Pria Buta Yang Genius

Pria Buta Yang Genius
Keahlian Yang Angga Miliki


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit yang ada di Bogor, seorang pria yang baru saja mendapatkan perawatan intensif dari Dokter yang menanganinya, kini sudah tampak lebih baik dari sebelumnya.


Dia duduk di atas ranjang sambil menatap sebuah kertas putih yang sudah sangat lama dia simpan.


"Aku sudah menemukan mereka Ayah. Dan aku akan melanjutkan misi ku seperti yang kau inginkan di akhir hayatmu sebelumnya." gumam pria itu yang tak lain adalah Jakson.


Setelah membaca kertas putih itu, Jackson langsung menyimpannya kembali dan memanggil para ank buah berpakaian serba hitam itu.


"Kalian semua! Cepatlah berkumpul!" teriak Jackson menggema di dalam ruangan rawat tersebut.


"Ada apa Bos?" tanya lima orang pria berpakaian hitam yang sudah berbaris dengan rapi.


Jackson turun dari atas ranjang, sambil memegang dada sebelah kanannya yang masih terasa nyeri.


"Bos! Kau masih sakit saat ini." sarkas pria berbaju hitam itu sambil melangkah hendak memegang lengan tangan milik Jackson.


Melihat hal itu, Jackson pun mengangkat sebelah tangannya sebagai tanda jika dia tidak mau di bantu.


"Tetaplah di situ, kau tidak perlu membantuku, karena aku baik baik saja saat ini."


"Tapi, Bos terlihat kesakitan."


"Tenanglah Mark, apakah kau kira aku ini adalah pria lemah? Aku bisa menahan sakit sialan ini, bahkan aku juga bisa menahan tembakan di tubuhku sekalipun. Jadi kau tidak perlu panik seperti itu." ucap Jackson kepada anak buahnya yang bernama Mark.


Mendengar perkataan bos mereka, Mark dan rekan yang lainnya langsung menunduk hormat. Memang benar apa yang dikatakan oleh bos mereka. Jika Jackson adalah pria yang sangat kuat, tapi sayang karena beberapa bulan ini dia telah di vonis mengidap kanker hati. Dan berita itu tentu saja membuat para anak buahnya menjadi terkejut.

__ADS_1


"Sekarang juga kita kembali ke Jakarta, sedangkan yang lainnya, tetap pantau keluarga Om Burhan, aku tidak mau jika sampai kalian kehilangan informasi tentang mereka." perintah Jackson menatap tajam.


"Baik Bos. Kami akan melakukan tugas yang bos perintahkan kepada kami semua" jawab pria itu lalu mengarahkan pandangannya kearah teman temannya yang lain.


"Dan untuk kalian semua! Cepat segera bergerak, hubungi rekan yang lainnya, sedangkan aku akan memimpin kelompok yang lain untuk menjaga keselamatan bos yang akan pulang kembali ke Jakarta." ucap pria itu dengan tegas.


Setelah itu, mereka bergegas mengepak barang barang yang ada di dalam ruangan perawatan, sedangkan Jackson tampak mengenakan pakaian rapi di tubuh tegapnya. Hingga satu jam kemudian, mereka pun pergi keluar dari rumah sakit tersebut.


****


Hari demi hari telah terlewati begitu cepat, sedangkan Angga terus bekutat dengan ilmu teknologi yang semakin dia asah dan juga kuasai, Angga semakin mahir dalam menggunakan seluruh program yang ada di dalam komputer, bahkan tanpa dia sadari, dia juga dapat menguasai banyak program rahasia milik setiap perusahaan ataupun negara.


Semua itu terjadi begitu saja, tanpa di inginkan oleh Angga, dengan menggunakan settingan program yang bersuara, Angga menjadi lebih mudah untuk mengoperasikan komputer yang dia miliki, bahkan Angga juga sudah membeli sebuah laptop keluaran terbaru, dari hasil usahanya selama dua tahun ini.


Angga diam diam telah menjadi seorang Cyber untuk seseorang yang dia temui melalui akun media sosial miliknya, pria itu bernama Roberto, seorang pengusaha di bidang menengah yang ingin mencari keadilan disaat dirinya merasa telah di curangi oleh para klien yang bekerja sama dengannya.


"Hallo Tuan Roberto!" sapa Angga ketika mengangkat telfon dari kliennya tersebut.


"Hallo Angga, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepadamu, karena berkat kau akhirnya aku dapat menyelamatkan data rahasia milik perusahaanku, dan sebagai tanda terimakasihku maka aku akan mengirimkan sejumlah uang 50 juta untuk dirimu Angga."


Deggh… .


Angga sangat terkejut, kala mendengar nominal uang yang akan pria itu berikan untuknya, sungguh baru kali ini dia bisa mempunyai uang sebanyak itu.


"Apakah Tuan bercanda? Itu sangat banyak Tuan." ucap Angga meyakinkan.

__ADS_1


"Aku tidak bercanda, tapi aku ingin kau tetap menjaga keamanan data milik perusahaanku, jangan sampai data rahasiaku bisa di susupi oleh akun orang-orang jahat yang berniat ingin mengambil alih perusahaan milikku."


"Baik Tuan Roberto, aku akan menjaga keamanan data perusahaan anda." jawab Angga dengan nada tegas.


"Terimakasih, terimakasih Angga. Aku berharap, agar kita bisa bertemu, jika kau kelak ke Jakarta, langsung hubungi aku, maka aku akan segera menyambut kedatanganmu."


"Siap Tuan Roberto."


Setelah panggilan tertutup, Angga pun terdiam sambil duduk di atas kursi miliknya, tidak pernah menyangka jika apa yang dia asah selama ini, telah menjadi sumber rejeki untuknya, Angga berjanji jika dia akan membahagiakan kedua orang tuanya, dan membuktikan kepada orang orang yang suka menghina dirinya jika dia adalah pria yang bisa sukses walau tidak dengan keadaan sempurna.


"Sekarang aku akan membuktikan kepada kalian semua, jika aku adalah pria genius dan cerdik, walaupun keadaanku tidak sempurna." gumam Angga pelan.


Setelah itu, dia pun keluar dari kamarnya untuk menuju ke toko milik Bapak Burhan.


Toko pak Burhan berada sedikit jauh dari rumah miliknya, dan melewati rumah kedua orang tua Cika.


Angga yang sedang berjalan menggunakan tongkat yang dia pegang pun langsung di kejutkan kala mendengar suara tawa ejekan yang sangat menggelar.


"Hahahah… ! Dasar sampah. Lihat keadamu saat ini, kau sungguh pria tidak berguna, untung saja aku sudah menyuruh putriku untuk memutuskan hubungan denganmu." ejek suara itu yang sangat Angga kenali.


Dia adalah ibu Ratih, mamanya Cika, tanpa sengaja saat ini Angga sudah berhaan sampai di depan rumah Cika, namun Angga tidak mengetahui bahwa ada ibunya Cika yang berdiri di depan rumah mewah tersebut.


Angga yang mendengar ejekan itupun tidak memperdulikannya, dia terus berjalan hendak meninggalkan wanita tersebut.


Namun siapa sangka, sikap Angga yang terlihat cuek malah membuat ibu Ratih menjadi marah. Dengan cepat dia pun menyepak tongkat yang di pegang oleh Angga, hingga pria itu terjatuh keatas aspal.

__ADS_1


Brakkkk…


"Akkkhhhhh… . ." teriak Angga kesakitan.


__ADS_2