanganku dan juga putraku ini. Karena kami sudah berani datang untuk melamar keponakan anda. Tapi ingatlah satu hal tuan William, kita tidak bisa melarang siapapun untuk saling mencintai, dan jika keponakan tuan mencintai putraku dan menginginkan agar putraku menjadikan dia sebagai istrinya, tentu saja sebagai orang tua yang baik kita harus mendukung keputusan mereka berdua bukan!" seru pak Tagor yang berhasil membuat paman William mendengus tidak suka.
__ADS_1
Di dalam hatinya, paman William menelisik lekat sambil bergumam memberikan penilaian.
"Apa ini? Kenapa perkataan dari pria tua ini begitu berkelas dan juga cerdik? Bahkan dia berani sekali bertanya balik kepaku? Benar benar mencurigakan."
Lalu paman William kembali bertanya kepada Angga yang terlihat diam memasang wajah persis seperti orang bodoh.
"Siapa namamu anak muda?"
"Nama saya Wira tuan." jawab Angga tersenyum.
"Oh, jadi namamu Wira. Lalu apa yang membuatmu sangat berani melamar keponakanku Rebecca? Apakah kau tidak tahu jika Rebecca ini adalah keturunan dari keluarga kaya raya?"
"Saya tahu Tuan. Tapi saya sangat mencintai keponakan anda, begitu juga dengan Rebecca, kami sama sama saling mencintai, bahkan Rebecca dengan senang hati mau menerima keadaan saya ini tuan."
Deggghhh..
Mendengar jawaban yang dilontarkan Angga tentang mereka berdua, membuat Rebecca tersentak kaget, entah mengapa hatinya serasa menghangat kala Angga mengatakan jika mereka saling mencintai.
Sedangkan paman William, bersama kedua wanita yang ada di sampingnya langsung tertawa terpingkal pingkal. Benar benar bodoh Rebecca, bisa buta hanya karena cinta.
"Wah! Benar benar manis percintaan mereka berdua pa. Mama tidak pernah menyangka, jika Rebecca yang sangat susah di atur dan juga suka melawan, bisa jatuh hati kepada pria miskin seperti dia. Sekarang tunggu apa lagi. Terima saja lamaran dari pria itu pa." titah tante Amor kepada suaminya.
"Iya, terima saja pa, dan setelah itu usir Rebecca dari rumah ini. Biarkan dia ikut bersama suami miskinnya itu." ucap Laura membuat Rebecca menatap tidak suka.
Untuk kali ini, Rebecca akan diam tidak melawan, karena dirinya tidak mau jika sampai paman William menggagalkan pernikahan mereka berdua. Dan setelah mereka resmi menikah, barulah Rebecca akan menampakkan kekuasaan miliknya yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Puaskan kau untuk menghinaku Laura. Karena setelah ini, tidak akan aku biarkan kau mengucapkan sepatah katapun lagi. Aku akan memberitahumu, perbedaan kasta kita yang sesungguhnya." gumam Rebecca penuh dendam membara di dalam hatinya.