PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 28


__ADS_3

Count Galo tiba pada sore hari. Rupanya bertemu kolega di Ibukota sangat memakan waktunya.


Killion menyambut Ayahnya yang baru pulang tersebut, sedangkan Freya masih saja melamun di atas kasurnya. Rasanya dia kehilangan semangat hidupnya. Niat mengungkapkan perasaan malah membuat Freya terjebak dalam sebuah hubungan dengan orang paling kaku sedunia yang pernah Freya temui.


Malam harinya mereka makan bersama. Freya yang punya nafsu makan tinggi itu pun hanya mengambil sedikit porsi makannya. Hal itu membuat Freya dan Count bingung.


"Apa sesuatu telah terjadi?" Killion yang khawatir dengan kondisi adiknya menanyakan langsung oalah Freya.


Lagi lagi Freya diam, dia mengiris daging steaknya dengan malas.


"....?" Count Galo juga bingung dengan sikap Freya.


"Fre? Freya?" Masih tak ada respon, padahal Count yang memanggil Freya langsung.


Killion mengambil piring Freya, sontak membuat Freya kesal dan memandang Killion dengan tatapan sebal, tapi yang membuat Freya kaget adalah ekspresi Kakaknya dan Ayahnya.


"Kenapa kalian melihatku begitu?" Freya akhirnya sadar.

__ADS_1


"Apa terjadi sesuatu denganmu?" Count mulai membuka mulutnya untuk bertanya. Wajahnya sangat serius.


Melihat wajah Ayahnya yang super serius, Freya sekarang menatap Ayahnya dengan wajah fokus dan kaku. "Tidak ada apa apa Ayah."


Freya berbohong dan Count Galo serta Killion tahu tentang itu.


Count bukan orang yang pemaksa sehingga kalau anaknya sudah berkata demikian berarti dia memang tidak mau bercerita dengannya. Mengetahui fakta itu Count jadi sedih.


Wajah Count yang kecewa membuat Freya juga sedih. "Ayab sungguh, aku tidak kenapa-kenapa." Freya mencoba menenangkan Ayahnya.


Count Galo diam sebentar, "Baiklah Kill, ku kira kita semua butuh liburan."


Killion tersenyum senang. Sore tadi, Killion sudah menyampaikan maksud James untuk mengajak mereka sekeluarga datang ke wilayahnya. Awalnya Count sedikit menolak karena dia berat hati harus meninggalkan kelas kebaikannya di Panti asuhan dan sekolah rakyat. Melihat Freya begitu miring dan malas membuat hatinya sakit sehingga Count mempertimbangkan ajakan James kepada Killion. Count bisa menyewa asisten yang dia bayar untuk menggantikan dirinya mengajar. Tak apa dia keluar uang menyewa uang, karena bagi Count, sekolah rakyat memberinya harapan bahwa kebodohan bisa diberantas.


"Liburan?" Tanya Freya tak percaya. Keluarganya sangat jarang sekali berlibur, mereka lebih suka menghabiskan waktu bersama seperti ini.


Killion tersenyum, "Ya! kita akan melakukan perjalanan."

__ADS_1


'Tidak biasanya.' Pikir Freya dalam hati.


"Kemana?" Tanya Freya lagi tak percaya.


"Itu kejutan!" Kata Count lagi. Freya menyukai pemandangan yang cantik. Dan di utara tempat Grand Duke James yang sekarang musim semi pasti akan memberinya pemandangan alam yang memukau. Bunga bunga yang bermekaran pasti akan sedikit merilekskan badan dan pikiran.


"Tidak Asik!" Kata Freya pelan. Dia kesal, kenapa harus kain rahasia segala, itu membuat Freya penasaran. Tapi karena pengumuman dadakan itu, akhirnya membuat Freya sangat antusias. Dia bergembira dalam hatinya.


Freya akhirnya makan walaupun sedikit. Perutnya agak bermasalah karena stress melanda dirinya.


Untung saja James tak kerumahnya lagi . Malu sekali rasanya kalau sampai harus bertemu dengan James lagi. Mengangkat wajah saja rasanya tak berani.


Yah keluarganya juga akan berlibur, jadi untuk bertemu James kembali pasti tidak mungkin kan, begitu pun Freya.


Mereka menyelesaikan makan malamnya dan kembali beristirahat.


Besok mereka akan mulai packing baju untuk keperluan liburan mereka. Dan Freya menantikan itu!

__ADS_1


__ADS_2