
James kini memasuki lqntau 3 istana yang mana banyak kamar digunakan untuk istirahat para bangsawan kalau kalau mereka mabuk atau ada kejadian lain. Dalam setiap langkah James menggendong Freya, dia tak berhenti memandangi wajah Freya yang terlelap karena mabuk.
Kadang-kqdang James tersenyum karena Rambut Freya sudah sangat berantakan.
"Dia jadi sangat saat tidur, dia seperti mawar cantik." Gumam James.
"Mawarku..." Panggil James kemudian. Dia tersenyum saat mengucapkannya. Jari-jarinya mengelua pipi lembut Freya.
'Apa dia takdirku? Jodohku sangat dekat sekali selama ini.' Dalam diri James banyak perdebatan dan pertanyaan rumit dirinya sendiri.
Rupanya selama ini, James yang terlihat dingin karena selalu menganalisa lawan bicarakan di dalam dirinya sendiri, karena sibuk berpikir itulah, dia malah jadi tak kunjung menjawab lawan bicaranya.
James tak sabar menunggu Freya bangun besok dan menanyakannya langsung saat dia sadar nanti.
James kemudian menangkupkan kedua telapak tanganny ke mukanya. Rasanya malu sekali.
Ini buka pertama kalinya dia menerima pernyataan cinta. Tapi biasanya James selalu kabur saat wanita yang ada di hadapannya belum selesai bicara. Tapi semalam dia mendengarkan pernyataan Freya sangat lengkap karena James tak tega meninggalkan wanita yang mabuk sendiri di taman. Siapa sangka malah dia menemukan Freya dibalik wanita yang selalu menunduk melihat tanah tersebut. Seketika itulah dia jadi suka karena wanita yang mengaku cinta padanya adalah adik sahabatnya.
"Tunggu... kalau begitu, apa Freya takut dengan Kakaknya? sehingga dia hanya memendam perasaan padaku begitu lama?" James banyak berasumsi sendiri.
__ADS_1
James lalu keluar bermaksud untuk mencari Killion atau Count Galo untuk memberi tahu bahwa Freya istirahat di kamar tamu aula karena mabuk.
Diperjalan dalam menemukan Count, James bertemu dengan Putra Mahkota Felix.
"Grand Duke Milano..." Sapa Felix dengan formal, itu karena mereka memang dalam acara formal karena biasanya Felix juga akan memanggil James saja.
"Ah Putra Mahkota, apa kabar?"
Mereka jarang bertemu, Felix sibuk ke perjalanan politik untuk negoisasi dan mencari sekutu sebab masih musim perang. Sedangkan James juga ikut turun ke medan perang karena keluarganya adalah keluarga pemikiran ksatria paling banyak yang terlatih dan terawat.
"Kabarku baik, bagaimana denganmu?"
"Saya kembali dengan selamat dan baik." Jawab James, dia memang baru pulang dari Medan perang 3 bulan yang lalu.
"Ah, saya sedang mencari Killion ataupun Guru, saya ingin mengabarkan kalau Freya, Putri Count tengH beristirahat di kamar aula karena mabuk."
"Begitu rupanya.." Felix jarang beribteraksi dengan James, itu Karena selain sibuk, James juga jarang bersosialisasi, sangat berbanding terbalik dengannya. Felix lebih suka mengobrol dengan Deron yang terbuka, ramah dan pandai berbicara.
Felix mengamati James kembali, melihat tindakannya yang seperti ini bukankah dia adalah orang yang bertanggung jawab?
__ADS_1
Sayang sekali Felix sudah lebih dulu menawarkan pernikahan adiknya dengan Deron. Kenapa juga dia tidak kepìkiran dengan James ya? Nasi sudah jadi bubur, meski sedikit menyesal Felix memantapkan hatinya. Deron juga bukan pilihan yang buruk untuk adiknya.
"Sejujurnya aku ingin mengobrol denganmu, tali melihatmu terburu-buru. Aku sepertinya harus menundanya. Bagaimana kalau undangan minum teh di sore hari?" Tawar Felix.
"Saya akan menunggu undangannya Putra Mahkota. Kalau begitu saya permisi."
Mereka lalu berpisah.
James Milano, nama lengkapnya. Dia adalah teman Killion juga. Dia menjadi Grand Duke Muda sejak usianya 15 tahun. Dia juga salah satu berkah ilahi Kerajaan Wistoria. Wajahnya tegas dan dingin, sama sekali tidak ramah, tapi disitulah pesonanya. Banyak wanita yang tergila gila kepadanya, tapi selalu diacuhkannya.
Jadi menjadi salah satu laki-laki yang paling di inginkan untuk menjadi menantu laki-laki di keluarga bangsawan. Selain status jabatan, Keluarga Milano juga terkenal sangat kaya, keluarga mereka punya hak dalam monopoli perdagangan apapun. James juga sama sibuknya sejak muda, makanya dia jarang mengunjungi Count Galo lagi. Dia juga ikut terjun ke medan perang, hanya sesekali mengirim surat dan hadiah untuk keluarga Count, jadi Dia juga berinteraksi dengan Freya.
James menjelajahi ruangan dan akhirny menemukan Killion yang tengah bertengkar dengan seorang perempuan.
***
Halo Readers...
Untuk dukung author, JANGAN LUPA LIKE, SUBSCRIBE, KOMEN, VOTE DAN RATING BINTANG 5 NYA YA! Hehe... Kasih tekanan bunga atau secangkir kopi juga boleh, hehe... Biar Author makin semangat...
__ADS_1
Makasih!
Happy reading!