Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Cika Pembuat Onar


__ADS_3

Pak Tagor menatap nyalang kearah seorang wanita yang berlagak sok berkuasa dan tak tahu tata krama.


Wanita itu tak lain adalah Cika. Cika mantan sekretaris Davic Becam yang saat ini sudah menjadi pengangguran. Dia dengan berani membuat keonaran sambil berkata kasar dan marah marah kepada karyawan yang bertugas di bagian resepsionis.


Kedua Satpam yang berjaga sudah masuk ke dalam loby untuk mencekal tangan Cika. Namun wanita itu menjerit histeris kala merasakan pegangan erat dari kedua satpam tersebut.


"Lancang sekali kalian menyentuh tanganku hah! Apakah kalian tidak tahu jika aku adalah calon istri dari Direktur kalian! Cepat lepaskan tanganmu ini." teriak Cika menggema di dalam ruangan itu.


Pak Tagor yang sedari tadi berusaha menahan amarahnya, langsung melangkah cepat mendekati wanita tak punya sopan santun terdapat. Dia benar-benar ingin mengusir wanita itu dari perusahaan tuan Roberto.


"Siapa kau! Berani sekali kau datang ke perusahaan ini dan membuat keributan. Dasar wanita tidak tahu malu." maki pak Tagor kepada Cika.


"Oh! Ternyata kau lagi pak tua bangka. Sekarang juga perintahkan kedua satpam bodoh ini untuk melepaskan tanganku. Aku tidak sudi disentuh oleh mereka berdua." pinta Cika kepada pak Tagor.


Pak Tagor hanya tersenyum miring. Bisa bisanya ada wanita sombong seperti Cika. Bagaimana mungkin dulu tuannya menjalin hubungan bersama wanita kasar seperti dia. Apakah iya, seseorang bisa berubah hanya karena harta kekayaan?.


"Aku tidak akan melakukan permintaanmu itu nona. Karena sudah sepantasnya wanita sombong sepertimu di usir dari perusahaan ini." jawab pak Tagor membuat Cika meradang.


"Apa maksudmu itu hah! Apakah kau tidak tahu jika aku adalah calon istri dari tuanmu?"


"Calon istri dari tuanku! Apakah kau bermimpi nona. Memang benar, jika sebentar lagi tuanku akan segera menikah, tapi tentunya bukan dengan mu, melainkan dengan wanita baik baik yang mempunyai etika dan tata krama." jawab Pak Tagor tersenyum miring.


Sedangkan Cika, langsung sontak merasa sangat terkejut kala mendengar perkataan yang keluar dari mulut pak Tagor.


Di dalam hatinya, dia terus menolak dan menyangkal perkataan dari pria tua itu.


"Hahahha.... hahahah....! Dasar penipu. Apakah kau kira aku percaya dengan perkataanmu ini? Asal kau tahu saja, Angga sangat mencintaiku sejak dulu sampai saat ini. Jadi mustahil jika dia ingin menikah dengan wanita lain. Karena hanya aku saja wanita yang akan dia nikahi."

__ADS_1


"Wah...! Kau sungguh lucu Nona. Namun sayang, khayalan mu itu terlalu tinggi dan palsu. Sekarang pergilah, jangan membuat keributan di perusahaan ini."


Pak Tagor kembali mengusir Cika agar segera keluar dari dalam perusahaan, sedangkan kedua satpam yang masih setia mencekal tangan Cika langsung bergerak setelah melihat gerakan tangan pak Tagor.


Cika yang merasakan tarikan paksa di tangannya pun menjerit histeris. Dia tidak akan mau pergi sebelum bisa bertemu dengan Angga.


"Tidak.....! Lepaskan aku. Kalian tidak berhak menarik ku seperti ini. Aku adalah calon ibu Direktur di perusahaan ini, jadi kalian tidak bisa mengusirku."


Cika terus berusaha memberontak minta dilepaskan. Sedangkan pak Tagor, dia langsung memberikan peringatan kepada seluruh karyawan yang bekerja di ruangan lantai satu, untuk menahan Cika jika wanita itu hendak masuk kembali ke dalam perusahaan.


Pak Tagor tidak mau mengambil resiko, karena bagaimana pun, tuannya Angga, pernah menjalin hubungan lama bersama wanita itu, dan pernah juga mencintai tulus wanita itu, Pak Tagor takut jika rasa cinta yang telah hilang dapat kembali lagi, karena sering bertemu.


Andai hal itu terjadi, lalu bagaimana dengan Rebecca! Ah Tagor tidak mau jika wanita yang dicintai oleh bosnya akan merasakan sakit karena ulah dari tuannya Angga.


"Aku peringatkan sekali lagi kepada kalian semua. Jika wanita itu datang lagi, maka usir dia. Jangan biarkan dia masuk kedalam perusahaan ini." ucap pak Tagor memberikan peringatantegas.


"Bagus.Kalau begitu sekarang kembalilah bekerja. "


Pak Tagor kembali masuk ke dalam lift menuju ke ruangan miliknya, hingga tak lama kemudian, dia sudah tiba di dalam ruangannya dan langsung disambut oleh Angga yang duduk di kursi dekat meja kerja.


"Tuan Angga!" pekik pak Tagor terkejut.


Angga mengerutkan keningnya, pasalnya sudah hampir setengah jam dia duduk menunggu kedatangan pak Tagor.


"Kau dari mana saja pak Tagor? Apakah ada masalah yang terjadi?" tanya Angga penasaran.


"Eh. Tidak tuan. Saya hanya turun kebawah sebentar guna memantau para karyawan tuan." jawab pak Tagor terbata bata.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan hasil pantauan mu itu pak Tagor? Apakah semuanya berjalan lancar?"


"Iya tuan. Tidak ada masalah yang terjadi, para karyawan bekerja dengan baik."


"Bagus kalau begitu. Oya saat ini aku sudah selesai mengerjakan pekerjaanku. Dan beberapa menit yang lalu Rebecca menelfon, dia mengatakan jika kita harus menjemputnya guna mengetes pakaian pengantin yang akan kami kenakan di hari pernikahan. Menurutmu bagaimana pak? Kita tidak mungkin berpenampilan seperti ini bukan? Atau aku tolak saja ajakannya itu. Aku yakin ini adalah rencana yang dibuat oleh paman dan tantenya." ucap Angga merasa bingung.


Pak Tagor terdiam sejenak, saat ini semua alat penyamaran mereka ada di dalam mobil. Itu artinya mereka bisa berganti di dalam mobil saja agar tidak ada orang yang mengetahui penyamaran mereka.


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita turun tuan. Kita akan mengganti pakaian di dalam mobil. Setelahnya kita akan pergi kerumah nona Rebecca menyewa tukang ojek, agar paman Wiliam tidak mencurigai kita tuan."


"Baiklah, sebentar aku ambil tas ku terlebih dahulu." jawab Angga setuju.


Setelahnya mereka pun turun ke bawah menggunakan lift yang langsung mengantarkan ke basement bawah tanah.


Di dalam mobil Angga dan Pak Tagor merubah penampilan mereka menjadi orang yang begitu miskin, mungkin jika kedua orang tua Angga tahu, mereka akan tertawa terbahak bahak melihat penampilan putra mereka yang sangat jelek dan culun.


Dan setelah selesai, pak Tagor langsung mengendarai mobilnya, dia berencana akan menitipkan mobilnya di sebuah doorsmeer mobil, sekalian mencuci mobil agar bertambah mengkilap. Lalu mereka berdua berjalan mencari ojek yang mangkal tak jauh dari tempat pencucian mobil itu.


"Pak! Tolong antarkan kami berdua ke komplek perumahan elit yang ada di jakarta timur." pinta Angga kepada tukang ojek itu.


Mendengar perkataan Angga, tukang ojek langsung tertawa tipis, lalu kedua tukang ojek pun menelisik penampilan Angga dan pak Tagor dari atas sampai bawah.


"Maaf sebelumnya, apakah kami tidak salah dengar! Jika bapak dan pemuda ini hendak diantarkan ke perumahan elit milik para pengusaha kaya raya yang ada di negara ini?" tanya tukang ojek memastikan.


"Tentu tidak salah pak. Sekarang ayo jalan pak. Jangan sampai kami berdua terlambat."


Angga langsung duduk di atas motor milik tukang ojek, begitu juga dengan pak Tagor. Hingga akhirnya kedua ojek itu melakukan motornya dengan kecepatan lumayan kencang.

__ADS_1


__ADS_2